Hari Sabtu benar-benar membuat Sam gelisah. Adi baru saja hendak mengetuk pintunya ketika Sam keluar dari kamarnya untuk mandi.
“Tumben, bangun sendiri,” kata Adi heran.
“Iya, ada kerjaan,” sahut Sam singkat. Ia ngeloyor ke kamar mandi dan menggosok badannya bersih-bersih.
“Lho, udah bangun?” sapa Fifi yang baru saja bersiap pergi mandi.
“He-eh,” sahut Sam.
Ia buru-buru masuk ke dalam kamar dan membuka-buka lemari pakaian dengan gelisah. Baju apa yang harus dipakainya? Tidak ada satu pun baju casual yang dimilikinya terkesan feminin. Aduh, bagaimana ini? Sekarang, mana sempat ia berbelanja?
Masa tidak ada satu pun baju yang layak dipakai?
Sam kembali mengaduk-aduk isi lemari pakaiannya. Tidak ada. Satu-satunya pakaian paling feminin yang dimilikinya adalah gaun pesta yang baru saja dibelinya kemarin.
Tamatlah ia.
Kini ketika kesempatan yang ditunggu-tunggunya datang, Sam tidak memiliki apa-apa untuk diperlihatkan. Bodoh. Ia benar-benar bodoh. Di antara hamparan baju-baju di ranjangnya, Sam menangis. Menangisi kebodohannya.
“Sam, boleh masuk sebentar?” tanya Fifi mengetuk pintu dengan halus.
Sam buru-buru menghapus air matanya dan bersikap seolah tidak ada apa-apa.
“Ada perlu apa?” tanya Sam sambil membuka pintu.
“Aku butuh pembalut. Kamu ada?” bisik Fifi.
Sam mengangguk. “Ada, sebentar aku ambilin,” kata Sam sambil membiarkan pintunya tetap terbuka.
Fifi masuk dan menutup pintu. “Berantakan banget, Sam. Ada apa? Kamu mau pergi?” tanya Fifi, sambil melangkah hati-hati di antara pakaian yang bertebaran.
“Ke kantor...” sahut Sam.
“Masa? Perlu bantuan? Mungkin aku bisa bantu kamu menyelaraskan pakaian,” kata Fifi tidak percaya.
“Boleh, menurut elo, gue cocok pakai yang mana hari ini?” tanya Sam menyerah.
Fifi memperhatikan baju-baju milik Sam. Sebenarnya tidak buruk-buruk amat. Dengan padanan yang pas, baju-baju itu akan tampak casual.
“Yang putih garis-garis ini manis,” gumam Fifi.
“Tapi kurang feminin. Gue butuh yang feminin,” keluh Sam.
Fifi tersenyum penuh arti. Mana pernah Sam mengeluh ingin jadi feminin ke kantor? Kalau Sam mendadak ingin jadi feminin maka jawabannya cuma satu. Denis.
“Ini cukup feminin, kok. Asal rambut kamu disisir yang manis. Terus wajah kamu di make up sedikit. Aku punya jepit rambut yang bagus. Mau kuambilin?” tanya Fifi lembut.
“Boleh. Thanks ya, Fi,” kata Sam tersenyum cerah.
Fifi keluar dari kamar Sam dan bergegas mengambil jepitan rambut miliknya, plus perlengkapan kosmetiknya.
“Nggak jadi mandi?” tanya Adi heran.
“Bentar lagi. Kamu mandi duluan aja, kalo nggak,” kata Fifi buru-buru masuk ke dalam kamar Sam.
“Ada apa sih? Aneh?” tanya Adi sambil menggaruk-garuk kepalanya kebingungan.
“Tuh, kan! Manis, kok!” kata Fifi antusias.
Sam sedang berganti pakaian sesuai saran Fifi.
Fifi membantu Sam menyisir dan memakai jepit rambut. Ia membubuhkan fondation dan bedak tabur di wajah Sam. Perona pipi dan eye shadow ditambahkannya tipis-tipis. Kemudian, ia memulaskan lipstick berwarna nude rose.
“Nah, cantik kan? Nggak menor. Ini lipsticknya aku pinjemin. Kamu bawa. Jangan lupa sebelum ketemu dia, pake dulu sekali lagi. Nanti sesudah makan, rambut jangan lupa disisir. Lipsticknya dipake lagi. Pasti lancar,” kata Fifi mendukung.
“Thanks, Fi. Eh, dia? Dia siapa?” tanya Sam tersadar.
“Ya, dia. Pangerannya putri Odeth. Denis,” kata Fifi sambil mengedipkan mata.
“Ah, ah, nggak kok. Dia sih... dia...” kata Sam salah tingkah.
“Nggak apa-apa, kok. Yang penting putri Odeth senang. Nanti cerita, ya?” kata Fifii antusias.
“Oke,” kata Sam senang. Ia mengeluarkan kijang tuanya dan melesat pergi ke kantor.
Adi baru saja selesai mandi ketika Sam pergi.
“Udah kelar, Di? Aku mau mandi,” kata Fifi.
“Sam mana?” tanya Adi.
“Udah berangkat. Baru saja,” kata Fifi sambil masuk ke dalam kamar mandi.
“Yah, baru aja mau ngajak dia jalan-jalan,” kata Adi kecewa.
“Dia banyak urusan,” seru Fifi dari dalam kamar mandi.
“Lo sibuk nggak, Fi?” tanya Adi dari luar kamar mandi.
“Nanti cowokku, Hendry mau jemput sebentar lagi. Memangnya kenapa?” tanya Fifi.
“Enggak. Tadinya mau ngajak nonton bareng. Ya, udah. Gue pergi sendiri,” gumam Adi.
*****
Bantu MASUKIN KE LIBRARY untuk karya Author berjudul MY SEXY IT GUY dan ROMANCE OF LIGHT & NIGHT: ACROSS TWO WORLDS. Author butuh minimal 500 koleksi untuk lomba. Mohon dibantu ya. Makasih.