Ten Miles to Truth

2088 Words

Lima jam setelah lepas landas, kokpit kembali tenggelam dalam ritme sunyi khas fase jelajah panjang. Cahaya matahari bergeser perlahan, kini lebih redup seiring pesawat mendekati garis waktu Melbourne. Di layar Navigation Display, waypoint terakhir sebelum memasuki ruang udara Australia mulai berkedip. Simbol magenta di flight plan menunjukkan posisi mereka semakin dekat dengan boundary FIR. Nick merenggangkan bahu, lalu melirik ke luar jendela. “Sebentar lagi kita masuk Melbourne FIR,” gumamnya, nada suara berubah serius, otomatis masuk mode kapten. Tak lama, frekuensi ATIS mengisi kokpit dengan suara monoton yang familiar. Tania mencatat cepat ‘Angin barat kencang, visibilitas terbatas, runway 34 aktif, QNH 1012.’ Catatan singkat itu bukan sekadar angka, melainkan briefing vital se

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD