23 - Berlian yang Berharga

1520 Words

Wajah memerah Varina menjadi pusat perhatian di ruang makan. Semua orang sengaja mencuri-curi pandang ke arah gadis itu. Namun, Varina tampak tidak menyadari hal tersebut. Berbeda dengan Eden yang justru merasa risih, terutama karena tatapan Kevin pada istrinya. Eden berdehem keras, membuat semua perhatian kini tertuju ke arahnya. “Jadi, kapan kalian akan memakan makanan itu? Atau kalau kalian memang sudah selesai, kalian bisa pergi dulu, tidak perlu menunggu kami!” Marquess Havart tampak menjadi orang yang paling terkejut mendengar ucapan Eden. Kakek tua itu sampai terbatuk-batuk sebelum akhirnya mengeluarkan senyum menggodanya. “Varina, apakah kamu baik-baik saja?” “Hm?” Varina yang sejak awal tidak tahu apa yang sebenarnya terjadi pun terkejut karena namanya yang tiba-tiba terbawa.

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD