[CREEPING RUN]
[CREEPING HIDE]
Yunki masih terdiam sesaat kemudian menatap Tae yang berlari ke luar mobil. Ia lalu melihat jika Tae sedang mengejar salah seorang siswi. Setelah menyadari jika Tae sedang mengejar seseorang. Yunki baru menyalakan mobilnya dan menyusul rekannya itu.
Tae terus berlari mengejar Eunsoo, Menyusuri jalanan sepi yang berada di bagian belakang sekolah. Lorong itu panjang dan sepi sekali tepat di belakang pertokoan. Gadis itu sesekali menoleh ke belakang melihat jarak antara ia dan Tae yang semakin dekat. Langkah kecilnya tersusul oleh pria yang notabene lebih tinggi dan memiliki langkah yang lebar darinya itu. Sehingga cukup mudah menyusul langkah Eunsoo. Tangan Tae menggapai, berusaha memegang apapun untuk bisa menghentikan langkah Eunsoo.
Grab!
Tae si pemilik senyum kotak itu berhasil menggapai kerah kemeja Eunsoo. Keduanya terhenti, Eunsoo menoleh, menatap Tae takut. Sementara Tae menatap mengintimidasi, mereka sudah keluar dari lorong.
Dari dalam mobil Yunki terus mengawasi seraya melajukan mobilnya pelan. Setelah melihat Tae yang berhasil menangkap Eunsoo, Yunki menghentikan mobilnya tepat di samping Tae. Si senyum kotak lalu membuka pintu bagian belakang mobil dan menarik Eunsoo agar masuk ke dalam mobil gadis itu masuk tanpa perlawanan.
"Sebenarnya apa yang kalian inginkan?" tanya Eunsoo. Sungguh ia bingung mengapa ia dikejar dan mengapa juga ia ikut masuk ke dalam mobil seperti penjahat?
"Kau kan yang melakukannya?" tanya Tae.
"Melakukan apa?" Eunsoo menatap bingung.
"Kau tidak mengenalku?" tanya Yunki sambil menoleh ke belakang.
Eunsoo menggelengkan kepalanya dengan wajah heran. Siapa dua orang aneh ini? Dan untuk apa aku mengenalnya? Itu yang ada dipikiran Eunsoo kini.
"Yaaak! Seluruh anak gadis di Korea mengenal kami!" gerutu makhluk putih itu kesal.
"Mengaku saja?!" tanya Tae lagi.
"Sebenarnya, apa maksud kalian?" Eunsoo benar-benar tidak mengerti arah pertanyaan Tae atau pura-pura tidak mengerti?
"Kau ingat, saat BTL datang ke sekolahmu? Salah satu anggota kami menabrak mu?" tanya Tae.
Eunsoo mencoba mengingat. "Ah, aku ingat! kalian benar-benar member BTL?"
"Aish, gadis ini! aku member paling tampan dan terkenal di BTL. Jika kau hidup di bumi kau harusnya mengenal kami!" ucap Yunki, buat Eunsoo memutar bola matanya kesal dengan kata-kata Yunki yang terlalu percaya diri.
"Berikan ponselmu," pinta Tae kemudian mengarahkan tangannya.
"Tidak," tolak Eunsoo. "Apa karena kalian terkenal kalian bisa seenaknya melakukan hal semacam ini?!" tanya Eunsoo kesal ia merasa tak bersalah dan kini privasinya terusik.
"Kami sedang diancam. Jika kau tidak mau aku menuduhmu sebagai pelaku teror itu, berikan aku ponselmu." pinta si senyum kotak itu penuh penekanan.
Tae curiga pada semua yang bisa ia curigai termasuk Eunsoo yang bisa jadi pelaku atau dalang dari penculikan ini. Dan itu alasan ia mengejar Eunsoo tadi. Ia ingat karena Eunsoo lah gadis yang waktu itu ditabrak boleh Jeon-gu. Mungkin saja ia psikopat yang dendam atau semacamnya.
Eunsoo memberikan ponsel dengan ragu. Melihat keraguan Eunsoo, Tae dengan cepat merampas ponsel dari tangan gadis berambut panjang itu dan membuka kiriman pesan di ponsel Eunsoo. Sambil sesekali melirik si pemilik ponsel.
"Kau??!" pekik Tae.
***
Jeon-gu berada dalam sebuah kotak sempit dan gelap. Tangan dan kakinya terikat. Matanya dan mulutnya pun ditutup kain.
Ah, dimana ini? Ramai sekali dentuman musik. Mereka tidak mendengarku sama sekali? Seseorang, aku mohon tolonglah aku ....
Ia terus berusaha menendangkan kakinya. Ia berharap seseorang mendengarnya.
Penculik ini, apa sebenarnya yang ia inginkan? Ia bahkan tidak berbicara apapun padaku. Aah, sial! Aku terus dibawa entah kemana. Dan sekarang? Di kotak sempit ini. Akh! Tubuhku sakit sekali. Entah berapa lama aku sudah berada di sini. Tubuhku benar-benar. Aku sudah tak sanggup menendang kotak bodoh ini. Hyeong, tolong aku, ppalli!
***
Jimmy dan Namjun mencari di ruang musik di lantai dua. Ada tiga kotak besi di sana. Mereka membuka kotak pertama yang berada di pinggir paling kiri ruangan. Tidak ada apa-apa setelah mereka membuka. Hanya ada alat musik yang rusak juga kertas partitur.
Jimmy mendengus kesal. Kemudian narik nafasnya dalam-dalam.
"Kita cari lebih teliti lagi," pinta Namjun tentu saja mereka harus lebih teliti masih banyak kemungkinan kan? Sekolah ini masih luas sekali. Dan mungkin saka Jeon-gu ada di salah satu ruangan di sini..
Saat mereka sedang berusaha membuka kotak selanjutnya. Terdengar suara beberapa anak perempuan berjalan mendekati ruang musik. Saat itu pergantian jam pelajaran akan ada kelas yang akan menjalani pelajaran musik dan mengharuskan mereka datang ke sana.
Namjun menatap Jimmy, dan mereka setengah berlari memasuki ruangan kecil, yang berada di sudut kanan ruang musik. Ruangan itu berisi alat-alat musik seperti seruling, simbal dan aneka kertas partitur, juga beberapa background yang biasa digunakan untuk drama.
"Bukankah ia bilang ada member BTL?" ucap salah seorang gadis yang bisa jimmy dan Namjun dengar dari balik ruangan.
"Aku rasa ini berita Hoax."
"Jangan-jangan mereka bersembunyi di ruang kertas partitur. Bukan kah,kau lihat sendiri kan tadi foto jimmy?"
Jimmy membulatkan matanya. Ia dan Namjun saling bertatapan. Bagaimana bisa foto mereka tersebar?Mereka mendengar langkah kaki anak-anak itu semakin mendekat.
Dan ...
***
Seojin dan Heosok masih terdiam di kamar mandi wanita. Mereka mendengarkan gadis-gadis SMU itu menggosip. Mereka tertahan di salah satu toilet wanita yang sempit.
Hei lihatlah,
Mwo benarkah?"
(Apa?)
Wah, daebak jinjja.
(Wah keren, benarkah?)
Seojin merasakan gatal di hidungnya, Heosok menggelengkan kepalanya berharap member tertua itu tidak bersin saat ini.
"Haassshh!" Heosok dengan cepat membekap mulut Seojin agar tak menimbulkan suara.
Suara apa itu?
Hei, cepat keluar ada Taetae BTL di toko aksesoris di depan sekolah kita, ia sedang membeli sesuatu sepertinya.
Seojin dan Heosok saling bertatapan, memperjelas indera pendengaranya. Seojin dengan jelas mendengar langkah kaki para gadis keluar dari sana.
_______________
Yunki:
Kalian, keluarlah cepat! Sebelum Tae terkepung gadis-gadis itu.
____________
Namjun dan jimmy segera berlari ke luar dari ruangan partitur. Mereka mengintip ke luar, setelah melihat lorong yang sepi, mereka berlari menuju pintu darurat tempat tadi mereka masuk. Tentu saja mereka bergerak secepat yang mereka bisa agar bisa ke luar dari sekolah dengan aman.
Begitupun Seojin dan Heosok, sang member tertua BTL naik ke atas closet. Ia melihat keadaan dari sela pintu. Ia turun setelah melihat keadaan diluar.
"Kajja," ajak Jin.
(Ayo)
Sementara Namjun dan Jimmy sudah sampai di lantai bawah, mereka keluar dan segera berlari ke arah mobil. Keduanya segera masuk dan duduk di kursi paling belakang, menatap sekita dengan panik dan napas yang terengah.
Setelahnya, kedua orang lain Seojin dan Heosok masuk lalu dengan cepat mereka menutup pintu.
Yunki dengan sigap menjalankan mobilnya mundur. Jin dan Jimin menatap dengan was-was. Begitu juga dengan Eunsoo memerhatikan Yunki yang tengah mengendarai mobil. Setelah berhasil keluar gang ia memutar mobilnya kearah jalan utama.
Mobil itu bergerak kencang menyebabkan para penumpang memekik tertahan.
"Omo!" pekik Seojin merasakan guncangan pada mobil karena Yunki mengendarai mobil dengan cepat.
(Ya ampun)
"Apa dia pembalap atau semacamnya?" tanya Heosok heran.
Yunki tidak memperdulikan ucapan di dan decakkan teman-teman di belakangnya. Ia hanya fokus pada mobil yang dikendarainya. Mobil itu melaju ke arah Toko Souvenir. Tempat Tae sengaja menjadikan dirinya umpan, agar ke empat temannya yang lain bisa keluar dari sekolah wanita itu.
Mobil itu berhenti di sebuah gang perumahan sempit untuk menuju pintu belakang Toko Aksesoris. Yunki melepaskan jaket dan topinya. Kemudian memberikan pada Eunsoo.
"Pakai itu, agar tidak ada yang mengenalimu."
Eunsoo menguncir rambutnya dan memakai topi dan jaket milik Yunki. Lalu ia segera ke luar mobil dan berjalan masuk ke Toko Aksesoris lewat pintu belakang sebelum mencapai pintu belakang ia harus melewati gang sempit.
"Siapa gadis itu hyung?" tanya Jimmy heran.
"Akan ku jelaskan nanti." Jawab Yunki yang juga bingung harus menjelaskan dari mana..
"Lalu, mengapa kau mengeluarkan kami padahal Jeon-gu belum di temukan hyeong?" tanya Namjun kesal.
"Sudah ku bilang ini bukan tempatnya," jawab Yunki lagi.
"Maksudmu?" tanya Seojin.
"Kita gagal kali ini," jawab Yunki terdengar kecewa.
***
.