Masuk Kamar

2053 Words
Greisy kaget melihat Edward memukul Arthur hingga seperti ini. Raut wajah yang di penuhi amarah. "Edward masuk, Arthur ayo aku obati lukamu dahulu berjalanlah perlahan" ucap Greisy "Yang dipukul hanya wajahku, Sy. Kaki ku baik baik saja"ucap Arthur masih bisa tersenyum. Edward yang melihat interaksi itu dari belakang dibuat meradang. Ia benar benar ingin membunuh kakaknya saat ini juga. Kakaknya hanya memanfaatkan Alexa untuk kepentingan pribadi yang hanya akan membuat terluka wanita yang sangat ia cintai. Ia tidak akn membiarkan itu. Greisy menyuruh Edward dan Arthur di ruang tamu, ia memperingatkan mereka untuk tidak saling memukul lagi selama ia mengambil obat untuk mengobati Arthur yang terluka. Sesaat setelah Greisy pergi, Edward masih terus menatap Arthur penuh kebencian, sedangkan Arthur menatap Edward dengan kesal. Belum lama lebam karena pukulan di wajahnya menghilang, sekarang ia malah menerima pukulan lagi dan lukanya bahkan lebih parah. Greisy datang kembali dan mengobati Arthur. Arthur sedikit merintih, tapi Greisy dengan telaten mengobatinya secara perlahan. Edward menggenggam tangannya kuat untuk menahan segala perasaan yang berkecambuk di dalam dirinya. Selesai mengobati Arthur, Greisy pergi untuk memengambilkan minum. "Minum, tenangkan diri kamu"ucap Greisy pada Edward Edward menurut saja dengan apa yang Greisy ucapkan. Tatapannya sekarang menuju ke arah Greisy, gadis cantik impiannya. "Alexa, aku ingin menanyakan beberapa hal."ucap Edward Arthur yang mendengar panggilan dari Edward untuk Greisy pun memandangi dua orang ini bergantian. Apakah mereka berdua saling mengenal, atau apa ? Greisy memiringkan kepalanya, seolah bertanya apa yang ingin ditanyakan. "Apa kamu mencintai dia ?"tanya Edward menunjuk Arthur dengan jari telunjuknya. Greisy memandangi Arthur, jujur saja dia tidak memiliki rasa apapun pada Arthur. Niat awalnya hanya untuk membantu Arthur lepas dari perjodohan tidak lebih. "Maksud lo apa nanya kayak gitu, pertanyaan lo ga bermutu." Bukan Greisy yang menjawab melainkan Arthur, ia tidak mau sampai Greisy mengungkapkan apa yang terjadi pada mereka berdua. Belum sempat Edward membalas ucapan kakaknya, suara Greisy menghentikannya. "Aku mencintainya."ucap Greisy Arthur yang terkejut langsung memandang ke arah Greisy, wajahnya menunjukkan keseriusan membuat Arthur berdebar debar. Ia tidak menyangka jika Geisy bisa mencintainya dalam waktu singkat. "Apa yang membuat kamu mencintai kakakku? Alexa dia bukan orang yang baik untuk kamu. Kamu akan terluka di masa depan jika bersama dia. Aku mohon sebelum semuanya telambat, akhiri sekarang. Ia bahkan terkadang masih tidur dengan mantan pacarnya, kamu tidak tahu kan? Alexa kalian belum terikat secara hukum saja dia sudah menghianati kamu jadi, putuskan hubungan kalian. Aku akan membantumu membicarakannya kepada orang tua kita" ucap Edward Jujur, Greisy bingung saat ini. Ia tidak tau personality Arthur seperti apa. Pertemuan mereka bisa di hitung jari dan sebenarnya mereka tidak saling mengenal secara pribadi. Greisy jadi agak terpengaruh dengan ucapan Edward, masih tidur dengan mantannya BIG NO. Dirinya tidak mau berhubungan dengan pria yang belum selesai dengan masa lalunya "Edward, saya rasa anda sudah melampaui batas." ucap Arthur langsung berdiri, Edward tersenyum sinis. "Kenapa tiba tiba pakai bahasa formal, Kak. Mau mengintimidasi ? Lo takut bahwa kenyataan sebenarnya Alexa nggak mencintai lo atau lo takut karena gua sifat busuk lo diketahui Alexa iya? Kayaknya kalo Alexa ngga mencintai lo sekalipun lo juga ga akan peduli karena di hati lo cuma ada Bella"ucap Edward Jika saja Edward bukan adiknya ia pasti sudah menghajarnya habis. Ia sebenarnya merasa aneh dengan sikap Edward yang berubah. Sebelumya Edward tidak pernah seperti ini. Edward bukan orang yang dengan terang terangan menunjukkan ketidaksukaannya akan sesuatu. Tapi hari ini, Edward menunjukkan ketidaksukaannya pada dirinya bahkan sampai memukul wajahnya. "EDWARD"teriak Arthur marah "Jika di tanya alasan aku tidak tau, bukankah pada dasarnya cinta tidak memerlukan alasan. Aku merasakannya dengan hatiku, aku merasa dia pria tepat yang Tuhan kirimkan untuk mendampingi sisa hidupku. Tentang masa lalunya itu bukan miliku dan urusanku, itu miliknya dan urusannya bukankah setiap orang memiliki masa lalu. Yang aku tau sekarang dia pasti akan menjaga dan menghargai hubungan kami dengan baik. Dan jika aku terluka di masa depan, itu menjadi konsekwensi yang aku tanggung karena memilihnya sebagai teman hidupku tapi aku akan selalu berharap dan berdoa semoga tidak akan ada luka itu di masa depan." ucap Greisy Bukan hanya Arthur, Edward juga speechless mendengar jawaban Greisy yang seolah sangat mempercayai Arthur. Jujur saja, Arhur tidak menyangka Greisy akan mengatakan itu. Edward berdiri dari duduknya, "Jika di masa depan kamu berubah pikiran atau pria ini menyakitimu datanglah padaku, Al. Awas kau kak, sedikit saja air mata Alexa menetes di pipinya aku akan menghabisimu"ucap Edward lalu pergi. Arthur dan Greisy saling pandang. "Kamu mencintaiku, Sy?"tanya Arthur "Jangan terlalu banyak berpikir, aku mengatakannya hanya agar Edward berhenti berharap padaku."ucap Greisy "Bagaimana kamu tahu dia menyukaimu?"tanya Arthur "Aku tidak buta untuk bisa melihat bahwa Edward menyukaiku, karena untuk ukuran teman kita tidak terlalu dekat. Untuk apa juga dia repot repot datang hanya untuk memperingatkanku, memberikan fakta tentangmu, memukulmu, mengancammu, dan menawarkan diri jika aku terluka di masa depan karenamu."ucap Greisy Arthur merasa ucapan Greisy masuk akal, tapi sejak kapan mereka saling mengenal. Yang ia tau adiknya ini sulit untuk menyukai wanita, Edward cenderung tidak suka jika ada wanita yang mendekatinya. "Tentang pernikahan, kamu ingin pernikahan yang seperti apa?"tanya Arthur "Aku rasa kita tidak perlu memikirkannya, karena semua pasti sudah mereka siapkan, kita hanya tinggal menunggu tanggal yang akan mereka putuskan juga."ucap Greisy Arthur menyeritkan dahi "Kenapa kamu berpikir seperti itu?"tanya Arthur "Terlalu banyak bertanya, apa benar kamu seorang CEO. Mereka akan menyiapkan segalanya karena mereka sudah merencanakan perjodohan ini. Apa masih ada hal yang ingin kamu bahas?"ucap Greisy "Untuk apa apa saja yang boleh dan tidak boleh di lakukan dalam pernikahan ini akan kita bahas di lain waktu, kamu cukup lelah dan butuh waktu sendiri. Aku pamit."ucap Arthur Greisy hanya memanggukkan kepalanya, Arthur benar ia sangat lelah sekarang dan butuh waktu untuk sendiri. Ia akan merenungkan nasib hidupnya. Hidup yang bukan miliknya tapi milik orang tuanya. Keesokan harinya saat sarapan pagi di keluarga Rodriguez, Cassandra terlihat begitu murung. Ia terpikirkan tentang benarkah keputusannya menjodohkan Greisy dengan Arthur. Untuk memakan sarapannyapun ia tidak berselera. Apalagi ia tahu bahwa Greisy tidak pulang tadi malam. "Sebelum ke perusahaan, ada yang ingin papa bicarakan." Diego yang sudah selesai dengan sarapannya pergi ke ruang keluarga. Sarah dan Charles saling pandang, tidak biasanya papanya mengajak bicara sebelum pergi ke perusahaan. Cassandra bahkan tidak menghabiskan makanannya, ia memilih langsung mengikuti suaminya ke ruang keluarga. Charles dan Sarah menyadari ada yang tidak beres dengan kedua orang tuanya. Selesai sarapan mereka menyusul. Charles dan Sarah duduk di sofa yang dekat dengan Cassandra. "Greisy dan Arthur akan menikah minggu depan."ucap Diego "APA!!"teriak Sarah dan Charles bersamaan. "KALIAN SUDAH GILA, APA KALIAN TIDAK MEMIKIRKAN PERASAAN GREISY?" geram Charles Charles pikir orang tuanya tidak akan melanjutkan perjodohan itu setelah dia berbicara panjang lebar saat itu. "Kak, jangan jangan Greisy nggak pulang karena hal ini"ucap Sarah, Charles menggeleng pelan Sarah kini beralih pada kedua orang tuanya. "Mama Papa ingat kata kataku, jika sampai Greisy pergi tanpa pamit lagi, menghilang tanpa mau kembali. Kalian adalah orang yang akan aku persalahkan."ucap Sarah lalu pergi Ia akan mencari dimana keberadaan adiknya persetanan dengan pekerjaannya di perusahaan ia tidak peduli. Yang ia inginkan hanya untuk memeluk adik kesayangannya. Namun, saat ia membuka pintu utama Greisy sudah ada di luar dengan senyum cerahnya. "Kakak, udah mau kerja ya"ucap Greisy Sarah langsung memeluk adiknya, ia tidak membalas perkataan Greisy. Tentu saja ini membuat Greisy heran, apa yang terjadi dengan kakanya. Tak lama dari itu Charles muncul, dengan senyum paksaan ia mendekat ke arah Sarah dan Greisy. Charles memeluk mereka, dan berbisik di dekat telinga Greisy. "Maaf, kakak tidak melindungimu dengan baik selama disini, Gre" Sarahpun melakukan hal yang sama. "Kakak minta maaf, tidak bisa membantumu lepas dari apa yang mereka rencanakan." Kini Greisy paham, kedua kakaknya meminta maaf masalah perjodohannya dengan Arthur. Greisy mengurai pelukan mereka, menampilkan senyum terbaik yang ia miliki. Menarik kedua kakaknya masuk ke dalam rumah dan menutup pintu utama. "Kakak tidak perlu minta maaf, ini bukan kesalahan kakak dan juga bukan suatu kesalahan. Mungkin ini memang yang terbaik dan aku sudah terbiasa dengan hal seperti ini."ucap Greisy Charles dan Sarah mampu melihat luka yang terpancar dari mata Greisy, mereka merasakan sakit yang luar biasa melihat adiknya berpura pura baik baik saja. Diego dan Cassandra mendengar apa yang putra putri mereka katakan, di dalam lubuk hati Cassandra yang paling dalam ia merasa yang ia lakukan adalah hal egois tapi ini harus ia lakukan. "Sudahlah, kakak kakak sekalian silakan pergi bekerja agar bisa membelanjakan adik kalian ini barang barang mewah. Aku ingin mengambil sesuatu dulu, bye bye"ucap Greisy meninggalkan kakaknya yang masih di depan pintu. "Besok kita belanja ya, Gre. Kakak akan belikan apapun yang Gre inginkan."ucap Sarah Tanpa balik badan, Greisy hanya menunjukkan jari jempolnya. Sebelum menaiki tangga Greisy berhenti karena papanya memanggil, ia menoleh ke belakang melihat papanya yang muncul dari ruang keluarga. "Greisy, pernikahanmu akan dilaksanakan minggu depan. Papa Mama dan calon mertuamu telah mengurus segalanya. Bisakah kamu nanti siang fitting gaun di butik. Arthur akan menjemputmu nanti"ucap Diego Greisy memberikan tatapan datar, kemudian langsung memberikan senyuman. "OK"jawab Greisy. Ia lalu naik tangga untuk menuju kamarnya. Sesampainya di kamar, Greisy mengambil ponselnya dan menghubungi Arthur. "Ada apa, Sy?" "Nanti jemput saja di mansion." "Memang ada apa?" "Apa orang tuamu belum memberitahumu tentang pernikahan kita?" "Mami sepertinya baru akan memberitahuku nanti karena dia menyuruhku pulang." "Pernikahan kita minggu depan, nanti siang ada fitting gaun dan kamu menjemputku." "Oke, sekalian nanti kita urus perjanjian pra nikah" "Terserah saja" "Aku akan menghubungimu lagi jika aku akan berangkat ke mansionmu." "Sudah dulu ada yang harus aku kerjakan." "Iya, jangan terlalu lelah calon istri" "Kita bukan calon pengantin yang berbahagia, kamu tidak perlu mengatakan itu" "Aku hanya ingin menghiburmu." Panggilan terputus, Greisy mematikannya tanpa menanggapi Arthur. Greisy melemparkan tubuhnya ke ranjang. Menatap langit langit kamar. Ia kembali meratapi nasibnya, menikah karena perjodohan padahal impiannya ia ingin menikah dengan orang yang ia cintai dan juga mencintainya. Namun, sekarang impiannya harus kandas, pernikahan hampa yang akan ia jalani, pernikahan dengan adanya perjanjian di dalamnya. Menikah dengan seseorang yang hatinya masih tertinggal pada wanita masa lalunya. Ya, Greisy mencari tahu segalanya tentang Arthur semalam. Dengan power ia miliki tentu bukan hal yang sulit walaupun Arthur merupakan orang yang cukup menjaga segala hal tentang privasinya. Greisy menghembuskan napasnya perlahan dan memejamkan matanya. Di lain sisi Arthur sudah berada di mansion keluarganya. Duduk di hadapan maminya. "Bilang sama Mami, Arthur siapa orang yang memukul wajahmu hingga seperti ini?" Victoria kawatir dengan kondisi wajah putranya yang masih meninggalkan lebam. "Aku memukul wajahku sendiri."ucap Arthur Dirinya tidak mungkin memberitahu bahwa yang memukulnya adalah Edward, itu hanya akan menambah masalah. "Ya Tuhan Arthur. Jujur sama Mami, jika kamu tidak ingin membalasnya biar Mami yang melakukannya."ucap Victoria "Lupakan tentang itu, kenapa Mami menyuruhku kemari?"tanya Arthur "Mami sudah menyiapkan semuanya, dan pernikahan kalian akan dilaksanakan minggu depan, apa kamu keberatan?"tanya Victoria "Tidak"ucap Arthur "Nanti siang jemput Greisy, kalian ke butik."ucap Victoria Arthur bangkit dari duduknya dan pergi ke kamarnya ia sama sekali tidak menanggapi ucapan ibunya. Lagi pula hari ini Arthur tidak pergi ke perusahaan. Siang harinya, ia dikabari Veronika bahwa Charles dan Sarah datang mencarinya ke perusahaan. Arthur penasaran, tapi ya sudahlah kalau itu hal penting pasti Charles ataupun Sarah akan menghubunginya. Sekarang ia akan pergi menjemput Greisy, untuk fitting gaun yang akan dikenakan saat pernikahan nanti. Sesampainya di mansion keluarga Rodriguez ternyata Greisy masih tidur. Cassandra meminta Arthur untuk ke kamar Greisy dan membangunkannya, Arthurpun menurut saja. Arthur diantar seorang maid ke kamar Greisy, kamar paling dekat dengan tangga dengan pintu berwarna Putih. Cukup kontras dengan warna pintu lainnya. Arthur tidak langsung membuka pintu, melainkan ia mengetuk terlebih dahulu namun tidak ada jawaban. Akhirnya ia membuka perlahan pintu tersebut. Ia melihat Greisy yang meringkuk di sudut ranjang dengan tubuh yang di tutupi selimut. Arthur mendekat, memperhatikan wajah Greisy yang polos tanpa bedak dan bibir pink natural. Saat Arthur berusaha mendekatkan wajahnya, mata Greisy tib tiba terbuka. Greisy berteriak membuat Arthur menjauhkan wajahnya. "Ngapain kamu di kamarku?"tanya Greisy dengan tatapan sengit "Mama menyuruhku membangunkanmu.."ucap Arthur Raut wajah Greisy berubah, "Keluarlah, aku akan membersihkan diri sebentar"ucap Greisy Saat Arthur memegang handel pintu, Greisy kembali bersuara. "Lain kali jika Mama memintamu memasuki kamarku tolak saja, selama kita belum sah di hadapan Tuhan aku melarangmu memasuki ranah pribadiku." Tidak menjawab lagi, Arthur keluar dari kamar Greisy, ia turun dan menunggu di ruang tamu. Ia berpikir apa Greisy tidak merasa nyaman, padahal jika itu wanita lain pasti akan sangat senang. Greisy ini gadis yang berbeda
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD