44

1297 Words

Ruang makan mansion Abimana dipenuhi cahaya hangat dari lampu gantung kristal yang memantul di meja panjang berlapis kayu mahoni. Hidangan tersaji rapi—sup bening dengan aroma rempah lembut, lauk khas rumahan yang menggugah selera, sayuran tumis, dan beberapa menu favorit Dialta yang jelas dimasak dengan perhatian khusus. Permintaan Mama Zelora karena sang putra yang pulang ke mansion. Para maid bergerak senyap, lalu mundur setelah memastikan semuanya siap. Menyiapkan semua makanan yang sudah dimasak sejak beberapa jam yang lalu. “Duduk yang nyaman, Nak,” ucap Mama Zelora lembut. “Anggap ini rumahmu sendiri. Jangan canggung.” tersenyum lembut pada Sena yang memang sedikit canggung, tapi tak membutuhkan waktu lama untuk Sena kembali merasa nyaman. Papa Abimana mengangguk setuju. “Maka

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD