211

1094 Words

"Kenapa begitu Mas?" "Aku memilih mempertahankan Raisa sebab dia istri yang baik dan sabar. Maaf bukan bermaksud untuk bersikap egois dan mau menang sendiri, aku hanya menilai Raisa tidak pantas mendapatkan perlakuan begini, jadi aku tak akan meninggalkannya." "Apa?" "Ya!" Suasana ruangan ini menjadi panas dan riuh, Mbak Aira berdiri dengan tatapan mata yang melotot sementara mas Tama terlihat tenang-tenang saja duduk di bangkunya. Aku sendiri juga diam, bingung harus bicara apa. "Raisa, katakan sesuatu! Bukannya kau yang mau mengembalikan suamiku padaku?" "Iya, betul, tapi ...." "Tapi apa? Apa kamu berubah pikiran hah?" ucapnya panik. "Tidak juga, saya hanya menunggu keputusan Mas Tama." "Ayo keluar Aira!" "Kamu harus menentukan pilihan Mas, kita harus menghargai hakim." Mas T

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD