Bonus

2980 Words

"Heh, Mio!" panggil seorang laki-laki tinggi saat melihat Mio yang tengah berjalan dengan Arin di tengah koridor yang lumayan ramai. "Ah, Kak Bagas?" tanggap Mio dengan kepala yang dimiringkan disertai dengan dahi yang berkerut heran. Tumben-tumbenan Kak Bagas negur di sekolah, pikirnya. "Arin, kamu duluan aja ya ke kelas," pinta Mio seraya berjalan mendekati lelaki berambut keriting alias kakaknya sendiri. "Kenapa, Kak?" tanya Mio. "Tau nggak? Tadi aku liat Arsen jalan sama Nadia!" "Kak Nadia? Yang ketua PMR itu?" Mio berusaha memastikan, apa Nadia yang di pikirannya dan yang diomongi Bagas adalah orang yang sama. Bagas mengangguk yakin, "Iya!" "Lah, terus kenapa kalo Kak Arsen jalan sama Kak Nadia?" "Kamu nggak ada cemburu-cemburunya gitu?" "Eh?" Mio terkejut ditanyai seperti i

Great novels start here

Download by scanning the QR code to get countless free stories and daily updated books

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD