Mansion Aryasatya yang biasanya tenang dan berwibawa mendadak berubah menjadi zona tempur dalam hitungan detik. Sena duduk di pinggir sofa ruang tengah, wajahnya yang cantik kini memucat dengan keringat dingin yang mulai sebesar biji jagung menghiasi keningnya. Tangannya meremas kuat sandaran sofa, sementara napasnya mulai tersengal. "Aduh nyonya, itu sepertinya bukan karena mau pup. Nyonya mau melahirkan ini!" seru Bu Rahayu dengan wajah yang ikut panik. "Hah? Melahirkan? Bu... terus gimana ini? Kan masih lima hari lagi! Aduh... Mas Alta mana sih?! Sakit banget ini, Bu!" Sena mulai meracau, kepanikan melanda pikirannya yang tiba-tiba kosong. Semua materi kelas ibu hamil yang ia ikuti seperti menguap begitu saja. Belum sempat Putra, salah satu anak buah Dialta, sampai di lantai atas, s

