[1:0]
.
.
.
.
"Lalu dimana Jeon-gu?" tanya Jin penasaran. Tentu saja
"Perhatikan, foto yang dikirim penculik." ucap Yunki dengan segera Namjun dan Seojin melihat ponsel mereka.
"Ini hanja kan?" tanya Namjun.
(Hanja, Aksara Korea dari Tiongkok. Singkatnya, Hanja adalah aksara Hanzi dari Tiongkok yang digunakan dalam bahasa Korea dengan pengucapan bahasa Korea. Hanja-mal (한자말) mengacu pada kosakata yang bisa ditulis menggunakan Hanja dan Hanmun (한문) mengacu pada penulisan Tiongkok jaman dulu.)
Yunki mengangguk. "Tae memberitahuku bahwa saat kita berada di radio MBZ, beberapa selebaran artikel di sana masih menggunakan hanja untuk penulisan nama radio mereka." Yunki memberikan ponselnya ke belakang Seojin menerimanya ia memerhatikan bersama sang leader.
"Ini?" gumam Namjun sambil menatap Yunki.
"Itulah mengapa aku bilang, Kali ini kita salah," ucap Yunki.
Yunki menunjukan hasil pencariannya di internet mengenai radio MBZ. Ada sebuah artikel mengenai radio tersebut, dan jelas pesan gambar yang dikirimkan sang penculik merupakan potongan tangkapan layar dari website tersebut.
"Kotak besi itu—" Sang leader coba mengingat apa saja yang berada di ruangan. Mengingat kembali benda-benda yang ada di ruangan yang berkaitan dengan clue. "apa itu kotak kosong di dekat ruang rekaman?" tanya Namjun lagi.
"Entahlah, kita tetap harus ke sana kan?" Yunki menengok ke belakang dan menatap teman-temannya yang lain. Jelas mereka cemas, lelah tapi yang terpenting mereka tidak putus asa dan tak boleh menyerah. Apalagi kali ini clue-nya sudah begitu jelas.
"Kita harus ke sana untuk mengambil clue selanjutnya," kata Namjun cepat.
"Bagaimana caranya?" tanya Heosok bingung.
Jelas mereka tak bisa datang ke sana begitu saja. Apalagi BTL tak memiliki jadwal hari ini di MBZ.
"ELO?" gumam Jimin.
"Apa?" tanya Namjun bingung karena Jimmy tiba-tiba saja menyebut ELO .
"Hari ini, MBC mengundang ELO sebagai bintang tamu di acara mereka," ucap Jimmy memberi penjelasan, ia teringat percakapannya dengan Keiy Sunbae yang notabene adalah seniornya beberapa waktu lalu.
***
Eunsoo memasuki bagian belakang toko. Di sana ada Eunhwa yang menunggunya. Eunhwa adalah pemilik toko yang juga adalah kakak Eunsoo.
"Aku menutup pintu masuk, tapi mereka terus berusaha masuk. Bagaimana ini?" tanya Eunhwa panik. Para gadis-gadis SMU itu kini mengerubungi toko miliknya seperti zombie yang mengejar mangsa seraya berteriak memanggil nama Tae.
Eunsoo menatap pria pemilik senyum kotak yang Kini sedang berpura-pura tetap memilih aksesoris. Ia mengenakan sebuah flower crown lalu beraegyo ke arah pintu masuk. Semua gadis yang berada di sana berteriak histeris.
(Aegyo= bersikap imut)
"Ssssttt!" panggil Eunsoo dari balik sekat dinding pembatas antara bagian depan toko dan bagian belakang toko.
Tae mencari arah suara. Ia melihat Eunsoo kemudian berjalan dengan tenang ke belakang. Berjalan dengan berpura-pura memilih aneka pernak-pernik di hadapannya. Ia bergerak senatural mungkin perlahan sampai tiba di belakang toko.
"Ayo kita harus cepat!" ajak Eunsoo kemudian menarik tangan Tae. .
Tentu saja apa yang dilakukan Eunsoo membuat Tae sedikit terkejut. Namun ia dengan cepat menguasai perasannya sendiri, sambil berlari ke luar ia menyempatkan membungkuk, mengisyaratkan ia sangat berterima kasih pada Eunhwa.
Eunsoo berdecak, kesal juga jika harus terlalu lama disini dan berhadapan dengan fans. Eunsoo berlari ke luar toko dengan menggandeng tangan Taetae. Mereka berlari tanpa menoleh sekuat tenaga agar lekas ke luar dari sana. Dan cepat menyelesaikan misi hari ini.
"Apa-- mereka-- tidak akan meng--ejar?" tanya Tae terengah-engah.
"Mereka akan mengejar. Tapi, jika kita berlari kita akan lebih cepat dibanding mereka. Ayo kita harus lebih cepat!!" Eunsoo mempercepat langkahnya.
Mereka berlari di gang sempit dan sedikit kumuh. Jalannya juga sedikit becek. Entah, apa yang menyebabkannya basah. Yang jelas bukan karena hujan.
Brrukk
"Aakh!" Eunsoo terjatuh tapi ia mencoba segera berdiri.
Tae sampai terbelalak melihat yang terjadi. Ia khawatir sekaligus heran karena Eunsoo tak tampak kesakitan sama sekali.
"Kau baik-baik saja?" Tanta Tae sambil terus berlari
"Ppalii!" ucap Eunsoo mengangguk sambil menarik tangan pria itu, mengajaknya Kembali berlari cepat..(cepat)
"Benar kau baik-baik saja?" tanya Tae khawatir.
Eunsoo, tidak menghiraukan pertanyaan Tae. Ia fokus berlari sambil melihat mobil yang sedang menunggu mereka .
"Cepat!!" ucap Yunki menunggu mereka dengan pintu mobil yang terbuka.
Pintu bagian depan sudah terbuka terlihat member lain menatap dengan khawatir. Pintu itu sengaja dibuka agar Tae mudah masuk.
Beberapa langkah lagi mereka dekat dengan mobil. Tae masuk ke dalam mobil. Tepat saat itu para gadis berhasil sampai di ujung jalan
"Taetae aah!!"
"Kyaaa BTL!!"
"Urii BTL!!!"
Suara teriakan itu semakin jelas para penggemar yang kini sudah berhasil mengejar mereka. Gadis-gadis itu berlari semakin mendekati mobil yang dinaiki para member.
Eunsoo terkejut melihat kecepatan para fans BTL mengejar mereka. Gang belakang adalah jalan tercepat. Dan kenyataannya mereka kalah cepat.
Eunsoo mendorong Tae masuk. Ia baru saja akan melangkahkan kakinya kembali ke arah saat ia berlari bersama Tae.
Tapi ....
Graaabb!
Seojin dengan cepat menarik tangan Eunsoo dan menariknya masuk ke dalam mobil. Seojin segera menutup pintu. Yunki segera menginjak pedal gas. Mobil itu pun melaju dengan cepat keluar dari jalan itu dan menghindari fans yang mengejar mereka.
"Aah, ini sangat mendebarkan!" pekik Jimmy seolah mereka berada dalam drama action..
"Aku kira kita akan terkepung tadi." ucap Namjun menambahkan.
"Aku nyaris menyaingi kecepatan Valentino rossi tadi," ucap Yunki bangga tak sadar siapa yang telah ia sebut.
"Yaakk, hyeong dia itu pembalap motor!" protes Jimmy.
"Apa kau sudah kembali normal Jimmynie? Kau mulai banyak bicara." tanya Seojin. Beberapa waktu ke belakang bisa terlihat dengan jelas jika Jimmy tak seperti biasanya. Kini ia terlihat lebih baik.
"Aku baik baik saja Hyung." elak Jimmy.
"Apa kau baik-baik saja?" tanya Heosok pada Eunsoo yang sedari tadi memegangi kakinya.
"Ah, tak masalah." ucapnya datar.
"Wah, kau benar-benar anti fans paling beruntung. Berapa banyak fans yang berharap bisa melalui hari seperti mu." celetuk Yunki.
Eunsoo menghela nafasnya, ia membuka topi dan jaket milik si pucat itu. Kemudian meletakkannya di bawah mobil dan menginjaknya kesal dengan sikap Yunki yang terlalu percaya diri itu.
"Yaak!!" pekik pria putih itu kesal melihat Eunsoo menginjak jaket dan topi miliknya.
"Berhentilah bersikap seperti itu! Kau menyebalkan sekali," maki Eunsoo.
Namjun dan jimmy menahan tawanya. Sementara Seojin dan Heosok sudah asik ber OOO ria.
"Sudahlah, hyeong ia sudah membantu kita. Kakinya, juga terluka saat menolongku tadi." Tae melirik luka di kaki Eunsoo.
"Tak masalah sungguh, turun kan aku di sana di depan toko itu. Aku akan mengobati lukaku sendiri." pinta Eunsoo sambil menunjuk sebuah toko kue yang ada tak jauh.
"Bagaimana kalau kita ke rumah sakit dulu?" tanya Seojin ia sedikit merasa bersalah karena Eunsoo terluka katena membantu BTL.
"Tidak perlu aku harus mengikuti les piano." tolak Eunsoo. "Dan ... maafkan aku. aku menyebarkan foto teman rambut perakmu. Ke grup kelasku, sehingga mereka tau dan mengejar kalian."
"Hei, namaku Jimmy!" protes pria itu.
Yunki menghentikan mobilnya tepat di depan toko yang di maksud Eunsoo.
*
__________
Jeon-gu;
Aku sudah menunggu kalian. Ckckc
Kalian sudah menyadarinya?
Temukan clue selanjutnya.
_____
"Tae, kau bisa hubungi Hyunbae Sunbae?" tanya Seojin.
"Untuk apa hyeong?" tanya Taehyung.
"Kita harus mendapatkan clue selanjutnya. Saat ini ELO sedang berada di stasiun MBZ. Aku tak tau alasan apa yang paling bagus. Tapi, kita tidak mungkin masuk ke sana.' jelas Namjun.
Seojin mengangguk. ,"Bukan kah kau memiliki kontaknya?"
Tae mengangguk sebagai jawaban ia lalu mengambil ponsel dari saku celana nya dan segera menghubungi Hyunbae.
"Yeoboseo? Hyeong sunbae?" sapa Taetae.
(halo senior?).
"------"
"kau ada dimana?"
"---------"
"Aa--Kau masih di sana?".
"-------"
"Akh, aku sepertinya pernah menjatuhkan sesuatu di sana. Kotak besi yang berada di sudut ruang sebelah siaran,"
"------"
"Bisakah, kau mencarikannya untukku? Tapi jangan katakan pada siapa pun," pinta Tae.
"----"
"Baik, terima kasih, "
Taetae segera mematikan panggilannya. Semua menatap dengan serius.
"Hyunbae sunbaenim, akan mencarinya." ucap Tae.
"Semoga clue itu ada di sana," jimmy berharap sambil mengatupkan kedua tangannya.
"Lebih baik sekarang kita kembali ke dorm."
Semua mengangguk menyetujui saran Yunki. Mereka sudah sangat lelah mereka tak bisa memprediksi apa yang mungkin akan dilakukan dan apa yang akan di minta sang penculik. Mereka harus istirahat untuk memulihkan tubuh dan pikiran mereka.
Si senyum kotak itu menghela nafasnya, "Aku harap Jeon-gu baik-baik saja."
***
Di stasiun MBZ Hyunbae memasuki kembali studio radio MBC. Ia bertemu dengan MC hari itu Yuri. Yuri memperhatikan pria itu dengan heran.
"Apa yang kau lakukan?" tanya Yuri.
"Aku sepertinya menjatuhkan sesuatu tadi." jawab Hyunbae.
Ada dua kotak besi di sana. Salah satunya di lapisi busa sehingga bisa dijadikan tempat duduk.
"Ah, apa di sini?" gumam Hyunbae.
Suara siapa itu? Sangat dekat---
Jeon-gu mencoba menendang kembali. Tapi, ia benar-benar kehabisan tenaga. Hingga tak bisa melakukannya itu seluruh tenaganya seolah terkira apalagi dengan kaki dan tangan yang terikat buat ia semakin sulit bergerak.
Hyunbae merasa mendengar sesuatu. Ia coba terdiam beberapa saat sampai ia merasa itu hanya suara dipikirannya saja. Kemudian pria itu duduk di kotak berlapis busa hitam itu, lalu membuka kotak yang berada di sebelahnya dan mengambil isi di dalamnya setelahnya ia berjalan ke luar studio.
"Sudah kau temukan?" tanya Yuri.
Hyunbae mengangguk kemudian tersenyum ke arah Yuri.
***
53 H: 26 M: 55 S
------------------
AFTER THE ABDUCTION
-----------------------
TODAY WE LOST
----------------
Hari sudah sangat larut. Kantor MBC sudah sangat sepi. Semua staff sudah pulang. Hanya beberapa penjaga yang sesekali mengecek keadaan kantor.
Di tangga darurat MBZ kini Jeon-gu dipegangi oleh seseorang. Ia berjalan turun dengan gontai. Tubuhnya lemas, ia belum makan dan juga minum. Keringat dingin keluar dari tubuhnya.
Ia merasa benar-benar lelah. Entah berapa lama ia meringkuk di kotak itu.
Aku lelah, tubuhku sakit sekali. Aku rasa aku akan ---
Brrruuukkk
Jeon-gu pingsan dan terguling melewati beberapa anak tangga ke bawah.
***
Di dorm BTL Semua sudah nampak kelelahan. Setelah mandi dan makan malam mereka berkumpul di ruang tengah.
Manager Kim masuk dengan wajah geram.
"Apa yang kalian lakukan?!" tanyanya dengan suara tinggi..
Semua terdiam takut dan juga terkejut. Mereka menatap Manager Kim bingung.
"Masuk ke sekolah wanita, mengacau toko aksesoris, dan di kejar fans?! Apa kalian ingin terkenal dengan cara seperti ini?!"
"Kami hanya ingin menyelamatkan Jeon-gu, apa kau pikir kami mau melakukan semua itu tanpa sebab?!" bela Yunki yang merasa kesal dengan kata-kata Manager Kim barusan.
"Bukankah aku menyarankan kalian untuk memanggil polisi atau semacamnya?!" suara Tuan Kim semakin meninggi.
"Manager maafkan kami, kami akan lebih berhati-hati." ucap Namjun kini ia mencoba meredamkan amarah Manager Kim.
"Aku tak mau tahu, lusa kalian akan ada jumpa fans. Aku sudah mengembalikan tiket untuk pembelian fansign mereka tak ingin datang jika tak ada Jeon-gu. Aku harap kalian tidak mengecewakan," ancam Manager Kim sambil berjalan keluar dorm.
"Bagaimana ini?" tanya Jimmy lirih.
Yunki menatap kepergian Manager Kim kesal. "Argh!!!"
"Bersabarlah hyeong," Tae coba menenangkan sambil menepuk pundak Yunki yang nampak sangat kesal.
Jimmy membuka ponsel ia mengecek apakah si penculik mengirimkan pesan dan ternyata benar si penculik mengirimkan pesan.
__________
Jeon-gu :
Send Picture
Semua ini salah kalian karena kalian tidak bisa menemukannya.
________
Si penculik mengirimkan foto Jeon-gu yang tidak sadarkan diri. Bagian pelipis mata kirinya di perban. Dan juga di tangannya terpasang infus.
Yunki dengan cepat mengambil ponselnya. Ia memanggil kontak Jeon-gu.
"Angkat baji*ngan!!"
Klik
"Heei!! Apa sebenarnya maumu hah?!! Semua itu salahmu!! Kau jika sesuatu terjadi pada temanku aku akan membunuhmu?!" maki pria Daegu itu penuh amarah.
"Yaaakkk!!!! Kaau !!! Aaahh dia mematikan panggilannya?!"
"Bisakah kau lebih tenang saat ini?" pinta Seojin.
"Aku kesal sekali!"
Seojin menepuk pundak saudaranya itu. Sementara yang lain hanya terdiam. Jimmy terlihat nyaris menangis melihat foto yang dikirimkan penculik.
*
Penculik meletakkan kembali ponsel Jeon-gu ke kantung hoodie hitamnya. Penculik melangkah. ke luar kamar kemudian meninggalkan Jeon-gu di kamar gelas itu sendirian.
Yunki hyeong, aku baik-baik saja. Aku percaya kalian akan menemukanku.
***
.
.
.
.
.
.
Note:
Anyeong, masih adakah yang membaca?
???