45

1691 Words

Lift berhenti dengan bunyi ding pelan di lantai tiga. Sena melangkah keluar, langkah kakinya otomatis melambat seiring suasana yang menyambutnya. Lantai ini… berbeda. Lebih sunyi, lebih personal. Seakan memang diciptakan untuk orang sedingin Dialta. Koridor panjang dengan pencahayaan temaram membentang di hadapannya. Lampu-lampu dinding berwarna hangat memantulkan bayangan lembut di lantai marmer gelap, menciptakan kesan maskulin yang tenang—seolah lantai ini bernapas dengan ritme seseorang yang sudah lama tinggal di dalamnya. Ini adalah lantai Dialta. Milik Dialta. Dan tentang kehidupan yang tersembunyi di baliknya. Tempat di mana kehidupannya dibangun ulang sebagai anak angkat Abimana dan Zelora. Tempat yang disiapkan bukan sekadar sebagai kamar, tapi sebagai dunia kecil miliknya—len

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD