16 - Sakit yang Tertinggal

1637 Words

“Mulai hari ini, kita akan tidur di kamar yang sama.” Mata Varina membulat. Ia langsung melangkah mundur dan menatap Eden waspada. “Apa? Tapi kenapa tiba-tiba? Enggak!” Eden masih menampakkan wajah santai seolah tak terpengaruh. Ia mengangkat kedua bahunya acuh. “Baiklah. Jadi, biarkan saja Nina tidur di kandang kuda sampai tiga hari ke depan.” Varina menatap Eden memelas. “Aku mohon, jangan seperti itu!” “Aku sudah memberimu kesempatan. Jika kamu ingin aku membebaskannya, maka tentu saja kamu harus memberikan kompensasi yang sebanding untukku. Semua keputusan ada di tanganmu.” Varina menghentakkan kakinya kesal. “Apa tidak ada permintaan yang lain? Lagi pula, kamu sendiri yang sejak awal tidak mau sekamar denganku, kan? Kenapa tiba-tiba jadi seperti ini?” “Kemarin adalah waktu untuk

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD