Nick menatap Tania sejenak “Come on. Kita keluar dari sini.” suaranya rendah, tapi tegas. Tania sempat ragu, namun tatapan Nick membuatnya menurut. Mereka melangkah cepat melewati keramaian bandara, meninggalkan Dave yang masih sibuk dengan monolognya sendiri. Di luar, udara malam Melbourne terasa lebih segar. Hujan dan badai sudah reda, hanya sisa aroma hujan yang menempel di jalanan. Lampu kota berkilau, memantul di kaca jendela uber yang membawa mereka pergi. Nick menoleh sekilas, senyum tipis muncul. “Aku tahu satu tempat. Tenang, nggak ada gangguan.” Beberapa menit kemudian, mereka tiba di sebuah restoran kecil dengan jendela besar menghadap ke jalan kota yang basah. Cahaya lampu hangat berpadu dengan aroma wine dan pasta segar. Musik jazz pelan mengalun di latar, menciptakan atmo

