Hari sudah mulai menggelap dan Arka masih belum juga bangun padahal dia bilang hanya akan tidur sebentar saja. Tapi aku juga tidak tega jika harus membangunkannya. Dengan hanya melihat guratan di dahi dan juga bawah matanya yang menggelap, aku tahu kalau dia kekurangan banyak istirahat, sama sepertiku. Aku terkesiap saat merasakan remasan dan juga lilitan di pinggangku semakin mengencang. Guratan yang semula samar kini semakin terlihat jelas ketika keningnya mengkerut. Apa yang membuatnya begitu gelisah dalam tidurnya? Dan juga kulihat keringat dingin mulai bermunculan di kening dan sekitar wajahnya. "Tidak, ibu, jangan lakukan ini." Arka bergumam bersamaan dengan kepalanya yang menggeleng. "Ibu..." Sekarang aku mendengar suara isakannya, pun bahunya mulai berguncang seirama dengan isakan

