30

1762 Words

Pintu utama mansion terbuka lebar dan memperlihatkan dua wajah yang memiliki kemiripan wajah dengan sang istri. Siapa lagi kalau bukan dua kakak kembar dari Arsena. Arsean dan Arsenio. Dengan wajah dingin dan angkuh keduanya melihat Dialta yang membuka pintu untuk mereka. Dialta mendesah dan memutar bola matanya saat melihat dua siluet itu. “Untuk apa kalian datang ke sini?” ucapnya dingin, tanpa basa-basi. Malas saja berhubungan dengan dua pria ini. Karena merasa tak perlu juga. Bisa dipastikan tidak akan ada percakapan normal untuk mereka. Yang ada nanti akan ada tarik ulur urat leher. Atau bisa jadi... Adu otot tangan juga. Sean dengan mata yang masih memiliki dendam dan kebencian menatap Dialta dingin. Melipat kedua tangannya di depan d**a. “Apa seperti itu menyambut kakak dari wa

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD