POV SERENA LEE Keesokan harinya aku terbangun karena mencium sebuah aroma yang aku yakini bukan berasal dari dapur rumahku. Harum mentega dengan bawang putih. Rasanya ini terlalu menggugah selera perut yang lapar karena kemarin tidak sempat makan malam. Mataku terbuka perlahan. Sinar matahari masuk di sela tirai jendela kamar Mama. Buru-buru aku menggapai HP yang kuletakkan di meja samping tempat tidur. Melirik jam yang ada di HP Jam 05.47. Aku menguap panjang sambil turun dari tempat tidur. Aroma mentega itu berhasil membuatku keluar kamar dengan kondisi rambut yang masih berantakan seperti sarang burung. Dengan kondisi tubuh yang nyawanya belum kumpul semua, aku berjalan pelan menuju dapur. Dan tentu saja, Sam sudah ada di sana. Ia menggunakan kaos hitam polos dan celana training

