174

1213 Words

Seminggu setelah pernikahan pindahlah aku ke sebuah rumah berlantai dua dengan desain minimalis elegan yang bertempat di sebuah komplek perumahan yang cukup berkelas. Rumah itu adalah rumah impian yang sudah kudambakan sejak dulu. Tinggal di dalamnya membesarkan harapanku akan kebahagiaan, ketentraman dan kesejukan hati. Hidup kami berjalan normal dengan rutinitas dan keromantisan yang sama. Tiap pagi kami bangun, membuka jendela menyambut sinar mentari yang berebut masuk, lalu sama-sama membereskan kamar dan membersihkan rumah. Aku yang menyiapkan sarapan sementara dia yang akan membersihkan halaman dan menyiram rumput rumput yang menghijaukan pemandangan. Pukul 8 pagi aku dan dia berpencar ke kantor masing-masing, lalu pukul 4 sore Kami akan berjumpa lagi dan pulang melabuhkan semua ke

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD