[Kota Bafehood H-7 sebelum ledakan pom bensin terjadi]
Ingrid Point of view
Hari ini, merupakan hari yang sangat-sangat membahagiakan menurutku, karena hari ini aku keluar dari Rumah sakit. Aku sangat bersyukur karena Adam menemui diriku dan memberikanku sebuah gelang yang membuatku menjadi setidaknya merasa nyaman, tak ada lagi nyanyian Have you any Sheep yang aku dengar di setiap malamnya, dan tidak ada pula tawa dari anak-anak yang menyertainya, dan itu sungguh membuat dirinya bersyukur.
“Tony akan menjemputmu, Ingrid?” sebuah pertanyaan yang di lontarkan oleh Dokter Charlotte pada saat itu, membuat diriku yang tengah berjalan menuju pintu keluar rumah sakit pun kini tersenyum dengan senang ke arahnya seraya berkata,
“Ya … aku rasa dia akan terlambat beberapa menit, karena pekerjaannya cukup sibuk!” itu lah yang aku ucapkan kepada dirinya, yang secara tiba-tiba memberikanku satu buket bunga indah yang wanginya semerbak, dan tentu saja hal itu membuat diriku tersanjung dengan apa yang dirinya berikan kepadaku.
“It’s for me?” tanyaku kepada Dokter Charlotte yang kini mengangguk seraya tersenyum dengan sangat senang karenanya, dan hal itu tentu membuatku benar-benar bahagia berlipat ganda,
”Thank you! You are so sweet!” ucapku kepada Dokter Charlotte yang kini tertawa mendengarnya dan merangkulku untuk berucap,
“Mari kita bertemu kembali di luar rumah sakit ini, Ingrid! Aku harap hari-hari selanjutnya bisa kau jalani dengan sangat indah dan penuh tawa!” aku kembali tersenyum ketika dokter Charlotte berkata seperti itu, seperti memberikanku sebuah do’a yang memang aku butuhkan pada saat itu.
“Thank you!” hanya kata itu yang bisa aku ucapkan kepadanya yang kini menganggukkan kepala menanggapiku, tidak lama dari perbincangan kami, pintu yang ada di hadapanku pun terbuka dan menampakkan Tony berjalan menghampiriku dengan senyuman bahagianya, seolah dirinya sangat-sangat lega dan bersyukur bisa melihat diriku lagi, dan begitu pula dengan diriku.
Saat itu ia mengenakan seragam pemadam yang biasa ia gunakan ketika berada di dalam camp, dan hal itu cukup keren menurutku. Bukan … bukan … dia tidak mengenakan jas anti api atau helm seperti para pemadam lakukan ketika menghadapi api dan bertugas di lapangan, yang aku maksud adalah seragam formalnya.
“Hei!” sapa Tony kepadaku, yang tentu saja membuatku klini tidak pernah bisa untuk tidak tersenyum manis kepada dirinya saat itu, ia memberikan sebuah buket bunga indah kepadaku, yang kembali aku tertawa seraya berkata,
“Aku mendapatkan dua hari ini, thank you!” ucapku kepada Tony, aku menghampirinya untuk memberikan pelukan hangat dariku, dan ia sama sekali tidak keberatan karena hal itu.
“Aku sangat senang kau bisa pulang saat ini, Ingrid!” bisiknya kepada diriku, dan aku mengangguk menanggapi hal itu.
…
“Apa yang ingin kau makan saat ini, Ingrid?” sebuah pertanyaan yang di lontarkan oleh Tony pada saat itu, membuat diriku yang tengah melihat indahnya pemandangan luar, setelah selama tiga hari tidak berpergian ke mana pun dan di isolasi, saat ini beralih untuk menatap dirinya yang tengah menyetir dan beberapa detik menolehkan pandangannya ke arahku untuk menatap hanya aku di sana.
“Eumm … apa yang enak menurutku ya?” gumamku kepadanya yang kini tertawa mendengar ucapanku yang kala itu secara sengaja di buat seimut mungkin, dan akhirnya aku berkata, “Taco buatanmu enak! Aku ingin makan itu saat ini!” ucapku kepadanya dan kembali membuat dirinya tertawa dan menganggukkan kepala seraya berucap,
“Hahaha … baik lah, jika kau menginginkan itu! Aku akan segera membuatnya untukmu!” ucap Tony kepadaku, dan bersamaan dengan itu ia membelokkan mobilnya ke sebuah rumah yang cukup asing menurutku, karena aku tidak mengetahui siapa pemilik rumah itu saat ini, yang membuatku kini mengerutkan dahiku dan menoleh menatap Tony yang benar-benar mematikan mesin mobilnya dan bahkan melepaskan safety belt yang ia kenakan pada saat itu.
“Yap, kita sudah sampai!” itu lah yang di ucapkan oleh Tony kepadaku, yang bahkan membuat diriku semakin bingung di buatnya,
“W … wait … rumah siapa ini? Kenapa kita datang ke sini, alih-alih pulang ke rumah kita??” tanyaku kepadanya yang kini membuatku segera keluar dari mobil, dan menghampiri dirinya yang kini berkecak pinggang seraya memandangi rumah tersebut.
“Kita sudah sampai Baby … ini adalah rumah kita!” ucapnya menjawab seluruh kebingunganku, yang tentu saja membuatku sangat-sangat terkejut di buatnya, dengan segera aku menoleh menatapnya yang tersenyum seraya menolehkan pandangannya untuk menatap ke arahku, seolah dirinya kini melihat reaksi yang aku perlihatkan kepada dirinya saat ini, dan tentu saja aku sangat-sangat senang karena hal itu.
“Really?? ini rumah kita?” tanyaku kepadanya, dengan senyuman indahnya ia mengangguk dan berkata,
“Will you marry me, Ingrid?” sebuah pertanyaan yang membuat diriku kembali melayang tujuh kali lipat lebih tinggi dari pagi-pagi ini, yang tentu saja membuatku meras atidak menyangka jika sebuah pertanyaan itu akan meluncur dari mulutnya di hari ini, yang membuatku menetapkan jika hari ini benar-benar membuatku merasa jika aku istimewa.
“Yes!!” ucapku seraya melompat untuk menerjang dirinya, memeluknya dengan sangat-sangat erat, hingga aku dengan jelas mendengar tawa bahagia darinya, dan itu membuatku sangat-sangat senang. Pagi yang cerah itu menjadi saksinya, semua impianku mengenai kehidupanku terwujudkan olehnya, Tony adalah lelaki yang sangat-sangat aku cintai.
“Apakah kau ingin melihat rumah baru kita, Ingrid?? selama tiga hari ini aku berusaha merapikannya!” ucap Tony kepadaku, yang membuat diriku tersenyum dan menganggukkan kepalanya,
“Mengapa tidak?? aku akan senang! Ayo!” ucapku kepadanya yang tertawa ketika aku dengan segera menarik lengannya untuk berjalan masuk ke dalam rumah itu.
Rumah itu terlihat sangat-sangat nyaman, rumah yang memiliki dua lantai tersebut di desain sesederahana mungkin namun sangat nyaman untuk di singgahi, terdapat satu buah ruang tamu yang sekaligus ruang keluarga dengan dua sofa tunggal yang terlihat sangat indah yang di sisi lainnya terdapat dua sofa panjang serta meja kayu yang terbuah dari jati yang terukir begitu artistik!, satu ruangan lainnya yang merupakan ruang dapur sekaligus ruang makan dengan meja makan simpel yang kala itu berisikan beberapa makanan dan cemilan kesukaan diriku yang tentu saja membuatku tahu bahwa semua yang ada di sana sudah di siapkan oleh Tony, dan membuat dririku lagi-lagi tidak bisa untuk tidak berhenti tersenyum merasa terharu karenanya, di dalam ruang dapur terdapat sebuah pintu yang menyambungkan ruangan tersebut ke arah kamar mandi serta basemen yang ternyata merupakan ruang cuci baju, baiklah … itu merupakan ruangan yang akan aku gunakan dengan baik, karena aku tahu tidak selamanya kita akan melakukan laundry di luar!
Pandanganku kini tertoleh menatapnya yang masih tersenyum memandangi diriku, “Apakah aku boleh melihat atas?” tanya ku kepada dirinya,
“Sure! Kau harus melihatnya!” jawab Tony kepadaku, yang tentu saja membuat dahiku kini berkerut ketika menyadari pasti ada sesuatu hal yang menungguku di atas sana, yang akhirnya aku pun berjalan dengan tergesa, atau sebut saja dengan berlari kecil untuk menaiki anak tangga yang kala itu terbuat dari kayu-kayu jati yang terasa lembut setelah di poles, pandanganku kini menatap ke arah lantai dari tangga yang sudah di lapisi oleh permadani bercorak indah. Aku berjalan menaiki tangga itu dan mendapati empat buah kamar yang diantaranya merupakan kamar mandi, kamar baju, satu kamar tamu dan satu kamar utama yang dihias sedemikian rupa hingga sangat-sangat indah, hal itu kembali mengejutkan diriku lagi,
“Oh my God … kau menyiapkan ini untukku?!” aku bertanya kepada dirinya yang mengangguk seraya berkata,
“Apakah kau suka?” tanya Tony, dan aku kembali mengangguk dengan senang, bnagaimana tidak? Kamar utama saat itu dipenuhi oleh kelopak bunga sakura, bunga yang sangat-sangat aku sukai.
Aku merasa tersanjung dan bahagia, namun di saat yang bersamaan aku mulai berpikir jika Tony pasti menggunakan seluruh tabungannya hanya untuk membeli ini semua dan itu pasti akan membuat dirinya harus menabung dari awal lagi.
“Uhh … Tony … kau tidak harus menyiapkan ini semua kau tahu itu?” tanyaku kepadanya yang kini terlihat bingung dan kemudian berkata,
“Why?? aku ingin kau bahagia tentunya!” ucap Tony dan hal itu membuatku kini mulai menangis dan menghampirinya untuk memeluknya dengan erat,
“Kau sudah membuatku bahagia! Kenapa kau pasti mengeluarkan banyak uang untuk ini semua …seharusnya kau tidak lakukan ini!” ucapku mulai merengerk kepada dirinya, namun beberapa detik dari sana aku merasakan dia mulai mengusap dengan lembut rambutku dan berkata,
“Tidak apa Grid …aku bekerja untukmu, aku hidup untukmu, jadi tidka perlu ada yang di sesali, selama kau ternenyum di sampingku, aku sudah merasa senang dan lebih hidup dari yang sebelumnya! Karena kau adalah segalanya untukku!”
Mendengar ucapan Tony pagi itu, membuat diriku benar-benar merasa bersyukur karena mendapatkan Tony sebagai kekasihku.
“I love you!” ucapku kepadanya,
“Love you Most, Ingrid!” balas Tony kepadaku, dan membuatku semakin memeluknya dengan erat.
…
Author Point Of View
Trek!
“Yap! Ini dia Taco yang kau inginkan!” sebuah ucapan yang di lontarkan oleh Tony pada saat itu pun membuat Ingrid kini menatap ke arah Taco yang baru saja di buatkan oleh Tony untuknya dengan sangat-sangat lapar sekaligus Excited.
“Uh, ini terlihat sangat lezat! Aku tidak sabar memakannya!” ucap Ingrid menatap Taco yang kala itu berasap dengan sangat lapar, yang kemudian membuat Tony kini berkata,
“Watch out, daging ini sangat panas!” ucap Tony kepada Ingrid yang membuat dirinya kini tersenyum dan menganggukkan kepala, namun detik kemudian Ingrid tersadar jika Tony mengenakan seragam pemadam,
“Oh! Kau tidak pergi bekerja hari ini?” sebuah pertanyaan yang di lontarkan oleh Ingrid pada saat itu, membuat Tony kini ikut menatap ke arah baju yang ia kenakan pada saat itu karena Ingrin menunjuknya,
“Yeah … aku bekerja, tapi Kapten memberiku waktu senggang dan memperbolehkanku untuk menjemput dan menemanimu hari ini!” ucap Tony menjawab pertanyaan Ingrid yang kini membuat Ingrid tersenyum seraya terkejut dan berkata,
“Uh! Jadi aku adalah orang spesial saat ini?!” gumam Ingrid dan membuat Tony kini mengecup pucuk kepala dari Ingrid dan berkata,
“Kau memang spesial dari dulu Ingrid!” jelasnya kepada Ingrid yang kini tertawa senang mendengar pujian itu.
“Kau juga spesial untukku, Tony!” ucap Ingrid kepada Tony yang kini tersenyum dan terduduk tepat di sampingnya, pandangan Tony kini menatap ke arah Ingrid dan kemudian berkata,
“I Know that!” ucap Tony, dan itu mengejutkan bagi Ingrid karena di saat yang bersamaan Tony memasangkan cincin indah ke jemari manis milik Ingrid yang membuat senyuman Ingrid semakin terkembang indah di hadapan Tony pada saat itu.
…
To Be Continue.