Desir menyebalkan ini, aku tidak mau merasakannya namun entah mengapa semakin aku menyangkal maka rasanya akan semakin memanas hingga membakar hangus hatiku. DUGH! Sial, gara-gara banyak melamun aku jadi tidak memerhatikan sekitarku. "Maaf-" kepalaku mendongak untuk sekedar melihat siapa yang sudah menjadi korbanku. Seringai menyebalkan itu, aku baru melihatnya lagi setelah sekian lama menjauhkan diri. "Lari pagi, Helly?" Ia bertanya dengan nada sarkastik, tapi nada ini berbeda dari yang biasanya ia lemparkan padaku. "Tentu saja, ini hari minggu." Semoga suaraku terdengar ketus dan tak peduli. Dadaku berdegup semakin kencang, aku meyakinkan diriku kalau ini bukan karena dia yang sekarang berlari beriringan denganku, bukan karena aroma tubuhnya yang menguar hingga tercium oleh hidungku,

