Pagi-pagi sekali, pukul lima, aku berangkat ke kota untuk membuka lapak buahku. Lawrence dengan baik hati menawarkan tumpangan, sementara Mama tinggal di rumah untuk menjaga si kembar yang masih terlelap. Mereka akan menyusul nanti setelah anak-anak sarapan. “Biar aku bantu pasang tendanya,” ujar Lawrence saat kami tiba. “Boleh, terima kasih!” jawabku dengan tulus, ia mulai membantu menata buah-buahanku. Marsha, yang duduk di dekat situ, menyapaku, “Zoey, bagaimana kabarmu? Katanya kamu tidak enak badan?” “Iya, Marsha. Tapi aku baik-baik saja sekarang, hanya tinggal batuk sedikit. Bagaimana danganganmu kemarin? Banyak pelanggan?” tanyaku. “Lumayan, tapi rasanya agak lesu,” jawabnya, aku hanya mengangguk. Setelah aku dan Lawrence selesai memasang tenda, ia pamit pulang. “Nanti aku jem

