Autumn Whispers

1234 Words

Day two layover. Angin musim gugur Amsterdam menyapu lembut wajah Tania saat ia berjalan pelan di sepanjang kanal Herengracht. Daun-daun maple berwarna tembaga melayang turun perlahan, mengapung di permukaan air yang memantulkan langit kelabu pucat. Di kejauhan, dering lonceng Westerkerk menggema, ritmis, menambah rasa damai yang tidak ia temukan dalam beberapa minggu terakhir. Bau kopi dari kafe-kafe kecil di tepi kanal bercampur dengan aroma kayu basah dan roti kayu manis yang baru keluar oven. Tania menarik napas panjang, membiarkan udara dingin meresap hingga ke dalam paru‑parunya. Untuk pertama kalinya sejak Nick kembali hadir dalam hidupnya, kepalanya terasa… ringan. Tak ada lagi jantung yang tiba‑tiba berparade, tak ada paksaan untuk berlari di pagi hari, dan yang paling pentin

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD