73

1408 Words

Pintu ruang periksa VIP itu tertutup rapat, menyisakan kesunyian yang sarat akan rasa kepemilikan. Cahaya lampu di dalam ruangan diredupkan, hanya menyisakan pendar terang dari monitor USG yang berada di samping ranjang. Sena berbaring dengan perasaan campur aduk. Rasa dingin dari gel yang dioleskan dokter di perut ratanya membuatnya sedikit berjengit, namun genggaman tangan Dialta yang begitu erat seolah menyalurkan seluruh keberanian yang ia butuhkan. Dokter spesialis kandungan itu mulai menggerakkan alat transduser di atas perut Sena. Suara statis dari mesin terdengar pelan, lalu perlahan sebuah gambar hitam-putih muncul di layar. "Nah, coba perhatikan di sini..." Dokter menunjuk ke arah layar dengan pulpennya. "Di tengah area ini, ada sebuah titik kecil. Sangat kecil, seperti sebuti

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD