"Kamu enggak apa-apa kan, Sayang?" tanya Ibram pada sang istri muda setelah membantu wanita itu berbaring di ranjangnya. "Aku nggak tahu Mas, kepalaku pusing," jawab Jihan lirih, tiba-tiba saja wanita itu terlihat begitu lemah tidak garang seperti saat membentak-bentak Niswa tadi. "Ya udah kalau gitu kamu istirahat aja ya aku mau menemui Niswa dulu sebentar," kata Ibram sambil melepaskan tangan sang istri muda yang sedang ia genggam dengan begitu lembut. "Aku nggak mau kamu tinggalin Mas, kepalaku pusing banget perut aku juga rasanya sakit, aku takut terjadi sesuatu sama anak kita Mas," kata Jihan dengan begitu memelas sambil menggenggam tangan sang suami, jelas wanita itu tidak akan mengizinkan Ibram untuk bertemu dengan Niswa. "Kamu jangan ngomong sembarangan, kamu dan anak kita a

