"CHITTAPHON, I'M COMIIIIIING" Teriak Jhonny sembari berlari kecil saat mereka tiba di villa milik kekasihnya setelah menempuh perjalanan kurang lebih 25 menit.
Jaehyun hanya memutar bola matanya jengah melihat tingkah kekanakan sahabatnya itu. Pintu terbuka menampakkan entitas pria berkulit putih namun tampak manis, ya itu kekasih Jhonny, Ten Chittaphon. Ten hanya menyambut kedatangan kekasihnya dengan muka datar nyaris tanpa ekspresi.
Mungkin karena Jhonny dengan barbarnya yang mengakibatkan ia jengah dengan tingkah menyebalkan lelakinya yang selalu berteriak- teriak tak jelas ketika menghampirinya.
'Dasar beruang Chicago'
Jhonny merentangkan kedua tangannya pertanda ingin disambut dengan pelukan hangat sang kekasih. Namun bukan pelukan hangat yang ia dapatkan justru kekasih manisnya malah kembali menutup pintu dengan menghentakkan kakinya jengkel dengan hal lebay si Jhonny.
Yang sabar ya daddy jhon - author
Thank's beb - Jhonny
Jaehyun tertawa terbahak bahkan sampai mengeluarkan sedikit air matanya akibat melihat interaksi sepasang kekasih didepannya ini. Sudah terlampau hafal dengan tingkah pola kekasih Jhonny yang sedikit cuek kalau didepan banyak orang karena sikap Jhonny yang menyebalkan. Entah apa yang dulu membuat mereka bisa bersama, mungkin pernah terjatuh dari tangga dan Jhonny menyelamatkan nya seperti drakor drakor yang kemudian mereka saling jatuh cinta? Entah lah.
Namun terkadang Jaehyun sedikit iri melihat kebersamaan mereka walaupun keduanya memiliki sifat yang hampir bertolak belakang namun mereka bisa bertahan menjalani hubungan selama hampir 2 tahun lamanya meski arus hubungan mereka ya, banyak cobaan nya.
"Oh ayolah my Chittaphon apa kau tak merindukan kekasih tampanmu ini? kenapa malah sampai menutup pintunya lagi aish. Ayolah buka sayang" Rengek Jhonny memelas didepan pintu villa.
Pintu kembali terbuka dan Ten bersedekap d**a didepan pintu sambil menggerutu. "Berhenti bertingkah konyol Seo, kau itu sudah tua, kelihatan tak pantas lagi kau bertingkah seperti itu" Ucap Ten terlampau kesal sebari mencebikan bibirnya imut, membuat Jhonny terkekeh kecil sambil menggaruk garuk belakang kepalanya.
Sedangkan Jaehyun malah semakin mengeraskan tawanya melihat Jhonny yang sudah mati kutu diskakmat oleh sang kekasihnya sendiri.
"Oh? Jae? datang juga kau kali ini, kupikir kau tak menyukai hal hal yang berbau keramaian kecuali bar saja. Kesambat kau Jae" Ucap Ten yg baru menyadari kehadiran si pemuda Kim dibelakang kekasihnya.
"Hah, asalnya aku menolak ikut, namun ya salahkan kekasih mu itu yang terus memaksa ku untuk ikut Ten, sebenarnya aku juga agak malas kau tau sendiri aku tak begitu suka dengan hal hal berbau keramaian, terutama pesta atau reuni" Jawab Jaehyun sambil menunjuk Jhonny.
"Oh yasudah, ayo masuk. Dan ini hanya reuni sederhana saja jadi ya, tidak akan terlalu ramai seperti pesta reuni lada umumnya." Ucap Ten sambil membuka pintu Villa lebar lebar.
Jaehyun pun mengangguk dan kemudian masuk bersama Jhonny, lalu mengikuti langkah Ten ke halaman belakang Villa yang dimana itu adalah tempat teman teman Ten sudah berkumpul.
Halaman belakang Villa sudah disulap sedemikian rupa hingga menjadi tempat yang nyaman untuk menikmati hari yang akan mulai senja. Ada beberapa meja kursi yang tertata rapi disana dengan nyaman untuk menikmati senja.
Ada juga beberapa sepasang meja dan kursi yang tertata apik, dimana menjadi tempat berbagai hidangan yang menggugah selera disimpan. Disana juga bahkan sudah ada beberapa teman lama Ten yang juga Jaehyun kenal. Mereka semua menikmati acara sore itu.
"Hai Jhonny, Jae kenapa baru datang?" Sapa Doyoung yang merupakan sahabat mereka sekaligus kekasih Taeil sepupu Jaehyun.
"Oh hyung, kau disini juga?" Tanya Jaehyun.
"Iya aku kan dulu satu SHS juga dengan Ten dan sepupumu. Ah Taeil pun ada, namun sekarang sedang ke toilet" Jawab Doyoung.
Jaehyun hanya mengangguk. Doyoung adalah kekasih Taeil sepupu Jaehyun. Mereka menjalin hubungan hampir 2 tahun setengah lamanya dan berencana akan segera menikah dalam waktu dekat, namun entah lah, mungkin akan bertunangan dulu.
"Kau datang Jae?" Ucap Taeil, lelaki manis dan sedikit pendek, kekasih Doyoung. Ia baru saja selesai dari toilet.
"Iya hyung" Jawab Jaehyun singkat.
"Kau kenapa Jae, ada sesuatu? Tanya Taeil karena melihat wajah tampan sepupunya itu sedang kusut tak seperti biasanya. Terkesan 'aneh' menurutnya.
"Apa ini ada hubungannya dengan perjodohan itu Jae?" Tanya Taeil lagi karena melihat Jaehyun tidak menanggapi pertanyaan pertamanya dan mungkin ia seolah tau apa yg mengganggu pikiran sepupunya itu.
"Lah? Kau mengetauhui nya hyung?" Tanya Jaehyun mengernyit heran.
Sebentar, berarti hanya dia saja dong yang baru tau soal rencana ini padahal kan perjodohan ini menyangkut dengan masa depannya sendiri, pikir Jaehyun.
"Kakek sudah cerita perihal perjodohan itu pada Appa beberapa hari yang lalu dan semalam Appa menceritakannya padaku" Jawab Taeil.
Kakeknya Taeil adalah Kakak dari Kakek Jaehyun, tapi kakek Taeil lebih dulu sudah meninggal beberapa tahun yang lalu semasa Taeil masih mengurusi beberapa keperluan di Pulau Jeju.
Ayahnya Taeil juga cukup dekat dengan kakeknya Jaehyun jadi banyak hal yang diceritakan oleh kakeknya Jaehyun pada ayah Taeil. Jaehyun hanya mengangguk kan kepalanya sekilas pertanda tanggapan dari jawaban Taeil.
"Sudah, stop dulu kalian bicaranya. mending kita nikmati sajian nya dulu. Jangan terlalu larut dalam masalah ditempat ini saatnya kita bersenang-senang saja dulu oke" Ucap Ten membuyarkan lamunan Jaehyun.
***
Kelima sahabat itu kemudian beranjak, beralih menuju meja disamping kolam renang sebari menikmati beberapa hidangan yang tersaji disana.
"Tennie Hyuuungg!!!" Suara teriakan cempreng bak seorang perempuan menggema di sekitar belakang Villa, yang berasal dari seorang pemuda manis yang baru saja tiba. Pemuda manis tersebut bernama Haechan. Haechan berteriak sembari berlari dan menghambur dalam pelukan Ten.
Haechan bukan tanpa alasan dekat dengan Ten, itu karna ibu dari Haechan merupakan adik dari ibunya Ten. Jadi tanpa secara langsung ia adalah adik sepupu Ten.
"Haish hyung, disini sudah aku kenapa juga kau mencari anak itu, apa istimewanya sih dia sampai kau begitu memperhatikannya hingga sedikit tak menggangap ku cukup." Ucap Haechan kesal sebari mencebikan mulutnya, ia merasa kehadirannya diacuhkan akibat ia melihat Ten sedang mencari seseorang.
"Jangan begitu Chan, kalian kan bersaudara, tak baik berkata demikian" Jawab Ten sembari mengelus surai halus Haechan.
***
Please nama panggilan "Chan" jadi malah mikir ke Chanyeol bukan nya Haechan pdahal sma aja chan panggilan nya :)
***
Tapi perkataan Ten malah hanya membuat Haechan semakin jengkel sampai mendengus kesal. Haechan bersedekap d**a sambil mempoutkan bibirnya sembari mengoceh tak jelas, padahal kan apa salahnnya jika Ten berucap mereka saudara.
Tapi sesaat kemudian pandangannya terpaku pada satu pusat, yaitu sosok pria tinggi, maskulin dan dominan, ia adalah Jaehyun, ia berada dibelakang sana yang dianggapnya begitu tampan oleh Haechan. Haechan menarik narik ujung baju yang dikenakan Ten.
"Hyung hyung hyung, pria tampan disana, itu, nah itu siapa?" Tanya Haechan sembari menunjuk ke arah Jaehyun.
"Oh itu Jaehyun temannya kak Jhonny" Jawab Ten, Haechan menoleh terus dan tersenyum menatap Jaehyun tanpa berkedip.
***
Visual My dompet berjalan Jaehyun memang tak terkalahkan epribadeh - author
***
Ten menatap kehadiran sosok pemuda yang tengah dicarinya tadi, terlihat ia sedang terduduk sendiri dikursi ujung dekat pintu belakang sambil menunduk. Dengan langkah perlahan Ten menghampiri pemuda tersebut.
"Kenapa disini, ayo bergabung dengan teman teman disana" Ajak Ten tapi pemuda bernama Yonggie aka Taeyong tersebut hanya menggeleng sembari berusaha perlahan mengatur nafas nya akibat kelelahan.
"Tidak usah hyung, Yonggie disini saja. Yonggie tidak pantas berbaur dengan mereka hyung, lagian juga aku sedikit lelah. Jadi lebih baik aku duduk disini sendiri saja hehe" Tolak halus Taeyong
"Kenapa bicara begitu? tak pantas bagaimana hm?, oh ya tadi Yonggie kesini dengan siapa? sampai terlihat kelelahan seperti ini" Tanya Ten keheranan, pasalnya ia tidak melihat kedatangan pemuda yang sudah dianggapnya adik sendiri itu tadi, dan anehnya juga dia sampai kelelahan.
"Jalan kaki hyung, Haechan tidak membolehkan ku untuk ikut mobilnya, tapi karena aku tidak enak jika tak datang ke reuni hyung hari ini, makanya aku datang saja meski harus berjalan kaki hehe" Jawab Taeyong sembari tersenyum cantik.
***
author tolong jngan lupakan kalo Taeyong itu berbatang, punya pito*, tapi dia asli cantik bor lah. apalagi dengan editan nyeleneh warga +62
***
"Aish kapan anak itu akan berubah, selalu seenaknya sendiri saja. Sudah jangan terlalmemperdulikan nya, ayo ku kenalkan dengan teman temanku. Mereka baik kok, tak usah merasa tak pantas." Ajak Ten mengulurkan tangan kanan nya dan disambut baik oleh Taeyong, kemudian berdiri dan mengikuti langkah Yoongi kearah teman temannya.
"Oke guys, aku membawa seseorang nih." Ucap Ten pada empat orang didepannya, dan mereka kemudian menoleh pada si sumber suara.
"Oke Taeyong, kenalkan ini Jhonny kekasihku, yang itu Doyoung hyung dan yang disebelahnya Taeil hyung kekasihnya. Dan yang terakhir ini Jaehyun" Ucap Ten sambil menunjuk satu persatu sahabat serta kekasihnya.
Taeyong hanya membungkuk kikuk kemudian tersenyum.
"Halo" Sapa Taeyong
Semua kemudian tersenyum kearah Taeyong, namun tidak dengan Jaehyun, dia hanya menatap datar pemuda manis yang ada didepannya itu.
Haechan yg melihat dari jauh Taeyong diperkenalkan kepada teman teman Ten pun merasa geram dan menghampiri mereka dengan kesal, dan tatapan tidak suka tentunya.
"Hyung kenapa hanya Taeyong yang kau perkenalkan pada mereka, lagian dia kan bukan siapa-siapa mu. Sedangkan aku sendiri yang merupakan sepupu kandung mu malah diabaikan disini" Ucap Haechan kesal sambil menghentakkan kakinya. Doyoung yang melihatnya hanya tersenyum kecil kearah Haechan yg dirasa berlebihan.
"Oh iya kenalkan juga ini Haechan adik sepupuku" Ten pun mengalah.
Haechan mengulurkan tangannya kepada teman teman nya Ten satu persatu hingga akhirnya berkesempatan menjabat tangan Jaehyun yang tentu saja ditahan cukup lama oleh Haechan membuat Jaehyun cukup risih, dan kemudian melepas jabatan tangan mereka sedikit kasar.
"Haechan dan Taeyong itu saudara tiri, ayah Taeyong menikah dengan ibu Haechan yang merupakan adik kandung ibuku. Tapi Ayah Taeyong menikah dengan ibu Haechan yang merupakan adik kandung ibuku. Tapi sekarang ayah Taeyong sudah meninggal" Lanjut Ten.
Haechan mendengus tak suka akibat mendengar Ten menyebut Taeyong sebagai saudaranya, yah walaupun memang mereka pernah menjadi saudara karena pernikahan orang tua mereka tapi selepas kepergian ayah Lee, Haechan sudah tak lagi menganggap Taeyong sebagai saudara nya lagi.
Sorry guys disini author bikin si Haechan jadi antagonis dulu oke, jan di hujat - author
***
Jaehyun begitu larut menikmati soju di hadapannya sembari mengerang frustasi mengingat ucapan kakeknya.2 botol penuh soju habis sudah ia teguk seorang diri. Jhonny sedang sibuk menemani kekasihnya sekaligus menghabiskan malam indah dengan Ten, sementara itu sepupunya Taeil dan kekasihnya tak terlihat entah kemana pergi, mungkin di kamar.
Haechan menatap Jaehyun yang terduduk sendiri di bar counter yang memang sudah disediakan oleh Ten, timbul lah kemudian di pikirannya untuk mendekati pemuda jangkung nan tampan tersebut.
Perlahan namun pasti ia mendekat kemudian mendudukkan dirinya disamping Jaehyun yg sudah dalam kondisi setengah mabuk, berdehem sekilas kemudian memegang lengan Jaehyun.
"Kenapa sendirian saja kak, kau tak datang bersama pacarmu kah kesini?" Tanya Haechan basa basi
"Tentunya tdak akan mungkin kan pria tampan sepertimu tidak memiliki kekasih?" Goda Haechan sambil tersenyum semanis mungkin.
Jaehyun hanya melirik sekilas kemudian fokus kembali pada gelasnya dan mengabaikan Haechan yang kini tengah berdecak kesal merasa diacuhkan.
Sungguh Jaehyun tidak terlalu suka melihat Haechan yang dianggapnya berlebihan mendekatinya seperti ini. Jaehyun risih karena Haechan sedari tadi dengan tidak tau dirinya bergelayut manja pada salah satu tangan nya, 'ck siapa dia berani menggandeng tangan ku seperti ini' pikirnya
Ia pun berdiri melepaskan diri kemudian melenggang pergi ke toilet meninggalkan Haechan yang sedang menggeram kesal sambil memukul mukul meja. Jaehyun kini sedang membasuh wajahnya di wastafel selepas dari toilet kemudian keluar. Namun atensinya teralih pada sosok mungil, ya, dirinya mendapati pemuda bernama Taeyong yang tadi diperkenalkan oleh Ten, kedapatan sedang tertidur di sofa tak jauh dari toilet.
Didekatinya pemuda yang sedang terlelap tersebut, dipandanginya wajah manis itu lamat lamat. Kulitnya yang putih dan bibirnya yg semerah cerry membuatnya tergoda.
etdah padahal Haechan juga menggoda loh thor - Mark
yeuh jelas lah, kan dia bott mu yank - Author
Entah apa yang sudah merasuki tubuh dan pikiran Jaehyun saat ini, hingga ia tiba-tiba mendekatkan wajahnya ke arah Taeyong. Menghirup aroma manis tubuh Taeyong yang terasa menenangkan untuknya kemudian mengecup sekilas bibir merah yg sedikit terbuka tersebut.
"Hm, manis." itulah yang ia rasakan saat bibirnya menempel dibibir si manis yang berhasil membuatnya candu. Entah efek alkohol atau memang dia sendiri yang menginginkan nya, dengan tiba-tiba saja Jaehyun mengangkat tubuh mini Taeyong ala bridal, lalu kemudian membawanya masuk ke dalam kamar di dekat kursi tempat Taeyong tertidur.
Dirasa sedikit aneh dengan posisinya, Taeyong pun menggeliat sesaat ketika tubuhnya diturunkan diatas ranjang. Perlahan membuka mata dan melihat sosok lelaki yg tadi diperkenalkan Ten tengah menyeringai.
"A..Apa yang kau lakukan kak, kenapa aku disini? Jangan macam macam kak" Teriak Taeyong ketakutan setelah mencium bau alkohol yg menyeruak dari tubuh Jaehyun saat ini. Taeyong yakin pria dihadapannya ini sedang mabuk berat.
Dengan sekuat tenaga Taeyong berusaha meronta ronta dari cengkraman Jaehyun yang kini tengah pada posisi mengukungnya. Tapi demi apapun tenaga orang yang mabuk memang tak main main kuatnya ditambah lagi keadaan ruangan yg kedap suara membuat usaha Taeyong hanya sia sia.
Perlahan Jaehyun mendekatkan wajahnya kemudian melumat bibir manis Taeyong. Namun Taeyong masih mencoba melepaskan diri namun lagi lagi sia sia.
Jaehyun malah semakin kuat mencengkeram tangannya hingga ia kehabisan tenaga. Ciuman Jaehyun turun kearah perpotongan leher mulus Taeyong yang berhasil meninggalkan bercak merah keunguan disana. Taeyong hanya menangis sejadi jadinya tak sanggup berbuat apapun karena tenanganya kurang cukup untuk melawan.
Jaehyun mengikat tangan Taeyong yang sudah mulai pasrah itu keatas kepala ranjang menggunakan kemejanya yang telah ia tanggalkan.
"Kumohon jangan lakukan hiks itu kak hmmpth" Ucapan Taeyong terpotong karena Jaehyun kembali melumat bibirnya sambil perlahan membuka kemeja yang dikenakan Taeyong hingga semua kancingnya terlepas.
Jaehyun turun dari atas ranjang guna untuk mengambil kain didalam lemari sana dan menyumpal mulut Taeyong agar tak berteriak.
Taeyong tak kuasa lagi menahan airmatanya yang mengalir begitu saja meratapi nasib buruknya. Jaehyun tak tahan melihat n****e Taeyong yang menegang itu kemudian mengulumnya sembari tangan yang satunya menggenggam kejantanan Taeyong, dan meremasnya pelan dibalik celana kain yang masih dikenakan Taeyong.
Setelah puas dengan n****e pink Taeyong, Jaehyun kini mulai membuka resleting celana Taeyong lalu melepasnya kasar dan membuangnya ke sembarang arah. Jaehyun meneguk ludahnya kasar melihat lubang pink yang berkedut dan nampak sangat ketat dibawah sana. Hal itu membuat libido nya naik sangat tinggi.
Dua jarinya ia masukkan dengan pola menggunting sembari mulutnya sibuk menjilat jilat n****e Taeyong. Jangan lupakan pakaian Jaehyun yang telah terlepas sepenuhnya alias dia juga sudah naked.
Dirasa sudah cukup, tanpa menunggu lama ia mengarahkan kejantanannya yang besar, berurat panjang itu kearah hole sempet Taeyong. Kemudian perlahan menancapkannya hingga terbenam sempurna di dalam sana.
Lalu perlahan ia memaju mundurkan pinggulnya sendiri menikmati euphorianya itu tanpa memperdulikan rintihan kesakitan Taeyong dibawah sana.
Matanya terpejam menikmati setiap gesekan dipangkal pahanya dan remasan ketat di penisnya, sembari menggigit bibirnya sendiri dan menggeram rendah. Hingga akhirnya ia mencapai pelepasannya. Membiarkan semua benihnya tumpah didalam tubuh Taeyong. Kemudian melepaskan penyatuan mereka dan terkapar disamping tubuh lengket Taeyong yang sudah lemas tak berdaya.
***
Perlahan kesadaran Jaehyun mulai kembali, ia membuka matanya dan betapa terkejut nya ia, melihat tubuh lemas Taeyong di sampingnya yang masih dalam keadaan terikat dan mulut yang dibekap oleh kain.
Keadaan kemeja yang masih menempel dengan kancing yang sudah terlepas entah kemana sepenuhnya, banyak tanda merah hasil karya bibirnya disana. Bau s****a yang menyeruak memenuhi ruangan membuatnya menggeleng melihat keadaanya sendiri yang sudah full naked.
"Apa yg sudah ku lakukan" Batinnya tak percaya.
Perlahan Jaehyun turun dari ranjang, melepas ikatan dan bekapan di mulut Taeyong yang sudah tak sadarkan diri akibat kelelahan kemudian memunguti pakaiannya dan mengenakannya asal. Perlahan ia melihat keluar dari ruang kamar itu,
Setelah memastikan tidak ada seorang pun disana Jaehyun kembali kedalam memakaikan pakaian Taeyong kemudian menggendongnya ala bridal untuk menuju mobil dan membawa pemuda pingsan itu ke apartemen pribadinya.
Demi apapun sekarang Jaehyun sangat gugup, ia bahkan sampai berulang kali memukul mukul setir kemudinya, kemudian mengacak rambutnya, lalu menatap pantulan pria yang sudah dirusaknya tengah terlelap tak sadarkan diri di jok belakang.
Ia menyesali perbuatannya, tak seharusnya ia melakukan ini pada pemuda yang bahkan baru beberapa jam lalu dikenalnya. Seketika perasaan bersalah pun kini mulai menghantui pikirannya.
"Argh sial sial" geram Jaehyun.