Pertemuan

1969 Words
KRAKK BYURRRR "Asshh dingin hiks" Ucap Taeyong Taeyong terbangun dengan keadaan menggigil gemetar akibat guyuran air dari sang ibu tiri. Ditambah lagi semalaman ia tertidur ditengah hawa dingin tanpa alas bahkan kain tipis apapun. Untung saja ia tak terkena penyakit kedinginan. "Cepat bangun dasar kau anak pemalas, masak dan cuci semua baju baju kotor didalam setelah itu pergi sana bekerja" Bentak ibu tiri Taeyong. "Shh b-baik ma " Jawab Taeyong terbata. "Ck. Sudah kubilang berulang kali, jangan pernah memanggil ku dengan panggilan seperti itu, aku bukan mamamu dan aku juga tidak akan pernah sudi memiliki anak sepertimu, kau paham?!. Panggil aku NYONYA!!" SooYoung berkacak pinggang didepan Taeyong. "B.. Baik nyonya" Balas Taeyong kemudian berlalu masuk rumah untuk memenuhi perintah sang ibu tiri tersebut (anjim sa bikin cerita kek mirip Cinderella ya, oke lanjut) "Selesaikan tugasmu dengan segera, jika aku pulang semua masih berantakan maka kau akan menerima hukumanmu KAU MENGERTI TAE?!" Ucap SooYoung lantas segera melangkah pergi. Taeyong kini memulai aktivitasnya dengan memasak sarapan sederhana untuk ibu dan adik tirinya. 2 piring nasi goreng kimchi dan 1 gelas jus mangga serta 1 gelas cokelat hangat yang kini telah tersaji di meja makan. Kemudian ia segera bergegas ke dapur dan membersihkan dapur juga mencuci peralatan masak yang kotor. Lanjut dengan menyapu lantai, mengepel nya, kemudian membereskan ruang keluarga dan yang terakhir mencuci baju baju kotor milik ibu tirinya dan adik tirinya juga. Selepas semuanya telah selsai ia kerjakan. Taeyong pun mengambil handuk dan pergi mandi lalu bersiap menuju restoran tempatnya bekerja. Karena Haechan masih belum bangun saat Taeyong sudah siap untuk pergi, jadi ia memilih untuk memakan sedikit sisa nasi goreng yang ia buat tadi kemudian meminum obat penurun demam berharap pusing dan panas badan nya segera hilang. *** Ditengah jalan Taeyong melihat Ten yang baru saja keluar dari Villa nya dan hendak pergi ke supermarket terdekat, karena ini hari minggu sudah dipastikan pemuda Thailand tersebut sedang libur dari pekerjaan nya. "Yonggie semalam kau kemana hm?, kenapa tiba-tiba saja kau menghilang, dan itu membuatku khawatir. Kau oke kan semalam?" Tanya Yoongi. "M.. Maaf hyung tadi malam tiba-tiba kepalaku pusing dan merasa tak enak badan jadi aku langsung saja pulang tanpa pamit dulu padamu. Yonggie tak enak mengganggu kebersamaan hyung dengan kekasih hyung" Ucap Taeyong berbohong. "Oh ya sudah tak apa jika begitu kau harus banyak makan dan minum oke. Ah ya kau mau bekerja kan? Ayo kuantar, kebetulan aku juga mau ke supermarket, lagipula searah kan." Tawar Yoongi. "Tidak usah hyung, nanti malah merepotkan hyung saja. Yonggie berangkat sendiri saja hehe" Tolak Taeyong tak enak jika harus merepotkan si pemuda Chittaphon itu. "Ahh tak apa jangan merasa tak enak begitu, lagi pun kita searah kan sudah ku bilang, jadi sekalian saja ayo." Putus Ten yang kemudian diangguki setuju oleh Taeyong. SKIPP Jaehyun berdecak kesal. Kesal kenapa? ya pasalnya karna pagi pagi sekali kakeknya menelepon mengajaknya makan siang bersama, dan parahnya lagi dengan mengajak calon istri yang sudah kakeknya pilihkan untuk dirinya. Oh astaga rupanya kakeknya itu memang tak main main dengan ucapannya saat kemarin. Melirik sekilas jam dinding yang menunjukkan hampir pukul 11.00 pagi Jaehyun segera bergegas untuk membersihkan diri. Lalu suara dering ponsel berhasil mengejutkan Jaehyun yang kini tengah berkutat didepan lemari untuk memilih pakaian yang akan ia kenakan nanti. Melihat layar ponsel sekilas tertera nama Jhonny sebagai nama si penelepon disana kemudian tanpa menunggu, Jaehyun langsung menjawab panggilan tersebut. "Halo Jhon, kenapa?" Tanya Jaehyun to the point. "Kau semalam kemana dasar sialan, tiba-tiba menghilang tanpa pamit, bagai asap di terjang angin, kau tau kau malah membuat semua orang panik karna mu Jae" Suara Jhonny menggelegar diujung sana membuat Jaehyun bergidik dan menjauhkan sedikit ponselnya dari telinganya. Sungguh suaranya benar benar hampir membuat gendang telinga Jaehyun mendengung dibuatnya. "Aku ada urusan kemarin jadi buru buru pergi lagipun kau sedang sibuk bermesraan dengan kekasih Thailand mu itu, ya mana tega aku mengganggu orang pacaran, rasanya malah seperti nyamuk mendarat di t**i kucing bukan tubuh kucing nya" Ucap Jaehyun berkilah. (pandai bersilat lidah juga kau Jae) "Hehehe ya sudah kalau begitu, dimana kau sekarang. Aku akan pergi berbelanja bersama Ten di Mall, kau mau ikut? Kita berbelanja" Tawar Jimin. "Trus kau mau menjadikanku obat nyamuk begitu? sialan aku bukan baigon, kau pikir aku ingin melihat mu pacaran dengan Ten, lalu bermesraan juga? ah lupakan. Makasih untuk tawarannya tapi aku sungguh tak berminat untuk ikut" Jawab Jaehyun ketus. "Hei bukan begitu bro, tak ada niat aku untuk menjadikan mu nyamuk, hargai sedikit lah niat baik sahabat tampanmu ini" Oceh Jhonny. "Sekali lagi terimakasih untuk tawarannya Jhon, tapi aku benar-benar tidak bisa. Siang ini kakek mengajakku bertemu dengan wanita itu" Jelas Jaehyun "Eoh? Apa? Bertemu? Sekarang? Woah jadi kakekmu benar benar serius akan menjodohkan mu Jae?" Tanya Jhonny terkejut. "Hah ya begitulah Jhon" Tukas Jaehyun kelewat santai. Entah lah Jaehyun pikir untuk sedikit menerima keputusan sang kakek. Toh juga kan meski Jae tak mau melakukan nya Kakeknya itu akan tetap kekeh untuk melakukan rencana perjodohan itu. "Yah semoga semuanya berjalan lancar, dan sesuai harapanmu Jae, Good Luck bro" Sahut Jhonny "Thank's Jhon" Jawab Jaehyun sebelum kemudian panggilan itu terputus. SKIPP Mobil Jaehyun sudah terparkir rapi disebuah restoran mewah di pusat kota Seoul. Jaehyun kemudian bergegas untuk masuk dan mencari keberadaan sang kakek didalam sana. Matanya menelisik ke segala penjuru ruangan hingga pandangannya berhenti pada 2 orang lelaki dan seorang wanita muda diujung sana.Kemudian berjalan menghampiri meja tersebut. Jaehyun sejenak tertegun melihat wanita muda yang akan diperkenalkan kakeknya ini. Kenapa dunia begitu sempit pikirnya. Karena wanita tersebut adalah Park Chayeon aka ROSE, yang tak lain adalah mantan kekasih Jaehyun waktu masih duduk di bangku SHS dulu. "Oh kau sudah datang Jae, duduklah. Kenalkan ini tuan Park rekan bisnis kakek dan ini putrinya Rose" Ucap sang kakek yang hanya dibalas anggukan kepala sembari tersenyum tipis oleh Jaehyun. Pandangan Jaehyun dan Rose bertemu, sejenak terkejut karena tak menyangka akan dipertemukan lagi seperti ini. Namun juga ada gurat kerinduan disana. Rose tersenyum manis menatap mantan kekasihnya yang sudah lama tak ditemuinya dari dulu, dan kini menjadi calon suami pilihan ayahnya. Tak dipungkiri ada perasaan bahagia yang begitu membuncah didalam hatinya saat ini. "Jadi ini cucumu Tuan Jung, ia sangat tampan pasti cocok berdampingan dengan putriku ini" Ucap Tuan Park. "Jadi ternyata kau yang akan dijodohkan denganku Rose?" Tanya Jaehyun tanpa melepas pandangan nya dari wanita cantik dihadapannya yang terlihat semakin memesona dari terakhir kali mereka dulu bertemu. Rose mengangguk malu " Iya Jae, aku juga tak menyangka jika lelaki yang akan diperkenalkan oleh ayahku kepada ku hari ini adalah kau" (Dasar modus kamu mbak astaga) "Oh jadi kalian sudah saling mengenal satu sama lain eouh? Ini sangat bagus berarti kami tak salah memilih untuk menjodohkan kalian" Ucap Tuan Park semangat. "Bukan hanya mengenal tuan, tapi Rose ini dulunya mantan pacar ku waktu di SHS, kami berpisah saat lulus sekolah dan Rose memutuskan untuk melanjutkan study kuliah nya diluar negri" Jawab Jaehyun dengan panjang lebar. Kakek Jung bahagia mendengar penuturan cucunya barusan, ia mungkin menyangka bahwa mereka masih saling mencintai, jadi cocok untuk menikah dan membina rumah tangga. "Bagus kalo begitu Jae berarti kalian bisa segera menikah di waktu dekan ini. Ucap kakek Jung semangat. "Ya sudah ayo pesan makanan dulu, sudah masuk jam makan siang sekarang" Ucap Tuan Park sembari melambai memanggil pelayan. Seorang pemuda manis sedikit berlari kecil menghampiri meja Kakek Jung sembari membawa buku menu dan note kecil di sakunya guna untuk mencatat pesanan. "Silahkan Tuan mau pesan apa" Ucap si pemuda seraya menyerahkan buku menu kepada Kakek Jung kemudian mengambil note kecil didalam saku seragamnya untuk menulis pesanan mereka. Tapi kemudian ia sedikit tercekat melihat pria muda yang duduk disana. Bagaimana tidak, karna ia tidak akan pernah mungkin bisa melupakan pemuda yang sudah menghancurkan masa depannya semalam. Ya kalian tak salah, pelayan itu adalah Taeyong. Jaehyun yang melihat nya juga tak kalah terkejut, apalagi Taeyong disini ternyata bekerja sebagai pelayan. Tak ingin yang lainnya curiga Taeyong berpura-pura tidak mengenal Jaehyun dan berusaha bersikap sewajarnya selayaknya pelayan dan pembeli. Kemudian Tae menyadari kehadiran gadis cantik yang tengah duduk disebelah Jaehyun, yang ia tebak itu pasti kekasihnya. "Jae, Rose kalian mau pesan apa?" Tanya Tuan Park yang seketika membuyarkan lamunan Jaehyun. "Samakan saja tuan" Jawab Jaehyun singkat tak ingin terlihat gugup dihadapan calon mertuanya itu. Pesanan sudah dicatat, dan kemudian Taeyong mengambil kembali buku menu dari tangan Tuan Park lalu membungkuk dan berlalu dari sana. Jaehyun masih tak bisa melepas pandangannya dari Taeyong hingga tepukan Rose dapat mengalihkan fokusnya. "Kau baik baik saja Jae, kenapa wajahmu memucat seperti itu? Kau tengah ta enak badan?" Tanya Rose khawatir. "Ah tidak aku baik baik saja, kalo begitu aku permisi ke toilet sebentar" Ucap Jaehyun mengalihkan pembicaraan kemudian bergegas menuju toilet. *** Hati Taeyong mencelos menatap Jaehyun tengah terduduk disana bersama seorang wanita. Entah kenapa perasaannya begitu sakit. Apakah Taeyong mulai jatuh cinta? No tidak akan mungkin, Taeyong lantas menggelengkan kepalanya menolak segala kemungkinan itu, dia tak pantas mengharapkan sosok Jaehyun. Pemuda itu anak orang berada apalagi tadi ia sedang duduk bersama seorang wanita cantik yang satu kasta dengannya. Note pesanan sudah diserahkan pada kepala juru masak tinggal menunggu hidangan selesai disiapkan, Taeyong pamit ke toilet sebentar sekedar membasuh muka agar lebih segar lagi, dan relax. Namun di luar sangkaan disana ia malah bertemu lagi dengan Jaehyun yang baru saja keluar dari bilik toilet. "Ah ternyata kau. Kau bekerja disini Tae?" Tanya Jaehyun setelah menyadari kehadiran Taeyong disana. "I iya tuan, saya permisi dulu masih banyak pekerjaan" Pamit Taeyong terburu buru hendak pergi namun sebelum ia melangkah Jaehyun langsung menahan lengannya. "Am Tae, soal kejadian kemarin malam aku..." "Lupakan saja tuan aku tau kau tak sengaja melakukannya,sebaiknya tuan segera kembali kekasih tuan pasti sedang menunggu disana, takutnya ia menunggu kekasih nya terlalu lama" Ucap Taeyong seraya melepas cekalan tangan Jaehyun dan berlalu meninggalkan Jaehyun yang masih terpaku ditempatnya. Sesampainya di dapur, pesanan ternyata sudah selesai dibuat sang juru masak. Taeyong segera mengantar pesanan itu mengabaikan rasa pusing yang tiba-tiba saja menyerang kepalanya. Perlahan Taeyong menata satu persatu makanan diatas meja. Hingga sampai di minuman terakhir yang ia letakkan rasa pusingnya kembali mendera lebih dari sebelumnya, dan itu sangat tak tertahankan. Hingga tak sengaja ia malah menumpahkan orange jus di gaun mahal Rose. Lantas Rose menjadi marah melihat gaun mahalnya kotor ketumpahan minuman apalagi ini didepan calon suami dan calon kakek mertuanya. "APA APAAN KAU INI, KAU TAU INI GAUN MAHAL DAN KAU SENGAJA KAN MENUMPAHKAN MINUMAN ITU IYA? BECUS KERJA TIDAK? MANA MANAGERMU, AKU INGIN DIA MEMECAT PEGAWAI TAK BECUS KERJA SEPERTIMU" Bentak Rose kasar Taeyong yang tak sengaja pun hanya bisa menunduk kan kepalanya sebari menggumamkan kata maaf berkali- kali. Tak lama manager datang mendengar keributan disana kemudian meminta maaf kepada Rose atas kelalaian Taeyong. Rose tentu saja tak terima begitu saja, ia menuntut agar Taeyong segera dipecat dari pekerjaannya. Jaehyun yang melihat kejadian itu tak sanggup berbuat apa-apa. Ia tak mau membuat kakeknya curiga dan bertanya macam macam. Terbersit sedikit rasa iba dihatinya melihat Taeyong diperlakukan demikian, tapi ya lagi lagi gengsinya mengalahkan segalanya. "Maaf Tae, kami tidak bisa lagi mentolerir kesalahan mu kali ini. Dan mulai saat ini kau dipecat. Ambil lah uang pesangon pada reservation" Ucap sang manager pelan namun mampu menusuk relung hati Taeyong. Rose menyeringai puas setelah mendengar akan keputusan sang manager. Dan semakin puas lagi melihat raut wajah Taeyong yang kini tertunduk sebari menahan tangisnya. Taeyong kemudian pamit undur diri ke belakang mengambil semua barang barang miliknya juga ke ruang reservation guna mengambil uang pesangon terakhirnya, kemudian pergi meninggalkan restoran. Airmatanya yang sudah tak dapat dibendung lagi, menetes tanya tau dirinya perlahan membasahi pipi mulusnya itu. Sekarang Taeyong hanya memikirkan apa yang harus ia katakan pada ibu tirinya nanti. Kenapa nasib sial tak ada henti hentinya untuk menghampirinya, tak puaskah hidup ini selalu mempermaikannya? Tak puaskah dia menderita selama ini? Bahkan dia tak pernah merasakan bahagia sedikitpun setelah kedua orang tuanya tiada.
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD