Jika orang yang merindu bisa bicara tentang rindu serta orang b******a mampu bicara tentang cinta, saya lebih memilih diam tapi riuh dalam doa walau tengah merasakan keduanya. *** "Kalian pulang dulu, ya? Umi harus nemenin Lik Siska. Nanti biar Abi atau Iqbal aja yang jemput Umi. Kasihan Aisya, kelihatannya sudah capek banget," ujar Aminah melihat wajah pucat Aisya. Aisya merasa sungkan. "Nggak apa-apa, kok, Umi. Gus Alif nungguin Umi saja atau saya pulang naik taksi. Kalau nggak nunggu juga nggak apa-apa, kok." Alif menahan senyum mendengar Aisya memanggilnya ‘Gus’. Terdengar menyenangkan dan... Romantis. Begitulah menurut kacamata Alif. "Tidak, kalian pulang saja. Sekalian belanja bulanan." Aminah memberikan secarik kertas berisi daftar belanjaan. Tidak ada alasan lagi untuk meno

