Melbourne Airport | 06:25 AM Local Time Bandara Melbourne belum sepenuhnya terjaga, tapi juga tak lagi sepenuhnya tidur. Cahaya putih dari lampu terminal memantul di lantai mengilat, mengiringi langkah para kru yang berjalan dengan ritme setengah mengantuk, setengah waspada. Delay semalaman membuat segalanya terasa sedikit off—jadwal, tenaga, juga perasaan. Tania menarik koper kabinnya sambil menyesuaikan sling bag di bahu. Rambutnya terikat rapi, wajahnya terlihat segar, atau setidaknya berusaha tampak begitu. Di balik langkah tenangnya, ada satu hal yang masih belum sepenuhnya settle sejak makan malam semalam. Nick White. Atau… suaminya. Kalimat itu masih terdengar asing di kepalanya. Bukan karena statusnya, tapi karena keputusan yang mereka buat dengan begitu cepat, begitu jujur d

