Are you ok?

1735 Words
Semenjak malam itu, Sebastian merasa jika ada hal yang terjadi pada Erik. Itu semua terlihat dari bagaimana dirinya yang terlihat begitu ketakutan ketika mereka bertemu, dan bahkan ada hal yang ia tidak boleh ketahui, di mana ketika Erik terus menoleh menatap ke arah belakang tempatnya berdiri, yang tentu saja membuat Sebastian merasa sangat penasaran saat itu. Bahkan ketika pagi pun tiba, di saat Sebastian tengah menyantap Porridge milk yang sengaja di sediakan oleh sang Istri pun, pikirannya tidak pernah berhenti memikirkan apa yang terjadi pada Erik di desa Fareham saat itu. “Apa yang ada di belakangku saat itu?” itu lah gumaman dari Sebastian di atas meja makan, yang tentu saja membuat sang istri kini menolehkan pandangannya ke arah Sebastian untuk akhirnya berucap, “Ada apa?” tanya sang istri kepada Sebastian, yang membuat Sebastian kini menoleh menatapnya dan kemudian menghembuskan napasnya dengan pelan seraya berucap, “Teman ku … aku merasa ada hal aneh yang ia alami sehingga sangat menakuti dirinya malam itu, Fia!” ucap Sebastian kepada sang Istri yang baru saja ia panggil sebagai Fia di sana, yang kemudian membuat Fia kini mengerutkan dahinya dan kemudian berkata, “Memangnya apa yang terjadi?” tanya Fia atau kepanjangan dari nama Sofia, yang membuat Sebastian kini menghembuskan napasnya lagi dan berpikir jika masalah ini tidak perlu diketahui sang Istri, atau tidak itu akan mengganggunya dan juga calon bayi yang ada di dalam tubuhnya saat itu, yang membuat Sebastian pun kini tersenyum seraya menggelengkan kepalanya untuk kemudian berucap, “Tidak apa … biarkan aku yang memastikan hal itu saat ini, kali saja temanku saat itu tengah membercandaiku!” ucap Sebastian kepada Sofia yang kini terlihat memberenggut di sana dan kemudian berkata, “Jadi orang ini selalu bercanda ya?” tanya Sofia kepada Sebastian yang kini tersenyum dan menganggukkan kepalanya, “Dia selalu membuat suasana tegang menjadi ringan!” ucap Sebastian berbohong kepada Sofia yang tentu saja membuat Sofia dengan mudah percaya saat itu, dan membuat Sebastian menghambuskan napasnya di sana. “Jadi … apakah malam ini kau akan pulang dengan cepat?” sebuah pertanyaan yang di lontarkan oleh Sofia pada saat itu, membuat Sebastian kini tersenyum dan menganggukkan kepalanya dan berkata, “Aku akan pulang secepat yang aku bisa!” jawab Sebastian, dan hal itu membuat Sofia terlihat sangat-sangat senang, dan pada akhirnya Sebastian pun berpamit untuk pergi dari rumah dan bekerja. … Sebastian saat itu tengah mengendarai mobilnya menuju rumah sakit, dan hari itu bertepatan di mana hari dirinya bertugas di lapanga untuk menjadi dokter yang berjaga di ambulance, atau tenaga medice yang memberikan pertolongan pertama kepada yang lainnya sebelum akhirnya di tangani oleh dokter yang ahli, meski sebenarnya Sebastian merupakan dokter ahli penyakit dalam, namun karena satu tahun yang lalu Dokter Sebastian menawarkan dirinya untuk menjadi seorang dokter yang langsung pergi ke lapangan seperti seorang pemadam kebakaran. Atau sebut saja tenaga medice untuk para korban kecelakaan. Pandangan Sebastian kini menoleh menatap ke arah box-box yang diberikan oleh Erik malam tadi, yang kemudian membuat dirinya kini hanya bisa menghembuskan napasnya dan merasa jika hari itu ia harus segera menemui Erik dan bertanya mengenai keadaan darinya, karena Sebastian takut jika ternyata keadaan dari Erik tidak baik-baik saja. “Yeah … baiklah … aku akan mendatanginya di jam makan siang!” itu lah yang di ucapkan oleh Sebastian kepada dirinya sendiri, sebelum akhirnya ia memarkirkan mobil miliknya di samping rumah sakit dan segera keluar dari mobil dengan membawa dua box berwarna putih dari rumah sakit dan satu lagi yang terlihat agak usang, yang juga membuat dirinya merasa penasaran dengan isi dari box lainnya yang diberikan oleh Erik semalam. “Oh, selamat pagi Dokter. Rusk!” sebuah sapaan yang di dengar oleh Sebastian pada saat itu, membuat dirinya kini menoleh dan kini berhadapan dengan seornag dokter wanita yang baru saja menyapa dirinya di pagi hari itu, yang tentu saja membuat Sebastian kini tersenyum dengan senang seraya membalas sapaan itu dengan berkata, “Selamat pagi, Dokter. Mo!” balasan Sebastian saat itu membuat Dokter Mo kini tersenyum hangat kepada Sebastian yang kemudian membuat dokter wanita itu kini berkata, “Terlihat anda sibuk sekali ya! Box apa ini?” sebuah pertanyaan yang di lontarkan oleh Dokter wanita itu pun membuat Sebastian kini tersenyum dan kemudian berkata, “Aha … ini?? ini adalah box data pasien milikku, aku sengaja membawanya ke rumah agar setidaknya aku bisa menyelesaikan semuanya, sekaligus merapihkan datanya dengan cepat!” jawab Sebastian kepada Dokter Mo yang kini terlihat terkejut sekaligus kagum dengan apa yang di lakukan oleh Dokter Sebastian pada saat itu, “Uhhh … kau adalah dokter yang rajin, Dokter!” Sebastian hanya tersenyum untuk menanggapi pujian yang di berikan oleh Dokter Mo pada saat itu, ”Aha … tidak juga, kalau begitu permisi aku akan segera menyimpan ini di ruanganku!” balas Sebastian seraya berpamit kepada Dokter Mo yang kini segera mengangguk dan bekata, “Silahkan Silahkan! Selamat beraktifitas, Dokter!” ucap Dokter Mo kepada Sebastian yang kini mengangguk dan kemudian membalas, “Anda juga, selamat bekerja!” balas Sebastian untuk pada akhirnya Sebastian benar-benar pergi dari aula rumah sakit untuk akhirnya mausk ke dalam ruang Kerjanya. Srak!! “...” Sebastian meletakkan box-box itu di dalam ruangannya dan kemudian dirinya segera melepaskan mantel tebal yang ia kenakan untuk akhirnya menggantikan mantel itu dengan jas dokter miliknya sebelum akhirnya ia berjalan menuju ruang UGD dan bertemu dengan paramedic lainnya yang tengah berkumpul dan bersiap di sana jika-jika ada sebuah panggilan yang datang dan meminta mereka untuk segera ke lapangan. … Hari itu waktu berjalan dengan begitu cepatnya, Pagi berlalu begitu saja dan menampilkan siang hari, dan sesuai dengan apa yang di rencanakan oleh Sebastian, dirinya kini baru saja keluar dari mobil miliknya dan berjalan masuk ke dalam camp pemadam kebakaran di kota Bafehood. Pandangannnya kini menoleh ke beberapa orang yang barus saja berjalan melewatinya, dan akhirnya ia menatap salah seorang pemadam kebakaran yang sangat ia kenali dan orang itu adalah Tony, kekasih dari Wanita yang memberikan sebuah kasus yang membingungkan dirinya serta Erik, meski pun Tony tidak mengetahui hal itu, namun Sebastian tahu dirinya, dan itu lah yang membuatnya kini berjalan untuk menemui Tony. “Hi, Tony!” sebuah sapaan yang di lontarkan oleh Sebastian pada saat itu pun membuat Tony yang tengah berbincang kini menolehkan pandangannya ke arah Sebastian dan kemudian terlihat terkejut seraya berkata, “Oh! Dokter Sebastian isn’t it?” tanya Tony kepada Sebastian yang kini tersenyum dan menganggukkan kepalanya. “Ya … ini aku!” ucap Sebastian kepada Tony yang kini menjabat tangannya dan kemudian bertanya, “Ada apa Dokter?” sebuah pertanyaan yang di lontarkan oleh Tony pada saat itu pun membuat Sebastian kini berkata, “Apakah hari ini Erik datang?” sebuah pertanyaan yang di lontarkan oleh Sebastian pada saat itu pun membuat Tony kini menganggukkan kepalanya menanggapi hal itu dan berkata, “Kapten?? dia ada di atas! Dia sedang bersantai, apakah kau mau menemuinya?!” tanya Tony kepada Sebastian yang kini menganggukkan kepalanya menanggapi pertanyaan yang di lontarkan oleh Tony, yang akhirnya membuat Tony pun mengayunkan tangan kanannya memberikan sebuah petunjuk agar ia segera ikut dengannya saat itu, dan itu pun membuat Sebastian mengangguk dan berkata, “Thanks!” ucap Sebastian kepada Tony yang kini terkekeh untuk kemudian berkata, “Tidak perlu sungkan, Kapten! Dokter Sebastian ingin menemuimu!” itu lah ucapan yang di lontarkan oleh Tony, yang membuat Sebastian kini menoleh menatap ke arah depan, di mana Kapten tim 180 kala itu tengah terduduk dan menoleh menatapnya seraya tersenyum, dan itu sungguh membuat Sebastian menjadi bertanya-tanya karenanya. … Pandangan Sebastian kini tertuju kepada Erik yang terduduk di hadapannya saat ini, yang kini tengah tersenyum ke arahnya dan kemudian berkata, “Ada apa, Sebastian?” itu lah pertanyaan yang di lontarkan oleh Erik kepada Sebastian yang tentu saja membuat Dokter itu kini mengerutkan dahinya mendengar pertanyaan tersebut, sehingg Sebastian pun berkata, “Are you Ok, Erik?” sebuah pertanyaan yang di lontarkan oleh Sebastian pada saat itu, membuat Erik dengan segera dan tanpa ragu kini menganggukkan kepalanya menanggapi hal itu, dan kemudian menjawab. “Yeah … aku baik-baik saja, ada apa?” sebuah pertanyaan yang di lontarkan oleh Erik saat itu tentu saja membuat Sebastian tidak mempecayainya begitu saja, karena semalam raut yang diperlihatkan oleh Erik membuat Sebastian yakin jika dirinya sangat ketakutan. “Tidak … hanya saja, tadi malam kau berlaku aneh! Apakah kau benar-benar baik-baik saja?” sebauh pertanyaan lagi di lontarkan kembali oleh Sebastian, yang kemudian membuat Erik pun kini terkekeh seraya berkata, “Tentu! Aku baik Dokter Sebastian!” ucap Erik, dan kini membuat Sebastian menjadi yakin jika ada hal yang aneh pada dirinya pada saat itu. “Bagaimana dengan dirimu sendiri??” sebuah pertanyaan yang di lontarkan oleh Erik pada saat itu, membuat Sebastian kini mengerutkan dahinya dan kemudian bertanya, “Huh?!” tanya Sebastian kepada Erik yang kini tersenyum dan berkata, “Keadaanmu, Dokter!” ucap Erik dan membuat sebastian kini terkekeh dan segera membenarkan jaket yang ia kenakan seraya berkata, “Ah! Ehem … tidak begitu, aku sedikit mencemaskanmu karena semalam kau terlihat sangat ketakutan ketika aku menjemputmu di desa Fareham!” sambung Sebastian, yang seketika saja senyuman dari Erik kini memudar dan membuat Sebastian terkejut melihat perubahan raut wajah darinya pada saat itu. “Ah! Benar juga … kau ada di sana semalam, aku lupa!” ucap Erik kepada Sebastian yang kembali mengerutkan dahinya mendengar hal itu dan kemudian bertanya, “Huh?!” tanhya Sebastian, dan membuat Erik kembali tersenyum kepadanya dan berkata, “Apakah kau membawa mereka semua dariku, Sebastian?!” sebuah pertanyaan yang di lontarkan oleh Erik pada saat itu membuat Sebastian terkejut mendengar suaranya, karena pasalnya suara Erik seketika berubah menjadi serak dan itu ia yakini jika Erik sakit atau flu. “Erik, Are you okay?? suaramu menjadi pecah!” tanya Sebastian, dan hal itu membuat Erik dengan segera berdeham dan menganggukkan kepalanya lagi menanggapi hal itu, “Ehkem .. ya! Aku baik” ucap Erik kepada Sebastian, dan hal itu membuat Sebastian kini mengangguk untuk kemudian menggeleng seraya berucap, “Hah, mereka?? aku tidak mengambil apa pun darimu, Erik!” ucap Sebastian dan hal itu membuat Erik terlihat sangat curiga sekaligus kebingungan, seolah dirinya tengah mencari sesuatu hal namun ia sendiri tidak mengetahui apa hal yang ia cari saat itu, yang membuat Sebastian mulai menjadi curiga kepada Erik pada saat itu. ‘sesuatu hal disembunyikan olehnya’ itu lah yang ada di dalam pikiran dari Sebastian pada saat itu mengenai Erik. …  To Be Continue. 
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD