Selasa Mataku menatap pelataran parkir lamat-lamat, tapi tetap saja aku tak mendapati Arka di sana. Apa dia serius dengan acara marahnya? Menyebalkan! Lebih menyebalkan lagi saat aku berusaha menghubunginya. Nomer milik Arka selalu diluar jangkauan dan beberapa kali masuk ke dalam saluran mail-box. "Pagi Hellen..." Anggi terlihat bahagia pagi ini dan dia memamerkannya pada semua orang. "Di mana Inggrid?" tanyanya kemudian seraya mengedarkan pandangan ke segala arah. "Apa dia belum datang?" "Dia sedang dieksekusi oleh tuan Mika di ruangannya. Kau mau menyelamatkannya?" Anggi berjengit ngeri, kemudian kepalanya menggeleng beberapa kali. "Aku masih sayang pada pekerjaanku." ungkapnya. "Hellen, apa kuncoro masih mengganggumu?" Tunggu, kenapa Anggi tiba-tiba menanyakan pria psikopat itu? Ak

