Eden menatap Varina dengan tatapan yang sulit dimengerti, seakan ingin mengatakan sesuatu, tetapi kata-kata itu tak kunjung keluar. Ia beranjak menuju meja kecil di dekat ranjang, mengambil mangkuk berisi sop hangat yang baru saja disiapkan oleh pelayan. Dengan hati-hati, ia mendekat lagi ke ranjang, membawa mangkuk itu di tangan. "Ini," kata Eden, menyodorkan sendok pertama ke arah Varina. Varina melirik sendok itu dengan sedikit ragu, kemudian menatap Eden. “Aku tidak mau makan, Eden. Kamu harus pergi kerja, kan? Aku baik-baik saja.” Eden mendengus pelan, mencoba menyembunyikan kegelisahan di dalam hatinya. “Kamu pikir aku akan meninggalkan kamu di sini begitu saja? Tidak sebelum aku memastikan kalau perutmu sudah terisi.” Varina mendengus kesal, meskipun tubuhnya terasa sangat lemas

