Melbourne, 18:41 Local Time Mesin Airbus perlahan menurunkan thrust, Wings Air 716 keluar dari runway dan masuk ke taxiway. Hujan masih mengguyur deras, badai seakan belum selesai melampiaskan amarahnya. Lampu-lampu apron memantul di aspal basah, mencipta garis cahaya panjang yang bergeser seiring roda pesawat bergulir. Di kokpit, suasana berubah. Tegang yang barusan menjerat napas mereka satu per satu mulai luruh, digantikan hening yang berbeda, hening yang penuh lega. Nick melepas headset, lalu menarik napas panjang. Bahunya yang sejak tadi kaku akhirnya turun satu tingkat. “Good job, everyone,” ucapnya singkat, suara rendah tapi jelas. Kalimat itu sederhana. Namun bagi Tania, rasanya seperti pengakuan penuh makna. “Thanks, Captain,” jawabnya pelan. Tangannya masih bertumpu di pane

