80

1766 Words

"Belum puas kalian?!" Suara Zelora menggelegar, memecah kesunyian rumah sakit. Abimana mencoba menahan lengan istrinya, namun Zelora menghempaskannya. Ia berdiri tepat di depan Denta, menunjuk d**a pria itu dengan jari yang gemetar. "Dulu Rama... anak kandungku, kalian ambil nyawanya di lintasan itu! Dan sekarang Dialta? Kalian mau menghabisi semua anakku demi keluarga kalian?!" teriak Zelora histeris. Air matanya luruh, namun suaranya tetap tajam. "Zelora, tenanglah... Ini musibah," bisik Abimana dengan suara berat yang menyiratkan rasa lelah luar biasa. "Musibah? Musibah apa yang polanya selalu sama, Abimana?!" Zelora berbalik menghardik suaminya. "Semua ini karena Andro! Sahabat dari Arsean dan Arsenio! Mantan kekasih dari putri kebanggaan kalian, Sena! Kenapa anak-anakku yang harus

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD