"Druvanda! Sayang! Di mana kamu?" suara Sena menggema, memantul di pilar-pilar marmer mansion. Lima tahun telah berlalu sejak tangisan pertama di Pratama Hospital, dan Mansion Aryasatya tak pernah lagi mengenal kata "hening". Druvanda Elino Aryasatya, atau yang akrab dipanggil Dru, tumbuh menjadi bocah yang sanggup membuat jantung satu batalion pengawal hampir copot setiap harinya. Sena sudah berkeliling dari perpustakaan, ruang gym, sampai ke area kolam renang, namun batang hidung putranya itu tak kunjung terlihat. Di belakangnya, dua orang maid tampak terengah-engah, ikut panik karena sang tuan muda kecil menghilang dari pantauan radar mereka hanya dalam waktu tiga menit. "Nyonya, di area taman belakang tadi tidak ada," lapor salah satu maid dengan napas satu-satu. Sena memijat pangk
Download by scanning the QR code to get countless free stories and daily updated books


