Niswa diam sambil menahan senyum menatap Jihan yang saat ini sedang memegangi pipinya yang terlihat memerah bekas tamparan yang dia berikan sekuat tenaga tadi tapi bukan karena dia merasa senang telah berhasil menampar Jihan yang membuatnya menahan senyum, Niswa tersenyum geli melihat Jihan yang terlihat begitu percaya diri saat ini. Wanita cantik itu tahu jika Jihan sedang merasa di atas awan merasa jika kemenangan sudah berada di depan matanya karena Ibram telah mengakuinya dan kedua mertua pasti akan sangat membelanya, Jihan belum tahu saja sedalam apa jurang yang sedang menantinya saat ini. "Mas mohon jangan bertengkar seperti ini, hati Mas terasa sakit melihat kalian saling menyakiti begini," kata Ibram begitu memelas sambil menatap kedua istrinya bergantian. "Hati kamu merasa s

