Tell About Ingrid

1059 Words
Tiga minggu yang lalu.   Cklek! “Yah!! Home Sweet home!! selamat datang di rumah, baby!” ucap seorang lelaki ketika dirinya baru saja membukakan pintu apartemen yang kala itu sengaja membuat sang lelaki memperlihatkan kondisi dari apartemen yang terlihat sangat nyaman untuk seorang wanita yang kini tersenyum ketika menyadari di sana setelah mendapati sebuah dekorasi yang juga menghiasi apartemen tersebut. “Tony! Sejak kapan kau mendekor ini? Kau menyiapkan ini semua untukku??” sebuah pertanyaan yang di lontarkan oleh wanita itu kepada seorang lelaki bernama Tony, pun membuat Tony menganggukkan kepalanya dan membuat wanita itu semakin terlihat senang, “Tentu ini semua untukmu, Ingrid! Mari … masuklah!” ajak Tony seraya mempersilakan wanita bernama Ingrid untuk masuk ke dalam apartemen itu, dan ketika Ingrid hendak membawa koper miliknya di sana, itu segera saja di hentikan oleh Tony yang kini berucap, “A  … ah! Biarkan aku yang menangani ini, kau masuk dan nikmati hidangan yang sudah aku buat!” ucap Tony kepada Ingrid yang kembali terkejut mendengarnya dan kemudian berkata, “ Kau bahkan memasak?!” tanya Ingrid dan lagi membuat Tony menganggukkan kepala dan mengangkat koper di sana untuk masuk ke dalam sebuah kamar, dan berkata, “Aku simpan kopernya di kamar gantiku, di sana sudah ada lemari yang sengaja aku kosongkan untukmu!” jelas Tony, dan membuat Ingrid kini berjalan ke arah Tony seraya memeluknya dan mengecup pipi dari sang kekasih untuk kemudian berkata, “Thank you so much, Honey!” ucap Ingrid kepada Tony yang tersenyum dan menganggukkan kepala menanggapi hal itu. “Tentu saja, aku akan melakukan apapun untukmu, sayang!” ucap Tony, dan hal itu membuat Ingrid kembali merasa senang karenanya. “Baiklah! Ayo kita makan, sebelum semuanya menjadi dingin dan tidak lagi sesedap ketika makanan itu hangat!” jelas Tony, dan membuat Ingrid menganggukkan kepalanya menanggapi hal itu. … Tony dan Ingrid adalah sepasang kekasih yang sudah menjalin hubungan selama satu tahun lamanya, dan tepat di hari itu, Ingrid memutuskan untuk tinggal bersama dengan Tony kekasihnya di apartemen milik Tony yang terletak di kota Bafehood dan bersampingan dengan Apartemen Los d Angel, dan apartemen dari Tony adalah Apartemen Treasure. Keduanya memutuskan untuk tinggal bersama setelah Ayah dari ingrid meninggal dunia akibat sakit, dan menitipkan Ingrid kepada kekasih dari Ingrid saat itu, yakni Tony. Dan merasa jika diberikan sebuah tanggung jawab yang besar, membuat Tony pun meminta Ingrid untuk pindah dari apartemen milik sang Ayah yang kala itu berada di kota Iremia, yang berdekatan dengan kotanya untuk tinggal bersama dengan Tony di Apartemennya di Bafehood, yang tentu saja membuat Ingrid sangat senang dan sepakat untuk pindah. Menjalani hubungan satu tahun dengan Tony merupakan hal yang sangat membuat Ingrid bahagia, karena keduanya tidak pernah terlibat pertengkaran dan saling mengerti, yang tentu saja membuat Ingrid merasa bahwa mereka sudah sangat cocok. Tony kala itu berprofesi sebagai sang Fireman, di salah satu pemadam kebakaran yang berpusat langsung di kota Bafehood, dan merupakan wakil kapten dari tim pemadamnya, yang tentu saja membuat dirinya cukup disibukkan dengan pekerjaannya di sana, dan untungnya Ingrid mengerti akan hal itu dan tidka pernah mengganggu aktifitas dari sang kekasih. Dan Ingrid sendiri pun merupakan seorang guru TK di kotanya waktu itu, dan kini ia telah berpindah kota dan kemungkinan Ingrid akan memulai untuk mencari pekerjaan sebagai guru Tk di wilayah sekitarnya. … Malam itu, Ingrid tengah melihat-lihat banyaknya kertas lowongan pekerjaan yang disematkan di sebuah koran-koran harian yang sempat ia beli sebelum ia datang ke apartemen itu, dan membuat Tony yang tengah membereskan piring-piring bekas makan mereka pun kini menoleh menatapnya yang terlihat sangat serius mencari lowongan pekerjaan di sana. “Hm … kau tahu, Ingrid! Aku mendapatkan kabar dari temanku jika mereka membutuhkan seorang guru TK!” ucapan yang di lontarkan oleh Tony pada saat itu, membuat Ingrid dengan segera menoleh menatapnya seraya berucap. “Really?!” tanya Ingrid dengan nada terkejut dan senang di sana, dan membuat Tony tersenyum mendengarnya seraya menganggukkan kepala, “Satu minggu yang lalu ia mencari guru itu!” jelas Tony, dan membuat Ingrid kini mengerutkan dahinya dan mendecih kesal, karena tahu jika pasti tawaran itu sudah tidak berlaku, karena pastinya lowongan itu sudah diisi oleh seseorang, “Yah … kau terlambat mengatakannya, seharusnya kau mengatakan kepadaku minggu lalu, agar setidaknya aku bisa mengirimkan CV ku kepada mereka dan melakukan semacam wawancara!” ucap Ingrid kepada Tony yang kembali terkekeh ketika mendengar Ingrid terdengar sedikit kecewa di sana, dan membuat Tony pun senegar mengelap tangannya yang basah dengan handuk kering yang tergantung di dapur dan kemudian berjalan menghampiri Ingrid seraya berkata, “Ya … maafkan aku, aku tidak melakukannya! Karena kudengar juga itu sudah di isi oleh orang lain!” jelas Tony, dan membuat Ingrid menghela napasnya dan menganggukkan kepala, menebak bahwa itu pasti terjadi, namun tanpa di sangka Tony memberikan sebuah map coklat yang kemudian di simpan kepangkuan Ingrid yang kini mengerutkan dahinya dan menolehkan pandangannya ke arah Tony. “Apa ini?” tanya Ingrid kepadanya yang tersenyum dengan manis seraya berucap, “Bukalah dan kau akan tahu apa isi darinya!” ucap Tony kepada Ingrid, yang kini membelalakan kedua matanya seolah sudah dapat menebak apa yang diberikan oleh Tony kepada dirinya pada saat itu, “Noway!” ucap Ingrid dengan segera membuka map tersebut, sedangkan Tony tertawa menanggapinya dan kemudian membuat Ingrid kini melihat isi dari map itu dan memekik senang ketika ternyata itu merupakan undangan interview yang akan berlangsung besok pagi, dan membuatnya segera memeluk Tony, setelah tahu bahwa Tony mengirimkan CV miliknya ke tempat yang baru saja dibicarakan oleh Tony kepada Ingrid di sana. “Kau sengaja melakukannya!! kau sengaja!” ucap Ingrid seraya tersenyum dengan lebar, dan membuat Tony pun tertawa menanggapi ucapan itu seraya mengangguk dan kemudian berkata, “Tentu aku melakukannya, mana mungkin aku akan membawamu kemari tanpa memberimu pekerjaan? Setidaknya, tempat ini lebih bagus dari yang sebelumnya, karena aku sudah melihat lokasi dan keseluruhannya, pemiliknya juga adalah sepupuku … jadi kau tidak perlu khawatir, dia akan memasukkanmu karena kau adalah kekasihku!” ucap Tony kepada Ingrid yang semakin memeluknya dengan sayang sebagai ucapan terima kasih kepada Tony, sedangkan Tony kini tersenyum senang ketika mengetahui bahwa kekasihnya itu bahagia saat ini. “I love you, Tony!” ucap Ingrid dan membuat Tony mengecup pucuk kepala dari Ingrid seraya berkata, “Love you too!” bisiknya kepada Ingrid yang kini tertawa di dalam pelukan dari Tony malam itu. …  To Be Continue. 
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD