Empat Belas

1070 Words

"... Ayo, Iam! Makan dong!" Sayup-sayup terdengar suara Mio yang berusaha membujuk Iam untuk makan. "IAM MAU KE MAMA!" teriak Iam keras. Arsen yang baru saja menuruni tangga rumahnya sampai heran mendengar keributan di pagi hari. Maklum, kan biasanya rumah mereka hening. Mio yang agak pendiam, dan Arsen yang memang dasarnya agak dingin-dingin gimana gitu. "Apaan sih, kok rame banget?" komentar Arsen saat memasuki ruang makan. "Lho, Mio? Kamu nggak sekolah?" lanjutnya saat melihat Mio yang masih memakai piyama biru dongkernya. Mio menggeleng kikuk dan berkata, "Um ... kan ada Iam. Masa Iam ditinggalin sendiri?" Arsen mendekati Mio dan mengacak rambut si mungil pelan. "Ya udah, nanti aku izinin ke wali kelas kamu. Pak Iman, 'kan?" "Iya, Kak," jawab Mio sambil mengambilkan beberapa poto

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD