"Kak, bangun!" titah Mio sambil menyibak selimut yang menutupi tubuh Arsen. Sedangkan Arsen yang masih terlalu nyaman akan tidurnya hanya menggumam pelan sambil memeluk gulingnya semakin erat. "Dari tadi Mio bangunin, Kakak ham-hem aja, ih!" omel Mio kesal. Ia mengerucutkan bibirnya seraya membuka gorden hingga Arsen mengernyit kesilauan. Arsen mengerang sebal. "Tutup, Mio! Masih ngantuk aku! Lagian ini kan hari Minggu!" protes Arsen. "Tapi ini udah jam sembilan, Kak!" jawab Mio geregetan. "Kakak belum makan dari semalem 'kan? Bangun dulu, ih!" Mio mengguncang-guncang tubuh si tinggi dengan gemas. Arsen sebal, tentu saja. Tanpa aba-aba, sang kakak menarik sang adik ke atas kasur. Menindihnya dan memeluk yang lebih muda dengan erat bak gulingnya sendiri. Mio memukul bahu Arsen dengan b

