Mobil Bentley hitam itu meluncur membelah panasnya aspal Surabaya. Di dalam kabin yang sejuk, suasana justru terasa panas karena ocehan Sena yang tidak kunjung berhenti. Setelah ciuman penutup tadi, bukannya tenang, Sena justru semakin menjadi-jadi. "Mas, jawab jujur. Mas nggak bohong kan soal hamil? Atau jangan-jangan Mas cuma mau menghibur aku karena sebenarnya aku kena penyakit aneh yang bikin aku pingsan?" tanya Sena dengan wajah serius yang dibuat-buat, jemarinya memilin ujung kemeja Dialta. Dialta yang fokus menatap jalanan hanya bisa membuang napas panjang. "Sena, Mas bukan penulis skenario drama. Dokter tadi bilang ada kemungkinan kamu hamil. Itu berita bagus, bukan vonis mati. Bisa tidak jangan ngelantur kalau ngomong?" "Ya tapi kan bisa aja itu salah diagnosa, Mas! Gimana kala
Download by scanning the QR code to get countless free stories and daily updated books


