[Ri, maaf sudah membuatmu malu karena ulah Sesil. Sepertinya aku harus berpikir ulang tentang rencana pertunangan itu. Jika aku menolak permintaan mama untuk melamar Sesil, apa kamu mau bersama-sama memperjuangkan cinta kita?] Aku kembali membaca pesan dari Mas Hasbi. Aku tak menyangka jika dia akan mengambil keputusan ini. Sayangnya, aku sudah nggak berminat untuk memperjuangkan cinta itu. Dulu saat aku masih berharap, dia seolah tak menganggap bahkan mengiyakan permintaan kedua orang tuanya untuk menjalin hubungan dengan Sesil. Kenapa sekarang setelah aku mulai melupakan dan mengabaikan pesan-pesannya, dia mulai kehilangan? [Kenapa nggak membalas pesanku, Ri? Aku benar-benar minta maaf karena dulu sempat mengabaikanmu. Saat itu aku tak berani mengambil keputusan yang sesuai hatiku, t

