bau bau pelakor

1191 Words
Mereka sudah sampai dirumah Chika langsung menuju kamar mandi untuk membersihkan diri sedangkan Irvan menunggu Chika selesai mandi sambil memainkan ponselnya. dddrrrrtttt..... Ponsel Irvan bergetar pertanda ada panggilan telepon . Irvan melihat nomor asing dan langsung mengangkat karena takutnya dari klien penting . "Van, aku sudah di depan rumah mu"...suara sebrang sana. "Kamu siap.......?." belum sempat Irvan bertanya telpon diseberang sudah dimatikan terlebih dahulu .. Irvan segera bergegas melihat siapa tamu yang datang sore-sore begini, menganggu saja. Irvan membuka pintu utama kening Irvan berkerut dan langsung memasang wajah tak bersahabat .pandangan yang tajam Irvan berikan pada tamu itu . Ia wanita yang sangat Irvan benci, sebelum menikah dengan mantan istrinya Irvan berpacaran cukup lama dengan wanita didepannya ini . Siapa lagi kalau bukan Bella, ya Bella meninggalkan Irvan demi laki-laki lain Irvan dicampakkan dan merasa frustasi hingga akhirnya mantan istrinya datang dan mengobati hati yang pernah terluka . Lalu mereka akhirnya menikah, tapi kebahagiaan saat itu tak berpihak kepada mereka mantan istrinya telah dulu pergi meninggalkan Irvan untuk selama-lamanya... **** 5 tahun Irvan menduda akhirnya dipertemukan lagi dengan jodohnya ya siapa lagi kalau bukan Chika Anindya Pratama. Dan sekarang setelah Irvan bahagia Bella datang lagi menghampirinya untuk apa coba, mau mengemis cinta disini . .??? Enak aja kamu sudah berkhianat jadi jangan jadi perusak dirumah tangga Irvan.. Bella langsung memeluk Irvan " Van, aku rindu aku sudah bercerai dengan Danu dia menyelingkuhi aku." dengan wajah cemberut nya. Irvan sangat jijik disentuh, apalagi dipeluk wanita ini sungguh menjijikan sekali. Irvan dengan paksa menjauhkan diri dari Bella " jangan sentuh aku dengan tangan kotor mu bell." Belum sempat Bella bertanya tiba-tiba ada seorang gadis cantik datang hanya memakai lingerie tapi tidak terlalu seksi masih dibalut dengan blazer jadi gak terlalu nampak... " Sayang ada apa ribut-ribut.? " pandangan Chika melihat Bella .. Chika melihat ke arah Irvan untuk mendengar penjelasan suaminya . Irvan mengerti dengan tatapan istrinya . Irvan merangkul pinggang istrinya terlihat perut sudah mulai nampak sangat seksi dimata Irvan.. Bella sangat marah dengan dua makhluk didepan nya enak saja bermesraan di depan nya.. " Perkenalkan saya Bella mantan pacar Irvan." menyombongkan diri dan menyodorkan tangannya pada Chika.. Chika tersenyum " hai, Saya Chika istri sahnya mas Irvan." Dengan menekankan kata sah Chika tak mau Bella semena-mena disini. Apalagi dia pernah singgah dihati suaminya . "Sebaiknya kau pergi dari sini, kami tidak menerima tamu." Irvan langsung menutup pintu untung Bella sudah berada diteras rumah kalau tidak sudah dipastikan akan kejedot hidung palsunya itu . Bella menghentakkan kakinya sambil meninggalkan rumah Irvan ' awas aja kau Irvan akan ku rebut kau dari bocah itu.' Bella mengumpat sepanjang perjalanan.. **** Chika terdiam cukup lama di ruang tv semenjak kehadiran Bella Chika jadi begini.. " Sayang, jangan pikirkan wanita ular itu, ia masalalu mas sebelum dengan mantan istri mas, jadi kamu jangan kawatir.!" Irvan mengusap kedua tangan istrinya. " Kenapa dia tau rumah kita mas, rumah ini kan baru mas beli pas kita nikah.?" ujar Chika sambil menunduk kawatir. " Mas juga gak tau sayang, mungkin saja dia kekantor dan menanyakan alamat kita." Irvan menebak-nebak.. " Aku mencium bau pelakor kayaknya mas, kamu jaga cinta kita ya mas.!" sambil memeluk suaminya. Chika sangat sensitif apalagi saat hamil sekarang.. " Kamu tenang aja sayang, mas tidak akan biarkan dia masuk ke hubungan kita, mendapatkan cinta kamu saja mas kesusahan . Mana mungkin akan mas sia siakan istri cantik mas ini ."sambil mencium bibir istrinya. Semenjak hamil Chika sangat cantik , perut yang mulai terlihat menambah kecantikannya dua kali lipat . Chika sangat nyaman dipelukan sang suami.. Mereka akhirnya tertidur menuju ke alam mimpi masing-masing. Sekarang hari minggu dimana semua pasangan akan weekend tapi tidak dengan Irvan saat ini. Dia tengah sibuk dengan laptopnya melihat suami super sibuk Chika mendumel kesal. Kenapa harus bekerja saat hari libur sih. " Mas masih lama ini sudah jam satu Lo mas, kapan kita jalan-jalan nya.?" Chika cemberut menatap suaminya. Irvan melihat sebentar dan langsung fokus pada laptopnya " sebentar lagi sayang sepuluh menit lagi ya nanggung sayang." Chika menghentakkan kakinya dan menuju kamar mandi. Setengah jam berlalu akhirnya Chika sudah siap untuk pergi, gak penting Irvan ikut apa enggak yang jelas Chika akan mengajak kedua sahabatnya.. Tiba di depan teras Irvan membunyikan klakson nya Chika terkejut.. " Ayo sayang naik kita ke pantai hari ini." Ujar Irvan yang sudah siap dengan pakaian kasualnya . Sejak kapan dia bersiap padahal tadi sibuk dengan dunianya . aneh. Chika masuk kedalam mobil dengan wajah tak bersahabat. " Jangan marah dong sayang, nanti kita melihat sunset ya kamu suka kan main di pantai.?" Irvan bertanya.. Mata Chika tampak berbinar serius Irvan akan mengajak ke pantai, uh romantis banget sih . " Chika mengembangkan senyumnya , lain kali jangan cuekin aku lagi, aku bisa saja pergi dengan teman cowok aku tau." " Tak akan kubiarkan, gak ada ya teman cowok atau apalah mas tidak mengizinkan mu mengerti." Ujar Irvan dengan penuh penekanan . Chika hanya tersenyum melihat Irvan cemburu menurutnya itu sangat manis seorang Irvan es batu yang bisa cemburu juga ternyata . . Sampai dipantai Chika langsung berlalu ke bibir pantai sudah lama dia tidak menikmati suasana saat ini terakhir saat masih berada di negri tetangga.. Kalau gak salah sudah tiga tahun lebih kayak nya . Irvan mengikuti sang istri berlari. melihat senyum Chika membuat hati Irvan bangga , bangga akan dirinya ... Suami mana yang gak bahagia melihat istri senang begitu. " Sayang jangan kencang-kencang larinya ingat kamu lagi hamil honey.!" Irvan mengingatkan Chika yang lupa akan perutnya . "Uuppss, iya mas hampir aku lupa. " Chika cengengesan sambil bermain pasir disana.. Tiba-tiba Irvan menabrak seseorang, ya kenapa dunia begitu sempit ketemu ular lagi.. Ya benar, yang dimaksud adalah Bella, karena Bella sedang berlibur dengan mangsanya , gak salah Irvan menjuluki wanita jalang . Memang itu profesinya sekarang . " Irvan, ketemu lagi jodoh berarti." Mengandeng seenak jidatnya tangan Irvan... Chika yang melihat suami dengan seorang wanita langsung menghampiri mereka. Wajah Chika tampak kesal melihat Bella memegang tangan suaminya . Irvan menghentakkan tangan Bella dan langsung merangkul pinggang sang istri dengan posesif . " Ayo sayang kita pergi ke penginapan kita lanjutkan aktivitas yang tertunda di mobil tadi." sambil mengedipkan matanya sebelah. Irvan membawa sang istri dari wanita ular itu. Bella yang dikacangin sangat geram, awas aja akan ku rebut kembali Irvan dari kau nyonya Chika . ' Aku akan melakukan apapun untuk mendapatkan cinta Irvan, termasuk aku bisa saja melakukan hal yang sama padamu seperti aku menyingkirkan mantan istrinya Irvan, lihat saja pembalasan ku.' Ujar bella bergumam dalam hatinya. Bella pergi dengan raut wajah kesal. Tampak kekasih Bella menghampiri nya dan langsung melumat bibir Bella dan mereka melakukan ciuman panas di pantai yang sangat banyak pengunjung nya. Memang tak tau malu sama sekali.. Hotel terdekat . " Mas serius kita akan menginap , mas kan besok kerja." Chika mengingat kan sang suami . " Mas besok libur, kan sudah mas selesai in tadi dirumah cuma butuh tanda tangan mas aja besok, tinggal suruh sekretaris aja kerumah sayang." Wajah Chika sangat senang akhirnya bisa berlibur walaupun hanya satu hari saja, yang penting irvan ada waktu bersama dengan istri tercinta nya ini .. "
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD