4. A Glass Of Water (part 2)

1243 Words
[BACK TO THE PAST] [THE PROBABILITY & MEMORY] ___________________________ 24 H: 05 M : 13 S (AFTER THE ABDUCTION) (A Glass Of Water part 2) ____________________________ . . Semua member BTL saat ini sudah berada di dorm. Mereka duduk di ruang tengah. Kecuali Jimmy, yang saat ini sedang beristirahat di kamar karena ia terserang demam dan pasti penyebabnya karena terlalu memikirkan masalah penculikan Jeon-gu. Ia terlalu sensitif hingga masalah ini membuat beban pikirannya lalu membuat tubuhnya menjadi sakit. Ruang tengah dorm sangat berantakan kini. Mereka tidak sempat merapikan dan bahkan sampai sekarang sebagian dari mereka belum sempat beristirahat. Latihan lalu pertemuan dengan penggemar atau wawancara, setelah di rumah mereka harus memikirkan perihal Jeon-gu yang masih diculik. Setelah selesai membersihkan diri sang leader, Namjun menatap foto clue dari penculik yang masih tergeletak di meja. Juga tulisan-tulisan yang mereka catat pada sebuah kertas kemarin. Berharap ada sebuah jawaban. Sementara Yunki mendengarkan rekaman berulang-ulang, Taetae dan Heosok terlihat mengantuk di sisi lain sofa, Mereka belum sempat beristirahat sejak pulang pemotretan kemarin, Seojin sesekali menghela nafasnya ia lelah namun mencoba untuk tetap terjaga. Saat ini Seojin sebenarnya merasa tidak berguna sebagai seorang member tertua. "Bukankah tulisan di foto itu berarti waktu?" tanya Tae. Namjun mengangguk, ya tentu ia mengetahui itu hanya saja ini tak mudah. Ada yang hal lain yang harus dicari tahu. Lokasi dan keterangan lain. Ada di mana klu itu? "Ini sudah satu hari sejak penculikan. Berarti waktu kita tinggal sehari lagi," kata Heosok seraya mengusap matanya yang terasa mulai gatal karena ngantuk yang ia rasakan. Yunki masih menatap pesan di ponselnya yang kemarin malam dikirimkan oleh penculik. Ia memikirkan kemungkinan apa saja yang mungkin bisa temukan di sana. ____________________________ ?Pesan suara diterima M' - ELO _____________________________ "Kalian lihat tanda kutip, ketikan pesan suara yang kemarin di kirim si sialan itu?" tanya Yunki masih dengan fokus menatap layar ponselnya. Semua menggeleng dan menatap antusias ke arah Yunki. Berharap jika si pria dengan gummy smile itu bisa benar-benar menemukan petunjuk yang mereka perlukan. Agar, Jeon-gu bisa segera ditemukan. "Perhatikan ponsel kalian, apa menurut kalian ... ia sengaja memberikan tanda kutip di sana?" selidik Yunki. Semua memperhatikan tulisan di ponsel masing-masing. Jelas tanda kutip bukan hal umum yang bisa di ketik dalam sebuah pesan. Pula tak mungkin sebuah typo. Karena kutip tak ada di keyboard utama. "Aku rasa itu sengaja di lakukan. Tanda itu bukan tanda umum yang ada di dasar layar keyboard ponsel?" terka Namjun yang meyakini bahwa itu adalah salah satu clue. Tae dan Heosok mengangguk, mengiyakan pernyataan Namjun yang bermula dari penyelidikan Yunki. "Apa M itu lokasi? Myeongdong, Sekolah wanita Minhwa?" tanya Seojin. "Bukankah, Jeon-gu mengcover dance ELO - Mister di sana?" tanya Tae lagi. *** Back to the 25 day : 36 h: 12 m: 40s Before abduction Flashback ___________________________ BTL sudah tiba di sekolah wanita Minhwa. Mereka saat ini berada di ruang tunggu. Bersiap untuk pertunjukan kejutan mereka untuk sekolah wanita itu. Ini adalah bagian dari akhir promosi album mereka. "Kalian siap?" tanya Tuan Haemin ia adalah staf sementara, karena staf sebelumnya Tuang Gong, terpaksa istirahat karena kecelakaan yang ia alami. Jeon-gu mengangguk mengiyakan pertanyaan Tuan Hae. Sementara yang lain masih sibuk mempersiapkan diri. Tuan Hae menghela nafasnya. Sedikit lelah karena sudah beberapa hari kurang beristirahat. Ia Kemudian berjalan keluar dan mengecek kembali kesiapan acara kejutan itu juga memastikan semua aman untuk para member. Setelah semua siap, siswi diminta untuk berkumpul di aula sekolah dengan alasan akan diadakan pemberitahuan penting dari kepala sekolah. Semua berkumpul di sana sesuai dengan arahan yang mereka dengar dari pengeras suara. "Ah, apa ini menyebalkan sekali," gumam Eunsoo. Eunsoo salah satu siswi di sana berjalan dengan malas ke aula sambil meneguk minuman di tangannya. Namun, belum sampai ke sana ia membelokkan langkah kakinya menuju ruang latihan musik. Di sana tempat BTL bersembunyi. Brak Tanpa sengaja Jeon-gu menabrak Eunsoo. Saat itu baju Eunsoo terkena tumpahan air mineral yang di bawa gadis itu. "Maafkan aku," ucap Jeon-gu. Seorang staft wanita berlari memberikan tisu pada Eunsoo. Lalu dengan segera meminta Jeon-gu meninggalkan tempat itu. Dengan segera Jeon-gu dan member BTL lain berlari untuk bersembunyi di belakang panggung. Eunsoo menatap kesal kepergian Jeon-gu. Ia juga menghentikan staf BTL yang membantu membersihkan pakaiannya. Eunsoo lalu melangkahkan kakinya cepat ke ruang musik. Di sana ia tidak menemukan piano yang biasa ia mainkan. Di tambah banyak peralatan lain yang tak ia kenal di ruangan ini. "Argh!" ia membanting pintu dengan kesal dan berjalan dengan cepat ke aula. Ia duduk di bangku kosong di belakang. Semua bersorak melihat BTL memasuki ruangan. "Musik pop sampah," gumamnya. . . . FLASHBACK END *** "Apa di sana tempatnya?" tanya Tae setelah mereka mencoba mengingat kejadian itu. "Mungkin saja, bukankah kita tidak sempat meminta maaf karena saat itu terburu-buru?" tanya Heosok. Semua mengangguk lalu Yunki menuliskan lokasi itu di kertas sebagai salah satu lokasi kemungkinan Jeon-gu berada. Kini semua mulai berargumen sesuai dengan apa yang mereka ingat pada hari itu. Yang jelas yang di rujuk itu adalah sebuah lokasi. "Apa mungkin anak wanita itu pelakunya?" tanya Yunki. "Ah, tidak mungkin, dia hanya gadis remaja," ucap Namjun. "Semua bisa saja jadi penculiknya," ucap Yunki, baginya semua bisa saja jadi kemungkinan saat ini. "Pikirkan itu nanti, sekarang kita harus tentukan lokasinya." Seojin mencoba membuat teman-temannya tetap fokus. "Tapi, bukankah ada juga kejadian lain yang berhubungan dengan air?" tanya Tae lagi. "Kejadian apa lagi?" Yunki menatap bingung. *** Back to the 27 day : 6 h: 22 m: 45s Before abduction FLASHBACK __________________________ Radio MBC __________________________ . ... "Ya, hari ini pasti para penggemar BTL di studio ini senang sekali. Karena sebentar lagi, BTL akan menyanyikan lagu mereka Live," ucap Yuri penyiar malam itu. semua member BTL bersiap, lalu berjalan menuju tempat di mana mereka akan bernyanyi di sudut kanan studio, dan .... Prank Tae tanpa sengaja menyenggol cangkir Yuri dan pecah. Beruntung cangkir itu sudah kosong jadi tidak menumpahkan apapun. "Maafkan aku," ucap Tae berusaha mengambil pecahan cangkir. Namun Yuri menahannya dan memberi kode dengan tangannya, agar Tae segera bersiap untuk tampil. Pemilik senyum kotak itu mengangguk, mengucapkan berterima kasih, ia pun segera berlari ke sudut lain studio, dan mulai mengenakan headset-nya. . . . . FLASHBACK END *** "Tapi, itu cangkir kosong?" Sergah Heos6, seingatnya saat itu cangkir yang terjatuh hanyalah sebuah cangkir kosong. Mana mungkin bisa menjadi sebuah masalah? "Bukankah semua kemungkinan bisa terjadi?" tanya Tae. "Kenapa kalian ceroboh sekali? Apa kalian selalu seceroboh itu? Aish," gerutu Yunki kesal. "Yunki hyeong, kenapa kau masih sempat memaki orang lain?" Tae sambil mengerucutkan bibirnya. "Sudahlah, ayo kita pikirkan masalah ini." ucap Seojin, mencoba kembali membuat semua fokus pada hal yang harus mereka pecahkan. Semua terdiam dan mencoba menarik kesimpulan, mengingat kejadian apapun yang mungkin mengaitkan dengan clue yang mereka terima. Sementara Yunki menuliskan informasi dari hal yang ia ingat atau ucapan dari yang lain. "Berarti kita harus menyelinap dan mencari Jeon-gu di antara dua tempat ini?" tanya Yunki sambil menatap kertasnya. Namjun mengangguk, tentu saja mereka tak boleh ketahuan. Misi kali ini berat bagaimana caranya tetap bersembunyi di tengah lokasi yang pasti cukup ramai. Lalu bagaimana hebohnya nanti pemberitaan yang akan mereka terima jika misi ini gagal dan terbongkar "Bagaimana kalau kita membagi dua tim?" tanya Heosok. "Akan sulit karena kita hanya punya waktu 30 menit," timpal Namjun. Namjun mengungkapkan pilihan lokasinya. Ia dan Yunki memiliki pendapat yang berbeda. Semua berdiskusi, untuk menentukan pilihan lokasi yang tepat. Setelah beberapa saat, mereka menemukan kesepakatan. "Baiklah, semoga pilihan kita tepat." Seojin berharap mereka akan berhasil besok . *** . . . .
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD