Mobil hitam itu perlahan memasuki gerbang Mansion Aryasatya yang menjulang megah. Bagi Dialta, pemandangan pohon-pohon rindang yang berbaris di sepanjang jalan masuk menuju rumah itu terasa berkali-kali lipat lebih indah daripada biasanya. Dua bulan lebih ia "pergi", dan hari ini, ia benar-benar menapakkan kaki di mansion tempatnya dan istrinya membuat kenangan bersama. Di depan pintu utama yang terbuka lebar, empat orang tua yang paling berarti dalam hidup mereka sudah berdiri menunggu dengan cemas sekaligus bahagia. Mobil berhenti sempurna. Sena turun lebih dulu, kemudian dengan telaten membantu Dialta keluar. Dialta menggenggam tongkat penyangganya di tangan kanan, sementara tangan kirinya merangkul pundak Sena. Langkahnya perlahan, sedikit pincang, namun kepalanya tegak. Zelora, ma

