Bab 6 : A Cup of Chocolate

2180 Words

Rabu Selama dua hari ini aku seperti orang aneh, bersikap konyol dengan tanpa alasan. Aku tidak mengerti apa yang sedang aku lakukan, aku hanya tidak ingin melihat wajah tetanggaku. Bahkan sekarang aku terlihat seperti maling untuk sampai ke rumahku sendiri. Setelah bunyi "Ding" terdengar, aku lekas menatap sekitar, melangkah ke luar dari dalam lift dan berlari secepat mungkin untuk sampai di depan pintuku, kemudian memasukkan kunci dengan tidak sabaran. Sial! Ayo cepat. Ini ketiga kalinya aku salah memasukkan kunci. Klek! Mataku melebar, pintu di sampingku sedikit terbuka dan b******k, akhirnya aku memasukkan kunci yang benar dan- Brak!!!-aku selamat, aku tak melihat malaikat pencabut nyawa. ♪♪♪ Kamis "Oh, sial, aku melupakan handphone-ku!" umpatku cukup keras agar orang yang baru sa

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD