173

1210 Words

Akhirnya kujalani penjajakan dengan Mas Tama atas dasar keinginan kedua orang tua dan Orang tua Mas Tama. Setiap hari Mas Tama sering menelpon dan mengirim pesan demi sekedar menyapa sesekali ia jemput diri ini ke tempat kerja lalu kami makan di jajanan kaki lima pinggir jalan. Kadang pergi jalan jalan menikmati keindahan laut dan debur ombak yang pecah di bibir dermaga. Senjaku jadi lebih berwarna sejak ada Mas Tama. Namun aku tak mau terlalu dekat sebelum akad mengesahkan hubungan antara kami. "Bagaimana perasaanmu setelah beberapa saat mengenalku," ucapnya ketika suatu saat dia datang dan menjemputku. "Baik-baik saja, aku merasa senang berdekatan denganmu Mas," jawabku jujur. "Kupikir ada perasaan lebih yang membuatmu nyaman dan bahagia bersamaku," gumamnya setengah ingin merenda

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD