5. The Day 1

1771 Words
[THE DAY] . . Seojin terbangun saat hari masih cukup pagi, sementara member lain masih tertidur. Sang member tertua masih berusaha mengumpulkan kesadarannya seraya berjalan ke dapur, sambil sesekali merenggangkan tubuh. Setelah sampai di dapur dengan cekatan ia mulai memasak nasi. Setelahnya, ia mencuci wajah dan menyikat gigi untuk membuat tubuhnya lebih segar pagi ini. Ia ingat hari ini mereka harus menjalankan misi dan mencari Jeon-gu. Mengingat itu membuat perasaannya buruk ia memikirkan sang member termuda. Bagiamana nasib Jeon-gu? Apa ia makan dan istirahat dengan baik? Banyak hal yang menjadi pikirannya saat ini. Yang pasti hal-hal ini menjadi pertanyaan member lain juga. Selesai membersihkan diri ia kembali melangkah ke dapur untuk memasak sarapan. Sampai di dapur ia melihat Jimmy yang sudah terbangun dan duduk di salah satu kursi makan. "Hyeong*," sapa Jimin yang baru saja terbangun dari tidurnya. "Kau sudah bangun dari tadi ya?" (Kakak= panggilan dari adik laki-laki ke kakak laki-laki) "Hmm, ada apa kau butuh sesuatu?" tanya Seojin yang sangat mengerti jika saat Jimmy sedang tak baik. Ya tentu saja semua tak baik. Hanya saja seorang Jimmy yang paling sensitif pada perasaan, membuat masalah ini jadi beban yang lebih banyak melukai perasaannya. "Aku hanya mencari bahan obrolan hyeong," rajuk Jimmy berusaha tersenyum walau terlihat tak ingin. "Bersiaplah, aku akan membuatkan sarapan," ucap Seojin sambil berjalan ke lemari pendingin, mencoba menemukan bahan makanan untuk membuat sarapan. Mungkin dengan perut yang terisi pikiran dan hati akan menjadi lebih baik begitu yang ia pikirkan juga menjadi harapannya. Selama Seojin memasak, Jimmy tak beranjak ia memerhatikan lalu sesekali bantu Seojin yang sudah ia anggap layaknya seorang kakak. Tentu saja mereka bertujuh sangat dekat hubungan mereka sebagai anggota grup, memaksa harus tinggal di dorm yang sama dan memulai semua dari nol. Setelah Seojinn selesai memasak ia membangunkan semua teman-temannya. Mereka sarapan dengan lahap, tau hal yang dihadapi bukan main-main kali ini. Apalagi, ini menjadi salah satu cara menyelamatkan Jeon-gu, sang member termuda. Para member bergegas menghabiskan sarapan lalu bersiap untuk misi mereka hari ini. "Segera bersiaplah, kita akan berangkat satu jam lagi," ucap Seojin mengingatkan. Ia kemudian berlalu meninggalkan member lain ke luar dorm. Dreeett l! Ponsel mereka bergetar sebuah foto dikirim ke grup BTL. ____________________ Jeon-gu (mengirimkan gambar.) ____________________ "Apa lagi ini?" gerutu Yunki kesal. Mereka semua membuka pesan, dan memerhatikannya. Pesan itu berupa salah satu bagian lirik lagu BTl. Lirik tersebut di ambil dari tittle terbaru mereka. Lirik itu di tulis pada sebuah kertas dengan pena hitam yang kemudian di kirim ke grup BTL berupa foto. "Lirik lagu?" tanya Heosok. Sambil berjalan ke luar daei kamarnya ia baru saja selesai berpakaian setelah membersihkan diri. Kemudian menghampiri Yunki, Tae, Jimmy dan Namjun yang sudah berada di ruang tengah. Mereka telah siap tadi, dan kini dibuat berpikir lagi dengan klu terbaru yang di kirim sang panculik. "Apa ini kode?" tanya Jimmy penasaran. "Aku rasa ini hanya lirik lagu," terka Tae. Membuat Yunki dan Namjun melirik kesal. Tentu samua yang ada di sana tau kalai itu afdalah lirik lagu. Namun untuk apa penculik itu mengirimkan foto itu yang menjadi pertanyaan. "Aku rasa ini kode," kata Namjun seraya terus memperhatikan ponsel miliknya. Saat otu Seojin masuk ke dalam dorm, kemudian melemparkan kunci mobil kepada Heosok. "Hyeong kau maminjam dari staff?" tanya Jimin. "Iya aku meminjam dari staff, dengan sebelumnya menelfon manager Kim. Ayo kita berangkat!" Seojin segera kembali berjalan ke luar diikuti yang lain. Mereka tak boleh terlambat kali ini dan semua bisa dilakukan dengan baik. * * * _________________________________________ Sementara di dalam ruang gelap Jeon-gu hanya bisa berucap dalam hati. Mulutnya di bungkam dan tangannya diikat. Hanya secercah cahaya kecil yang bisa ia lihat. Ah, di mana aku sekarang? Suara riuh ini ... Suara orang-orang ini tidak asing. Hyeong, selamatkan aku ... Aku rasa aku hampir gila karena ketakutan. Aku tidak bisa melihat apapun. ____________________________________________ * Saat ini semua member BTL berada dalam dalam mobil yang dipinjam oleh Seojin. Ia sengaja meminjam mobil Van lawas agar mereka bisa berada di dalam satu mobil tanpa terpisah. Heosok berada di kursi kemudi. Di kursi penumpang depan sang leader duduk masih sambil memperhatikan foto yang dikirimkan penculik. Di bagian tengah Seojin dan Taete yang duduk dengan gelisah. Tae sesekali memperhatikan member lain. Di kursi paling belakang, Yunki dan Jimmy duduk berdampingan. Yunki masih sibuk memerhatikan foto yang dikirim sang penculik. Jimmy menatap Yunki, ia jadi penasaran dan ikut memerhatikan tulisan pada ponsel "Aku rasa ... kita yang seperti penculik," ucap Tae tiba-tiba setelah memerhatikan pakaian yang mereka kenakan. Semua menatap pakaian mereka masing-masing. Jaket berhodie hitam, masker hitam dan topi hitam. Sekalipun tidak semua full hitam. Tapi, di d******i warna hitam. Setelah memperhatikannya mereka mengiyakan ucapan Taehyung dalam pikiran masing-masing. "Hyeong," panggil Jimmy takut-takut karena melihat Yunki yang sedang serius dengan ponsel miliknya. Pria pucat itu hanya melirik Jimmy dengan menggerakkan sedikit kepalanya. "Apa ini 'eu'?" tanya Jimmy. Huruf eu seharusnya hanya seperti garis minus, sebuah coretan ringan. Namun, di dalam gambar terlihat seperti coretan yang tebal. Mendengar perkataan Jimmy buat Yunki tertarik, ia lalu memerhatikan ponselnya. Benar saja huruf eu itu terlihat dengan sengaja dibuat goresan yang sedikit membuatnya lebih tebal. "Bukankah ini 'eu'? Mengapa penculik ini bodoh sekali, ia tidak bisa membuat sebuah garis?" tanya Jimmy Yunki memikirkan sesuatu, kemudian mengeluarkan pulpen dan kertas dari dalam tasnya yang memang selalu ia sediakan jika ia akan menulis lirik. Pria putih itu merasa mendapatkan clue dari foto itu. Beberapa huruf dalam foto terlihat sengaja dibuat lebih tebal dengan diberi goresan tinta di salah satu sisi huruf. Jimmy memperhatikan Yunki dengan penasaran. Apa yang dilakukan Jimmy buat Yunki bangga. Ia tersenyum bangga pada Jimmy. "Terkadang kau bisa diandalkan Jim." pujinya. Jimmy tersenyum kecut sambil menggaruk tengkuknya yang tidak gatal. Karena, ia tidak mengetahui maksud dari pujian sang rapper BTL. "Geumsok sangja!" ucap Yunki tiba-tiba, mengagetkan hampir semua yang berada di dalam mobil. "Maksudnya Hyeong?" tanya Taetae tak mengerti. "Kotak besi," ucap Yunki lagi. Sambil memberikan hasil coretannya pada Tae dan Seojin. "Perhatikan, tulisan pada foto kalian beberapa huruf di pertebal dan ketika aku menyusunnya. Itu menjadi tulisan 'geumsok sangja',"jelas Yunki lagi. "Daebak!" pekik Jimmy setelah mendengar penjelasan Yunki. "Kau luar biasa Hyeong," Seojin memberikan foto itu pada Namjun. Sang leader memerhatikan hasil tulisan Yunki. "Jadi kita harus mencari kotak besi?" gumam Namjoon. "Loker?" tanya Heosok. "Tidak mungkin, waktu itu aku melihat loker di sekolah itu dan itu loker kecil," jelas Seojin yang mengingat betul loker yang berada di sana. Loker loker para siswa itu kecil sekali tak mungkin bisa untuk menyembunyikan Jeon-gu. "Atau ... dia memotong Jeon-gu dan memasukkannya ke dalam loker?!" terka Tae sembarangan entah dari mana pikiran buruk itu hadir di pikirannya. "Yaaaakkk!!!" teriak semua yang ada di dalam mobil kesal dengan ucapan asal dari Taetae. "Jaga ucapanmu!" pinta Heosok. "Lagipula ini geumsog sangja bukan samurham (loker)." ucap Heosok. "Bisa saja kotak besi itu loker besar atau sejenisnya," terka Seojin. "Kita cari saja kotak besi di sana," kata Yunki enteng. "Sia-sia jika kita membicarakan saat ini," lanjutnya. "Kita akan tiba sepuluh menit lagi. Kau Tae dan Yunki hyeong," Namjun menoleh ke belakang menatap Taetae dan Yunki sekilas, lalu kembali menatap ke depan memerhatikan keduanya dari kaca dashboard. "Lebih baik kalian tunggu di mobil." "Mengapa aku dan Tae?" protes Yunki. "Harus ada yang berada di mobil. Jika, tiba-tiba orang mencurigakan muncul. Atau kalian melihat mobil atau semacamnya. Bukankah, kau bisa menyetir dengan baik alhyeong?" tanya Namjun. Yunki akhirnya mengangguk ia mengerti maksud dan arahan leader mereka. Sampai di Sekolah Wanita Minhwa setelah melewati beberapa perdebatan. Melewati bagian depan sekolah. Terlihat tidak terlalu ramai. Sepertinya, saat ini kelas sedang berlangsung. Mobil yang mereka gunakan memasukin sebuah jalan sempit yang berada bagian samping gedung. Kemudian memarkirkannya mobil di sana. Semua ke luar kemudian Yunki dan Tae beralih posisi keduanya duduk di kuris depan. Yunki di kursi kemudi dan Tae berada di kursi penumpang. . . ________________ **Creeping /Run** **Creeping/Hide** . . . Mereka berjalan ke bagian belakang sekolah. Dan memutuskan masuk ke gedung melewati pintu darurat yang ada di bagian belakang sekolah. Pintu itu tempat untuk para penjaga dan para pekerja sekolah ke luar masuk. "Bukankah, ini akan tampak sangat jelas jika kita masuk dan mencari Jeon-gu di sekolah ini? Ini sangat tidak aman." tanya Jimmy. Namjun mengangguk ia setuju. "Tapi, tidak ada jalan lain," ucapnya. "Aku dan Heosok akan mencari di lantai satu, kalian akan mencari di lantai dua." Seojin memberikan intruksi. Jimmy dan Namjun mengangguk mereka memang harus berpencar agar lebih mudah. "Let',s start," gumam Namjun. Sang leader dan Jimmy mulai menaiki tangga lalu memasuki pintu darurat. Namjun menutupi rambut hijaunya dengan topi yang ia bawa sedari tadi. "Rambut kita terlalu menarik perhatian," kesal Namjun. Jimmy melirik ke arah rambut hijau tosca milik sang leader dan mengingat rambutnya sendiri yang juga berwarna abu-abu. Jimmy dan Namjun sampai di lantai dua kemudian membuka sedikit pintu dan mengintip keluar. Ia melihat lantai dua benar-benar sepi katena banyak yang masih berada di dalam kelas untuk belajar. Mereka berjalan keluar perlahan. Setelah dirasa aman, mereka berjalan dengan cepat menuju ruang musik yang saat itu mereka gunakan. Beruntung ruang musik tak melewati kelas katena berada setelah gudang di samping tangga darurat. Bruk! "Maafkan aku," ucap Jimmy sambil menarik ke bawah topi yang ia kenakan. Lalu mengulurkan tangan ke arah Eunsoo tapi, gadis itu memilih untuk bangkit sendiri. "Ah, tak masalah," ucap Eunsoo gadis yang tak sengaja bertabrakan dengan Jeon-gu saat itu. Ia bangkit dan merapikan kembali roknya. Eunsoo menatap Jimmy dan Namjun. Namun, sesaat kemudian ia memilih tidak perduli dan berjalan meninggalkan mereka. Sambil mengambil ponsel dari saku kemejanya. Ia kemudian menatap sesaat sambil mengarahkan ponselnya. Kedua orang itu segera memasuki ruang musik. Dan mencari kotak besi yang di maksud dalam * Sementara Seojin dan Heosok terjebak di kamar mandi wanita. Karen saat mereka baru saja masuk, sekumpulan anak gadis yang baru saja selesai berolahraga masuk dan membuat mereka terperangkap di sana. Anak-anak gadis itu sibuk membasuh wajah dan berceloteh tentang teman mereka yang lain. Ia mengirimkan pesan ke grup baru yang mereka buat tanpa Jeon-gu. ________ Seojin : kami terperangkap di toilet wanita. _________ Yunki yang kini membaca pesan di mobil, ia malah tertawa terbahak-bahak. "Seojin hyeong?" gumam Tae. Yunki mengangguk, "Sungguh ini lucu sekali." Tae melihat Eunsoo yang berjalan ke luar sambil memainkan ponselnya. Gadis itu menatap sekitar seolah menunggu sesuatu. Saat itu ... Drreett _______________ Jeon-gu : (send Picture) ______________ Tae memerhatikan pesan di ponselnya kemudian keluar mobil dan berlari menghampiri Eunsoo. Saat Eunsoo melihat Tae ia segera berlari, membuat Tae akhirnya mengejar gadis SMU itu. Dan Yunki masih terpaku di mobil. Ia tak memahami situasinya. "Apa yang terjadi?" gumamnya. Tanpa memerdulikan Tae, Yunki malah sibuk melihat pesan masuk. Ia mengirim sebuah potongan tulisan. "Aakh, apa lagi?! Penculik ini?!" **
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD