Semua persiapan sudah selesai. Checklist terakhir ditutup, dokumen rapi, dan cabin crew sudah melaporkan kabin siap untuk berangkat. Pesawat perlahan bergerak dari gate, lampu taxiway memantul di badan logam yang berkilau. Nick duduk tegak di kursi kapten, tangannya mantap di throttle. Tania di sisi kanan, fokus pada instrumen, matanya sesekali melirik layar EFB. “Tower, White Seven Eight Three ready for departure,” suara Nick terdengar rendah dan tegas lewat radio. “White Seven Eight Three, cleared for takeoff runway two five right,” balas tower. Throttle maju. Mesin bergemuruh. Pesawat meluncur di landasan, kecepatan meningkat, lalu rotate. Hidung pesawat terangkat, bumi perlahan menjauh. Tania menahan napas sejenak, lalu mengumumkan, “Positive climb.” Nick mengangguk. “Gear up.” P

