Bertemu Mantan

2043 Words
Arthur kembali lagi ke ruang tamu, yang disana masih ada Cassandra yang sedang membaca majalah. Saat Arthur duduk kembali, Cassandra menoleh dan melihat Arthur yang hanya datang sendirian. "Greisy mana, Thur?" tanya Cassandra "Sedang membersihkan diri, Ma"ucap Arthur. Cassandra meletakkan majalah yang ia baca, kemudian menatap Arthur. "Arthur, apa kamu dan Greisy benar benar berpacaran?"tanya Cassandra Arthur mengangguk mantap, seolah dirinya dan Greisy adalah pasangan sungguhan. "Apa kalian sudah lama bersama?"tanya Cassandra "Iya, Ma"jawab Arthur "Apa kamu mencintainya?"tanya Cassandra Arthur diam sebentar, saat akan bersuara ia mengurungkan niatnya karena Greisy bersuara terlebih dahulu. "Ayo berangkat."ucap Greisy yang sudah berada di ruang tamu. "Mama, kita berangkat dulu."ucap Arthur "Iya, hati hati. Mama antar sampai depan."ucap Cassandra "Tidak perlu, Ma. Kita bisa sendiri."ucap Greisy sambil tersenyum, ia menundukkan kepalanya sejenak dan menggandeng Arthur keluar. Cassandra menatap punggung putrinya yang keluar dari rumah. Setelah berada di luar rumah, Greisy melepaskan tangan Arthur dan langsung masuk duluan ke mobil Arthur. Arthur menggelengkan kepalanya pelan, Greisy tetaplah wanita yang terkadang tidak bisa menyembunyikan kekesalan dan rasa marah dengan baik. Arthur kemudian menyusul Greisy. "Kenapa meninggalkanku?"tanya Arthur yang sudah berada di dalam mobil. "Apa aku harus menunggumu?"tanya Greisy "Tentu, kamu calon istriku."ucap Arthur Greisy terkekeh pelan mendengar ucapan Arthur. Ia rasa akan menikah dengan Arthur bukan hal buruk sekarang, semoga saja. Arthur kemudian melajukan mobilnya keluar dari area mansion keluarga Rodriguez menuju butik pilihan ibunya. "Sy, sejak kapan kamu kenal adikku?"tanya Arthur di tengah tengah perjalanan mereka. "Aku lupa tepatnya kapan, tapi aku rasa sudah cukup lama."ucap Greisy Arthur menganggukkan kepalanya. "Bagaimana kalian saling mengenal dan kenapa dia memanggilmu Alexa?"tanya Arthur penasaran "Kita pernah menjadi relawan bersama, Entahlah sejak awal dia memanggilku Alexa dan aku tidak keberatan."ucap Greisy Cukup banyak hal yang mereka obrolkan selama perjalanan. Hitung hitung saling mengenal secara pribadi. Sesampainya di butik, Greisy tidak langsung keluar, ia mengambil masker yang ada di tasnya dan memberikannya pada Arthur. Arthur heran untuk apa Greisy memberikan masker untuknya. "Tidak mau menutupi luka di wajahmu?"tanya Greisy. Arthur menggeleng, "Tidak takut keluar berita, wajah CEO Artcher Company terdapat lebam?"tanya Greisy "Tidak, aku tinggal klarifikasi kalau lukaku ini aku dapat saat melindungi calon istriku."ucap Arthur Greisy kembali memasukkan masker ke dalam tas yang ia bawa lalu ia akan keluar dari dalam mobil. Namun, belum sempat pintu terbuka, tangannya di tahan Arthur. Greisy mengurungkan niatnya untuk keluar, Arthur keluar terlebih dahulu dan membukakan pintu untuk Greisy. Kemudian Arthur meraih tangan Greisy, dan meletakkannya di lengannya. Mereka berjalan bersama memasuki butik dan di sambut oleh Ella pemilik butik yang merupakan teman ibunya Arthur "Arthur, akhirnya datang juga. Ya ampun ini yang namanya Greisy? Manis sekali sayang"puji Ella Greisy tersenyum tipis menanggapi. "Ayo sayang, kita coba beberapa gaun yang sudah tante siapkan untuk kamu. Dan kamu Arthur duduk di sini dan tunggu bantu menilai gaun yang akan Greisy pakai."ucap Ella menggandeng tangan Greisy. "Aku duluan aja, Tan."ucap Arthur menyela "Tak apa Greisy, Arthur terlebih dahulu?"tanya Ella "Gapapa, Tante"ucap Greisy "Ayo, Arthur cepat. Jangan biarkan Greisy menunggu terlalu lama."ucap Ella menunjukan ruang fitting untuk pria "Tunggu Aku disini. Dan nanti nilai seberapa tampan calon suamimu."ucap Arthur lalu pergi mengikuti Ella dari belakang. Greisy menggelengkan kepalanya pelan melihat sikap Arthur. Semakin ia mengenal Arthur ternyata dia semakin manis. Tak lama, Arthur keluar dengan setelan tuxedo berwarna hitam dengan dasi kupu kupu yang melingkar di lehernya. "Gimana sayang penampilanku?"ucap Arthur dengan tersenyum Degg.... Arthur memanggilnya sayang, bukankah ini terlalu terburu buru. Kenapa Greisy jadi merasa gugup. Biasanya ia tidak pernah seperti ini jika digoda oleh lelaki, ada apa dengan dirinya. "Lumayanlah."ucap Greisy singkat "Tidak bisakah kamu memujiku sedikit saja , Sy?"tanya Arthur "Apa kamu tidak menyukai tuxedonya ?"tanya Ella yang datang "Bukan begitu tante, saya suka kok ini saja cukup."ucap Greisy "Tante, yang putih buat seukuran dengan ini saja. Aku sudah malas berganti lagi."ucap Arthur "Oke, ganti sana nanti tuxedonya berikan kepada pegawai Tante yang tadi."ucap Ella dan diacungi jari jempol oleh Arthur "Ayo kita coba beberapa gaun."ucap Ella dan Greisy menganggukkan kepalanya Arthur kembali dengan setelan kemejanya yang tadi dan menunggu sembari memainkan ponselnya, melihat pasar saham dan berita artis terkini. Tentu saja tidak semua berita artis yang ia lihat hanya satu satunya artis yang pernah membuat kenangan di masa lalunya. Greisy memilih beberapa gaun yang akan ia gunakan, saat Ella menyuruhnya keluar untuk memperlihatkan pada Arthur, Greisy menolak. Ia bilang ingin memeberikan penampilannya sebagai kejutan saat pernikahan. Lebih dari satu jam Greisy tidak kunjung keluar, Arthur merasa bosan kemudian ia memilih keluar dari ruang fitting. Tepat saat ia berada di depan pintu fitting room, ia berhadapan dengan seorang wanita. Wanita yang mempu mengisi seluruh hatinya. Arthur diam membeku begitu juga wanita di depannya. "Bella" "Arthur" Wanita itu adalah Annastasya Sabella, mantan pacar Arthur yang sampai kini masih singgah di hatinya. Arthur langsung segera sadar, ia menarik Bella ke toilet. Mereka memasuki salah satu toilet saling berhadapan dan bertatapan dalam. Bella tanpa basa basi mengalungkan tangannya ke leher Arthur. Bella berjinjit dan meraih bibir Arthur melumatnya lembut. Arthur tidak mampu menolak apa yang Bella lakukan, ia membalas lumatan tersebut. Tangan Arthur yang tadinya berada di belakang punggung Bella bergerak memeluk erat, tapi sebelah tangan Bella meraihnya. Bella menuntun tangan Arthur untuk pindah ke dadanya. Bella membantu Arthur untuk meremasnya Bibir Arthur beralih ke leher Bella, dirinya seolah lupa akan kewarasannya sendiri. Selalu, jika bersama Bella itu terlalu memabukkan untuknya. "Arh... ah...tur cuk..up.. jangan..meninggalkan... ah..bekas" rintih Bella Arthur kemudian tersadar dengan apa yang ia lakukan, ia melepaskan Bella dan mengatur ritme napasnya. "Apa kamu begitu merindukanku? Belum ada satu minggu yang lalu kita melakukannya, apa kamu menginginkannya lagi?"tanya Bella BelIa memang biasa sefrontal ini dengan Arthur. Hubungannya dengan Arthur bukanlah seperti hubungan remaja jatuh cinta yang hanya sebatas berpegangan tangan ataupun berciuman. Mereka melakukan lebih dari itu, hubungan yang dalam dan penuh hasrat. "Kenapa kamu di butik Tante Ella?"tanya Arthur Bella keluar dari toilet lalu diikuti Arthur, mereka berdiri di depan toilet. "Aku ingin memesan gaun, akan ada acara penghargaan minggu depan dan aku mendapat undangan untuk menghadirinya. Aku masuk nominasi. Lalu kenapa kamu disini? Apa kamu bersama Mami Victoria?"tanya Bella, ia mulai panik. Bella sangat takut jika bertemu Victoria, apalagi jika sampai Victoria tahu apa yang dilakukan Arthur bersamanya. Karirnya bisa saja hancur, Victoria mengancamnya untuk menjauhi Arthur jika ia tidak menjauhi Arthur, Victoria akan menyerbarkan bukti ke media sekotor dan sejalang apa perbuatan Bella. Tentu saja Bella tidak mau jika hal itu sampai terjadi. Sedangkan Arthur diam, ia tidak mungkin menjawab jika sedang bersama calon istrinya. "Iya, aku bersama Mami."ucap Arthur "Kenapa kamu tidak mengatakannya dari awal, kamu harus membawa Mamimu pergi dari sini."panik Bella Arthur mengangguk. "Keluarlah, aku akan di sini sementara waktu."ucap Bella. Arthur mengangguk, ia juga kawatir Greisy menunggunya terlalu lama. Saat Arthur akan pergi, Bella kembali meraih tangan Arthur. Ia memojokkan Arthur kedinding, merapatkan tubuhnya ke Arthur dan mengecup sekilas bibir Arthur. "Aku sangat mencintaimu Arthur."ucap Bella "Aku juga mencintaimu, Bell"jawab Arthur Tanpa Arthur ataupun Bella sadari, apa yang mereka lakukan dan ucapkan terlah didengar dan di lihat oleh seseorang. Greisy. Ya, Greisy melihat apa yang kedua orang itu lakukan. Greisy tidak menyangka Arthur adalah pria b******k yang seharusnya ia jauhi. Hatinya sakit, bahkan lebih sakit dari apa yang pernah ia alami dulu. Greisy langsung pergi dari tempat itu, ia takut Arthur mrngrtahui bahwa ia melihat apa yang telah Arthur lakukan. Greisy masuk ke mobil Arthur, Ia kebingungan, tidak mungkin ia terluka melihat Arthur melihat Arthur begitu intim dengan perempuan lain dan saling mengungkapkan cinta. Arthur dan Greisy adalah orang asing yang tiba tiba di jodohkan. Kenapa ia malah mempunyai rasa suka pada pria yang jelas tidak baik untuknya. Edward benar, bahwa Arthur bukan orang yang tepat untuknya. Apa dia sekarang hanya mampu menerima takdir, menikah dengan orang yang masih berhubungan erat dengan masa lalunya. Bukankah Greisy adalah orang jahat, ia mengambil Arthur untuk menjadi suaminya secara tidak sengaja. Tapi, perempuan yang bersama Arthur tadi juga bukan perempuan baik baik. Greisy berpikir, apa yang harus dia lakukan untuk membatalkan pernikahannya dengan Arthur. Tiba tiba Arthur masuk ke dalam mobil. "Kamu kok ke mobil duluan?"tanya Arthur "Aku tadi cari kamu ga ada, aku kira udah di mobil."ucap Greisy "Aku tadi juga nyari kamu, terus kata Tante Ella kamu udah di mobil."ucap Arthur Greisy mengangguk. "Kita ketemu pengacaraku dulu untuk membuat perjanjian pernikahan."ucap Arthur. "Kirimkan alamatnya ke ponselku, aku akan membawa pengacaraku juga."ucap Greisy "Apa itu perlu?"tanya Arthur "Lakukan saja."ucap Greisy Arthur kemudian mengirimkan alamat tempat janji temu mereka ke ponsel Greisy. Greisy yang mendapat alamatnya langsung meminta agar pengacaranya ke lokasi yang sudah ia kirimkan. Arthur kemudian melajukan mobilnya. Tidak jauh dari Butik Tante Ella hanya sekitar 30 menit dari sana. Sepanjang perjalanan, baik Arthur maupun Greisy tidak banyak mengeluarkan suara. Mereka hanya diam, tidak ada kata apapun yang di ucapkan. Setelah sampai ternyata pengacara Arthur sudah berada di sana, Arthur memesan ruang privat karena ini hal yang sangat pribadi. James adalah nama pengacara Arthur "Selamat siang, Tuan Arthur dan Nona."ucap James "Panggil saja Greisy tidak perlu embel embel Nona."ucap Greisy sambil tersenyum Sejenak James terpaku dengan senyum manis yang diberikan Greisy pada dirinya. Ehem... Suara Arthur menyadarkan James. "Itu sangat tidak sopan Nona Greisy."ucap James "Senyamanmu saja."ucap Greisy Tak lama kemudian seorang wanita cantik dengan jas yang membalut tubuhnya datang. Dia Eka, pengacara Greisy sekaligus sahabatnya. "Maaf, Gre lama ya nunggunya?"ucap Eka "Gapapa Ka santai"ucap Greisy Arthur sedari tadi diampun mengeluarkan suaranya. "Oke, sekarang mari kita buat kesepakatan apa yang boleh dan apa yang tidak boleh dilakukan dalam pernikahan."ucap Arthur. Setelah mendiskusikan semuanya, kesepakatanpun tercapai. Perjanjian itu berisi, Pihak Pertama adalah Alexander Arthur George Pihak Kedua adalah Alexandra Greisy Rodriguez Menyatakan bahwa perjanjian dibawah adalah atas dasar persetujuan dari Pihak Pertama dan Pihak Kedua tanpa adanya paksaan atau intimidasi dari pihak manapun. Berikut adalah kesepakatan yang dilakukan selama pernikahan berlangsung. 1. Tidak boleh ikut campur urusan pribadi masing masing 2. Tidak boleh memiliki hubungan romansa diluar pernikahan 3. Kontak fisik hanya terjadi di saat saat tertentu (didepan umum dan didepan keluarga) 4. Tidak melakukan hal yang merugikan untuk masing masing pihak 5. Masalah apapun yang terjadi antara Pihak Pertama dan Pihak Kedua tidak boleh melibatkan keluarga 6. Pihak Pertama memberikan uang saku dan uang belanja untuk Pihak Kedua dengan rasio minimal 700 juta/bulan 7. Baik Pihak Pertama maupun Pihak Kedua harus mejalankan kewajibannya sebagai suami istri dengan baik 8. Tidak boleh melakukan kekerasan fisik 9. Perjanjian ini tidak boleh diketahui oleh keluarga Pihak Pertama dan Pihak Kedua Jika salah satu pihak melanggar perjanjian tersebut, maka pihak lainnya berhak mengajukan permintaan apapun kepada pihak yang melanggar dan permintaan itu wajib dikabulkan. Pernikahan akan berjalan selama 1 tahun, setelah 1 tahun akan didiskusikan kembali terkait pemutusan pernikahan/ penambahan masa waktu pernikahan/ penambahan perjanjian/dan lain lain. Tertanda Alexander Arthur George & Alexandra Greisy Rodriguez Itulah poin dari perjanjian pernikahan yang harus dipatuhi Greisy dan Arthur "Aku rasa sudah cukup, aku menyetujuinya. Sy, bagaimana dengan kamu? Apa masih ada yang kurang atau kamu merasa keberatan?"ucap Arthur Greisy menatap Arthur dengan tatapan yang dalam. "Tambahkan satu hal lagi."ucap Greisy "Apa yang akan kamu tambahkan?"tanya Arthur Melihat raut wajah Greisy sekarang antara James dan Eka mereka sudah bisa menebak apa yang akan Greisy tambahkan. "PIHAK PERTAMA DILARANG JATUH CINTA PADA PIHAK KEDUA BEGITU PULA SEBALIKNYA"ucap Greisy tegas Arthur agak cengo mendengar ucapan Greisy. "Aku? jatuh cinta duluan itu adalah hal yang mustahil Greisy. Mungkin kamu yang akan jatuh cinta terlebih dahulu padaku."ucap Arthur "Arthur, sayangnya aku tidak akan bisa jatuh cinta kepada seorang pembohong. Oh iya Arthur di masa depan selama pernikahan kita aku harap kamu tidak melakukan kebohongan apapun padaku. Aku bisa memaafkan apapun tapi tidak dengan kebohongan dan penghianatan. Aku benci dibohongi."ucap Greisy Arthur menggenggap kuat tangannya, menahan sesuatu ia merasa Greisy mengancamnya. "Tenang saja, Sayang. Aku bukan orang yang suka berbohong sama dengan kamu aku juga benci di bohongi."ucap Arthur "Bagus kalau begitu, semoga kerja sama kita lancar hingga akhir masa perjanjian, Tuan Alexander Arthur George"ucap Greisy mengulurkan tangannya Arthur melihat tangan Greisy mengambang lalu menjabatnya. "Semoga pernikahan kita bahagia, Nona Alexandra Greisy Rodriguez"ucap Arthur "Arthur, kamu tidak perlu mengantarku pulang. Aku ada urusan lain dengan Eka."ucap Greisy "Kami permisi"ucap Eka Greisy dan Eka menuju mobil milik Eka, saat mereka sudah masuk mobil, Eka memandang Greisy. "Bahkan sebelum pernikahan terjadi, kamu sudah melanggar perjanjian itu, Gre"ucap Eka Greisy mengerutkan dahinya. "Kamu sudah mencintainyakan, Nona Greisy."
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD