POV SERENA LEE Aku benar-benar ingin menghilang saat ini juga. Serius. Kalau saja Sam memberitahuku lebih awal bahwa aku akan bertemu ibu mertua dengan status resmi sebagai istri, aku pasti akan dandan. Minimal pakai blouse cantik. Atau rok. Atau setidaknya menyisir rambut dengan lebih niat. Ini? Celana jeans belel longgar. Kaos polos. Kemeja panjang sebagai outer yang tadi kupakai ke kantor pengacara. Rambut cuma dikuncir kuda seadanya. Astaga Serena Lee, ini bukan latihan voli sore di lapangan! Ibunya Sam—Bu Ernita—masih menatapku lekat setelah melepas kacamata bacanya. Tatapannya tidak tajam. Tapi cukup lama untuk membuatku salah tingkah. Tanganku otomatis meremas ujung kemeja. Pasti jelek. Pasti tidak sesuai ekspektasi. Pasti beliau membayangkan menantu yang anggun, feminim

