Epilog

473 Words

Arsen dan Mio tengah terdiam di posisinya. Hening dalam ketenangan. "Kenapa kamu milih sama aku, hm? Aku pikir kamu bakal milih keluarga kamu ketimbang aku, Mi," ujar Arsen tiba-tiba, memecah kesunyian yang sedari tadi mendominasi suasana mereka. Tangannya menyusup pelan ke dalam kaus Mio untuk mengelus kulit punggungnya. Mio sendiri tampak nyaman diperlakukan begitu. Dirinya hanya merapatkan kepalanya ke perpotongan leher kakaknya untuk semakin menyamankan diri di atas pangkuan yang lebih tua. "Mio sayang Kakak," jawabnya dengan sebuah pernyataan. Arsen tak tahu dari mana keberanian sang adik berasal. Ia ingat jika Mio belum lama ini masihlah Mio yang pemalu, bahkan beberapa bulan yang lalu Mio masih takut akan dirinya. Ah, ia mengembuskan napas pelan jika mengingat dahulu ia sangat j

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD