35

1598 Words

Sena langsung mencibir pelan. Saat tau jika itu adalah suaminya yang kepalang lempeng kayak papan triplek. Terus ngapain itu laki dengan pose seperti itu di sana? Sengaja nggak sih? Ya Tuhan… niat banget cari perhatian. Salah satu desainer melambatkan langkah. “Eh… itu siapa?” “Kek Model nggak sih?” bisik yang lain. "Aduh-aduh, siapa itu? Kok keker banget badannya. Anggi mau deh," "Ngadi-ngadi lo. Mas-masnya yang nggak mau sama makhluk jadi-jadian kayak kamu." Seprot Raline. "Emang ganteng kah?" Siapa yang bertanya? itu Sena yang bertanya. Karena heran saja semua melihat suaminya seperti tak pernah melihat lelaki tampan. “Sena, mau aku anter ke tukang kaca mata, ayo?” Yulia, salah satu desainer yang juga ikut terpesona. Dialta menurunkan kacamata hitamnya sedikit, tepat saat ta

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD